Selasa, 27 Januari 2009

PROFILE: CRISTIANO RONALDO


Cristiano Ronaldo termasuk pemain revolusioner yang memberi warna baru di sepak bola. Lihat saja olah bolanya. Meski posisi naturalnya gelandang sayap, bintang Manchester United ini mudah mencetak gol layaknya striker.

MU menggaetnya dari Sporting Lisbon pada awal musim 2003-04 dengan tebusan 12,24 juta pounds (sekitar Rp221,291 miliar). Pemincunya MU baru saja beruji coba dengan Sporting. Di pesawat sekembali dari Portugal, sejumlah pemain MU yang terpesona kepadanya mendesak manajer Sir Alex Ferguson untuk merekrut Ronaldo.

Keputusan Ferguson meluluskan permintaan para pemainnya tidak sia-sia. Di MU, Ronaldo berkembang menjadi pemain yang istimewa. Pada musim pertama dia sudah mengundang decak kagum. Salah satunya karena mencetak satu dari tiga gol MU di final Piala FA melawan Milwall.

Musim 2004-05, Ronaldo makin berkembang. Permainannya lebih efektif. Ronaldo tidak lagi gemar pamer olah bola yang atraktif belaka. Ini mengantarnya mendapatkan penghargaan FIFPro Special Young Player of the Year 2005.

Koleksi gelarnya bertambah lagi di musim 2005-06. Ronaldo mengantar MU meraih gelar juara Piala Liga Inggris, setelah mengalahkan Wigan Athletic 4-0. Lagi-lagi Ronaldo menyumbang satu gol di partai final.

Menjelang musim 2006-07, Piala Dunia 2006 bergulir. Di ajang tersebut, Ronaldo menjadi sorotan karena dianggap memperovokasi wasit untuk mengeluarkan rekan setimnya, Wayne Rooney dalam partai Inggris versus Portugal. Kejadian ini sempat membuat Ronaldo dicemooh fans dan dikabarkan akan pindah dari MU.

Kenyataan yang terjadi bertolak belakang. Ronaldo bertahan di MU, meski mendapat tekanan besar. Hebatnya dia membuktikan dirinya bintang sejati. Begitu tertekan, penampilannya melonjak drastis. Ronaldo berkembang menjadi pemain produktif. Faktanya, 17 gol dicetaknya di musim 2006-07. Gol-gol itu berperan besar mengantar MU menjuarai Premier League.

Namun Ronaldo tidak mau berhenti. Di musim 2007-08, dia kembali memperlihatkan dirinya mampu tampil lebih baik. Terbukti jumlah golnya di Premier League di musim lalu sudah terlampaui. Jika terus seperti ini, tidak aneh jika suatu saat Ronaldo akan menjadi pemain terbaik di dunia.
Read More..

PROFILE: KARIM BENZEMA


Pada musim 2006-07, Benzema dimainkan sebagai striker tengah dalam pola 4-3-3 yang dipakai Lyon. Hasilnya, dia menciptakan 24 gol hanya dalam 37 partai bersama Les Gones.INILAH striker muda asal Perancis yang potensial menjadi salah satu penyerang terbaik di dunia. Karim Benzema namanya. Dia merumput di Olympique Lyonnais dan menjadi andalan di sana.

Kehebatannya sebagai striker tidak perlu diragukan lagi. Ada yang bilang teknik bermainnya mirip Thierry Henry. Kemampuan mengecoh lawannya hampir sama dengan Nicolas Anelka. Selain itu, dia juga lihai menyundul layaknya David Trezeguet.


Anehnya dia sering disebut Zinedine Zidane baru. Padahal posisi Benzema berbeda dengan sang maestro. Zizou adalah ruh permainan sebuah tim di lini tengah, sementara dirinya pendobrak pertahanan lawan di lini depan. Tapi memang ada kesamaan di antara keduanya selain sama-sama berdarah Aljazair. Baik Zizou dan Benzema, sangat anggun dan elegan ketika memainkan bola.

Meski begitu, dibandingkan dengan pemain sekelas Zidane, Benzema rendah hati menolaknya. Dengan segala hormat kepada Zizou, Benzema mengaku dia bukan panutannya. “Sejak kecil Ronaldo adalah idolaku. Dialah sumber inspirasiku,” katanya.

Wajar karena naluri Benzema sesungguhnya striker. Talentanya mulai diendus pemandu bakat Lyon ketika bermain di Bron Terraillon pada 1996. Umur Benzema waktu itu baru sembilan tahun, namun Lyon sudah ngebet menggaetnya ke tim junior.

Penciuman yang jitu. Di tim junior Lyon, perkembangan Benzema sangat pesat. Itu membuatnya dipercaya memperkuat tim U-16, U-17, dan U-18 Perancis. Selama itu Benzema menciptakan prestasi hebat dengan mencetak 20 gol dalam 35 pertandingan.

Ini membuatnya segera naik kelas ke tim senior. Dan, pada musim 2004-05, dia melakukan debutnya di Ligue 1 melawan Metz.

Meski tampil menawan di partai perdana, Benzema masih dianggap terlalu muda. Dia pun terpaksa menghuni bangku cadangan. Namun itu tidak bertahan lama. Musim 2006-07, Benzema sudah menduduki posisi inti Lyon. Prestasi yang hebat untuk pemain berumur 19 tahun seperti dirinya.

Sesudah itu Benzema makin mantap di Lyon. Apalagi dia menunjukkan kelasnya dengan tampil menawan di segala posisi di lini depan. Benzema tidak canggung bermain sebagai penyerang kiri, kanan, atau striker utama. Ini membuatnya makin dipercaya sebagai calon penyerang utama Les Bleus di masa depan.

Kontan banyak tim besar Eropa ingin memakai tenaganya. Mulai dari Real Madrid, Manchester United, AC Milan, hingga Arsenal dikabarkan meminatinya. Tapi Lyon tampak enggan melepasnya. Terbukti Benzema kini mereka ikat hingga 2013 dengan opsi perpanjangan kontrak satu tahun lagi. Di kontrak barunya ini Benzema mendapat bayaran sebesar 400 ribu euro (sekitar Rp5,8 miliar) per bulan, sehingga menjadikannya pemain dengan gaji tertinggi di Ligue 1.

Ini tanda Lyon benar-benar tidak mau kehilangan dirinya. Maklum, Les Gones tahu Benzema bakal menjadi salah satu penyerang terbaik di dunia suatu saat nanti.
Read More..

PROFILE: DIEGO RIBAS DA CUNHA


Diego menjadi pemain termuda di Santos yang mendapat kehormatan memakai nomor punggung 10. Dia memperolehnya saat usianya baru 16 tahun.SINAR terang pemain Samba di tingkat Eropa tampaknya tidak akan pernah pudar. Paling tidak jangka waktu satu dekade ke depan, Brasil masih memiliki stok pemain yang mempunyai kualitas untuk menjadi pemain terbaik dunia. Salah satunya gelandang andalan Werder Bremen, Diego Ribas da Cunha.

Pamor Diego boleh kalah dengan bintang Brasil lainnya. Maklum, dia hanya bermain di Bundesliga 1 yang notabene reputasinya masih di bawah di Divisi Primera, Serie-A, atau pun Premier League. Klubnya juga masih kalah mentereng di banding raksasa Jerman, Bayern Muenchen. Namun hal itulah yang membuat Diego istimewa. Pasalnya, dia mampu bersinar di tengah segala keterbatasan.

Satu hal lagi yang istimewa dari Diego berupa semangat untuk bangkit dari keterpurukan. Saat baru datang ke Eropa ketika dibeli FC Porto pada Juli 2004 dari Santos seharga 8 juta euro, Diego dinilai gagal menunjukkan potensinya untuk menyatu dengan gaya permainan Porto. Tahun pertamanya di Portugal dilalui dengan 30 penampilan dan hanya mencetak 3 gol. Di tahun kedua, kepercayaan Porto terhadap Diego mulai luntur. Terbukti dia hanya mendapat jatah bermain sebanyak 19 partai dengan koleksi hanya sebiji gol.

Dinilai gagal untuk menggantikan peran mantan bintangnya Deco yang pindah ke Barcelona, tawaran sebesar 6 juta euro dari Bremen untuk menjual Diego segera diterima Porto. Maka, pada awal musim 2006-07, Porto melepas Diego ke Bremen yang mentransfernya untuk menggantikan playmaker mereka Johan Micoud yang mudik ke Perancis.

Pada musim pertamanya, Diego langsung mendapat kepercayaan penuh untuk berkreasi di lini tengah Bremen. Sebuah hal yang tidak pernah didapatkan saat di Porto. Kepercayaan tersebut dibayar tuntas Diego di musim kompetisi 2006-07. Dengan bermain di 33 partai Bundesliga 1, pemain kelahiran Ribeirao Preto, Brasil 22 tahun yang lalu ini berhasil mengemas 13 gol. Perolehan yang cukup produktif untuk seorang gelandang seperti Diego.

Prestasi itu membuat Diego meraih sukses menyabet penghargaan Pemain Terbaik Bundesliga 1 2007. Reputasinya juga langsung melonjak. Faktanya, Diego menarik minat klub-klub kaya seperti Real Madrid, Barcelona, maupun Juventus.

Meski begitu, Bremen enggan melepasnya. Mereka menilai Diego masih menjadi aset penting yang terlalu sayang untuk dibuang.
Read More..

Dominasi Tujuh Musim Lyon


LUAR biasa. Kalimat ini mungkin pantas diberikan kepada Olympique Lyonnais. Bagaimana tidak. Sejak kompetisi Ligue 1 digelar tahun 1945 silam, klub Perancis ini sukses menjadi jawara selama tujuh kali berturut-turut, yaitu dari musim kompetisi 2001-02 hingga musim 2007-08. Apa saja sensasi dari Lyon ketika meraih juara dalam tujuh musim tersebut?

Gol Terbanyak
Sebanyak 74 gol yang berhasil dilesakkan para pemain Lyon ke gawang lawan. Prestasi ini terjadi pada musim kompetisi 2007-08. Pada masa itu, Les Gones menjadi klub yang paling produktif mencetak gol dibandingkan dengan 19 klub Perancis lainnya.

Kekalahan Terkecil
Rasanya tak banyak klub di dunia ini yang mempunyai catatan kekalahan dengan jumlah yang sedikit. Untuk urusan yang satu ini Lyon boleh berbangga hati. Pasalnya selama mengikuti kompetisi satu musim penuh, yaitu di musim 2004-05, Les Gones hanya mengalami kekalahan sebanyak tiga kali saja.

Poin Terbesar
Angka ini adalah poin yang dibukukan Lyon pada musim 2007-08. Angka 84 juga menjadi poin tertinggi yang berhasil dikumpulkan dari tujuh musim kompetisi terakhir, terutama sejak musim 2001-02, ketika Les Gones selalu menjadi pemenangnya.

Kemenangan Terbanyak
Musim kompetisi 2005-06 menjadi musim tersukses Lyon dibandingkan dengan musim-musim lainnya. Dari 38 pertandingan yang telah dijalani, mereka sukses mencatat rekor kemenangan sebanyak 25 kali.
Read More..

Nilai Sponsor Kostum Klub


SALAH satu sumber pemasukan terbesar klub adalah dari sponsor kostum tim. Dana yang didapat dari sana cukup menggiurkan. Siapa saja klub yang beruntung mendapatkan sponsor kostum dengan nilai yang cukup besar?

20 JUTA POUNDS DI SKOTLANDIA
Ini adalah nilai total kontrak selama empat tahun dengan perusahaan bir Coors dengan dua tim raksasa Skotlandia yakni Glasgow Rangers dan Glasgow Celtic. Kontrak ini akan membuat logo Carling terpampang dalam kostum kedua tim tersebut.

MU TERBESAR DI INGGRIS
Kontrak yang dibuat Manchester United dengan perusahaan asuransi AIG. MU mendapatkan 14,1 juta pounds per musim akibat kontraknya dengan AIG. Nilai ini merupakan sponsor kaos ini merupakan yang terbesar diantara klub Premier League lainnya.

Berikut nilai kontrak sponsor kostum terbesar di beberapa negara:
Jerman (13,5 juta poundsterling)
Nilai kontrak per tahun antara Bayern Muenchen dengan perusahaan telepon T-Mobile.

Spanyol (12 juta poundsterling)
Itulah jumlah uang yang didapat Real Madrid dari sponsor kostum mereka Bet And Win, sebuah bandar judi online. Ini jumlah terbesar dari seluruh klub Divisi Primera

Rusia (12 juta poundsterling)
Nilai kontrak per tahun antara CSKA Moscow dengan perusahaan minyak Sibneft, sebelum perusahaan ini akhirnya dijual oleh milyader Rusia, Roman Abramovich.

Belanda (8-9,5 juta poundsterling)
Nilai kontrak per tahun antara Ajax Amsterdam dengan perusahaan asuransi dan pensiun Belanda, AEGON menjadi yang terbesar di negerinya. Dilaporkan Ajax mendapat bayaran antara 8 hingga 9,5 juta pounds per tahun.

Italia (6,7 juta poundsterling)
Sama seperti El Real, Bwin juga menjadi sponsor bagi AC Milan. Kontrak antara berlangsung selama empat tahun dan akan berakhir tahun 2010. Milan mendapatkan bayaran 6,7 juta pounds per musim.

Perancis (6,3 juta poundsterling)
Olympique Lyonnais menjadi klub dengan nilai sponsor kostum terbesar setelah mengikat kontrak dengan jaringan bisnis hotel Accor. Mereka mendapat 6,3 juta pounds dari hal tersebut.

Brasil (4,9 juta poundsterling)
Nilai kontrak per tahun antara Sao Paulo dengan perusahaan elektronik Korea, LG. Terbesar dibandingkan klub Brasil lainnya.

Amerika Serikat (1,75 juta poundsterling)
LA Galaxy mengikat kontrak selama empat tahun dengan perusahaan Herbalife. Setiap tahun mereka mendapatkan bayaran 1,75 juta pounds dari kesepakatan tersebut

Read More..

10 Stadion Terbesar Eropa


STADION sepak bola tidak hanya sebagai tempat latihan atau berlangsungnya pertandingan besar sebuah kejuaraan. Stadion juga merupakan simbol atau identitas dari sebuah klub sepak bola.

Eropa yang selama ini dikenal sebagai kiblat sepak bola tentu banyak memiliki stadion-stadion yang terkenal dan megah. Lalu stadion Eropa mana saja yang masuk dalam 10 stadion terbesar saat ini?

1. Camp Nou (Kota Barcelona, Spanyol)
Dibangun : 1957
Kapasitas : 98.934
Markas : Barcelona

Inilah stadion rival nomor satu Real Madrid. Saat ini, Camp Nou menjadi stadion terbesar di Eropa dengan kapasitas lebih dari 98 ribu tempat duduk. Dekatnya
tribun penonton dengan lapangan hijau dan ukurannya yang impresif, membuat
stadion milik El Barca ini dikenal sebagai stadion yang paling terasa atmosfernya.

Aslinya stadion ini bernama L’Estadi. Stadion ini sendiri dirancang oleh arsitek
Josep Soteras Mauri dan Francesc Mitjans Miro.

2. Wembley (Kota London, Inggris)
Dibangun : 2007
Kapasitas : 90.000
Markas : Timnas Inggris

Merupakan stadion legendaris dari negeri Ratu Elizabeth. Stadion ini dimiliki oleh Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dan digunakan sebagai markas timnas The Three Lions. Wembley juga menjadi tempat berlangsungnya pertandingan final kompetisi domestik Inggris, seperti Piala FA dan Community Shield.


Stadion ini dibangun tahun 1923 dengan kapasitas 76.000 tempat duduk. Tahun 2003 lalu, Wembley menjalani renovasi untuk kemudian dibuka kembali tahun 2007.

3. Luzhniki (Kota Moskow, Rusia)
Dibangun : 1956
Kapasitas : 84.745
Markas : Torpedo Moskow dan Spartak Moskow

4. NSK Olimpiyskiy (Kota Kiev, Ukraina)
Dibangun : 1948
Kapasitas : 83.160
Markas : Timnas Ukraina, Dynamo Kiev dan Arsenal Kiev

5. Giuseppe Meazza (Kota Milan, Italia)
Dibangun : 1927
Kapasitas : 85.700
Markas : AC Milan dan Inter Milan
Stadion ini juga dikenal dengan nama San Siro. Stadion ini menjadi markas bersama dua klub papan atas Kota Milan, yaitu AC Milan dan Inter Milan.

Tahun 1980 stadion ini resmi mulai menggunakan nama Giuseppe Meazza yang merupakan pemain kenamaan yang pernah bermain bagi Inter atau pun Milan. Ia juga adalah pemain timnas Italia pada era tujuh puluhan.

6. Croke Park (Kota Dublin, Irlandia Utara)
Dibangun : 2002
Kapasitas : 82.300
Markas : Timnas Irlandia

7. Stadio Olimpico (Kota Roma, Italia)
Dibangun : 1953
Kapasitas : 82.922
Markas : AS Roma dan SS Lazio

8. Signal Iduna Park (Kota Dortmund, Jerman)
Dibangun : 1974
Kapasitas : 81.264
Markas : Borussia Dortmund

9. Estadio Santiago Bernabeu (Kota Madrid, Spanyol)
Dibangun : 1947
Kapasitas : 80.354
Markas : Real Madrid

Merupakan home base milik El Real. Stadion ini mulai dibangun tanggal 27 Oktober 1944. Aslinya bernama Estadio Chamartin, mengacu kepada nama stadion Madrid sebelumnya. Tahun 1947 stadion ini resmi diinaugurasi.

Nama Santiago Bernabeu mulai dipakai tahun 1955. Nama ini dipilih untuk menghormati atas jasa Presiden Santiago Bernabeu. Stadion kebanggaan Madrid ini bahkan telah mendapat penghargaan lima bintang dari UEFA.

10. Stade de France (Kota Saint-Denis, Perancis)
Dibangun : 1998
Kapasitas : 79.959
Markas : Timnas Perancis

Namanya menjadi terkenal setelah menjadi tempat berlangsungnya parati final Piala Dunia 1998 antara Perancis dan Brasil. Stade de France tidak hanya menjadi markas Les Blues saja, stadion ini juga digunakan sebagai markas timnas rugby Perancis.

Read More..

Sepuluh Fakta Menarik Tentang Vedad Ibisevic


10. Akibat perang yang berkecamuk, keluarga Ibisevic meninggalkan Bosnia-Herzegovina pada 2000, saat usianya 16 tahun, dan tinggal di Swiss selama 10 bulan. Keluarga Ibisevic kemudian mengikuti program pengungsian PBB dan tinggal di St. Louis, Amerika Serikat.

9. Meski sepakbola kalah populer di AS, nama Vedad Ibisevic melejit sejak bersekolah di Roosevelt High School dan berlatih di Busch Soccer Club. Ibisevic menerima beasiswa ke Universitas St. Louis. Semasa kuliah, Ibisevic menjulang dengan mencetak 18 gol dan empat assist dalam 22 partai. Dia menjadi pemula terbaik NCAA dan terpilih masuk tim terbaik di seantero AS.

8. Penampilan tersebut tak lepas dari pengamatan pelatih asal Bosnia yang melatih Paris Saint-Germain, Vahid Halilhodzic. Setelah menjalani uji coba selama tiga pekan, Ibisevic dikontrak terhitung musim 2004-05.

7. Tak mendapat tempat di PSG, Ibisevic dipinjamkan ke klub divisi dua Prancis Dijon FCO. Tampil 33 kali, Ibisevic mencetak 10 gol. Musim berikutnya, 2006-07, tim Bundesliga Jerman Alemannia Aachen meminangnya. Dijon FCO harus melepas Ibisevic karena terbentur batasan jumlah pemain asing.

6. Sebenarnya Ibisevic tinggal tunggu waktu untuk mendapat paspor dan membela timnas AS, tapi karena Bosnia-Herzegovina lebih dulu memberinya kesempatan, Ibisevic pun membela bendera negeri kelahirannya dan sudah tampil 12 kali hingga saat ini. Debut Ibisevic ditandai 24 Maret 2007, pada partai kualifikasi Euro'08 melawan Norwegia.

5. Menurut pengakuan Ibisevic, keluarganya lebih senang dia melanjutkan kuliah di jurusan bisnis internasional. "Aku sudah cukup senang di St. Louis, punya green card, tapi aku tak pernah mendengar minat dari timnas AS. Padahal aku mau mempertimbangkannya," aku Ibisevic dalam wawancara dengan New York Times.

4. Ketika sudah bermain untuk Hoffenheim sejak 2007-08, nama Ibisevic mulai termasyhur. Ibisevic dihargai €1 juta saat direkrtu Hoffenheim. Harga yang dipastikan sudah jauh melonjak. Saat ini, Ibisevic mampu mengemas 18 gol dan tujuh assist dalam 16 partai Hoffenheim. Sayangnya, rekor tersebut terancam tak dipertajam akibat cedera ligamen yang dideritanya saat latihan 14 Januari lalu. Ibisevic harus beristirahat hingga akhir musim.

3. Berkat prestasi menjulang itulah, Ibisevic dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Bosnia 2008. Ibisevic mengalahkan nominator lainnya, seperti rekan setim Sejad Salihovic, Zvjezdan Mismovic dan Edin Dzeko (keduanya dari Vfl Wolfsburg), Sasa Papac (Glasgow Rangers), Emir Spahic (Lokomotiv Moskwa), Kenan Hasagic (Istanbul BB SK), Miralem Pjanic (Lyon), Senijad Ibricic (Hadjuk Split), dan pemain lokal FK Sarajevo Haris Handzic.

2. Selain bahasa ibu, Bosnia, Ibisevic lancar berbahasa Jerman, Prancis, dan Inggris. Tak jarang Ibisevic menjadi penerjemah bagi para pemain asing saat latihan tim yang belum lancar berbahasa Jerman.

1. Saat dipastikan menderita cedera ligamen dan harus absen hingga akhir musim, Ibisevic menangis. Pelatih timnas Bosnia-Herzegovina, Miroslav "Ciro" Blazevic, membesarkan hatinya. "Aku bicara dengannya di telepon dan mendengarnya menangis. Tak mudah baginya. Aku rasa dia akan tampil lebih baik saat kembali karena aku tahu dia pemain yang tangguh!" tutur Ciro.
Read More..

Totti Terbesar di Roma

MUSIM 2007-08 sangatlah bersejarah bagi Francesco Totti. Di musim ini, ia menahbiskan diri sebagai pemain yang paling sering tampil dan menjadi pencetak gol terbanyak I Giallorossi sepanjang masa.Tidak hanya itu saja, pada 28 Januari 2008 lalu, Totti mencatatkan rekor lain. Ia terpilih sebagai Pemain Italia Terbaik untuk kelima kalinya dalam Oscar del Calcio.

200 Gol
Ketika Roma mengalahkan Torino dengan skor telak 4-0 di Coppa Italia pada 16 Januari 2008, Totti mencatatkan diri sebagai pemain pertama yang mampu menymbangkan 200 gol bagi AS Roma. Catatan ini pun mengukuhkan dirinya sebagai striker paling ulung di I Giallorossi. Rekor yang dibuat Totti ini juga melewati catatan yang dibukukan striker legendaris Roberto Pruzzo, yang hanya mengemas 136 gol sepanjang kiprahnya bersama Roma.

Khusus di Serie-A, hingga 9 Maret 2008, Totti sudah membukukan 164 gol. Itu artinya, ia hanya perlu 36 gol lagi untuk masuk ke jajaran elite pencetak 200 gol di Serie-A yang hingga saat ini baru beranggotakan lima pemain.

500 Penampilan
Kebesaran Totti bersama Roma semakin lengkap dengan torehan penampilan ke-500, yang dibuatnya saat bertanding melawan Napoli pada 9 Maret 2008. Itu membuatnya meninggalkan Giacomo Losi yang hanya mencatat 450 kali tampil bagi I Giallorossi.

Selain itu, Totti sendiri sudah melewati rekor Losi tersebut pada 31 Januari 2007. Sekitar setahun kemudian, tepatnya 27 Februari 2008 kala menghadapi Inter Milan, dia kembali melewati Losi. Kali ini, rekor Losi sebagai pemain Roma yang paling sering tampil di Serie-A dengan torehan 186 partai yang ditumbangkannya.
Read More..

Gol Bunuh Diri Tercepat di Liga Champions

TOMAS HUBOCAN memang bukan siapa-siapa. Di kancah Eropa, namanya tidak setenar Andrei Arshavin, Konstantin Zyryanov, dan Pavel Pogrebnyak, tiga rekannya di Zenit St. Petersburg. Namun, Selasa (30/09), Hubocan mengalahkan popularitas mereka. Sayangnya, hal itu karena catatan buruknya. Saat Zenit menghadapi Real Madrid di Matchday 2, dia menjaringkan gol bunuh diri pada menit keempat. Zenit pun akhirnya kalah 1-2.

Untung bagi Hubocan, dia ternyata bukanlah pencetak gol bunuh diri tercepat di Liga Champions. Dia hanya berada di peringkat kedua dalam daftar pengoleksi gol bunuh diri di kompetisi antarklub Eropa paling elite se-Eropa tersebut.


Scott Minto
Orang yang saat ini masih memegang rekor sebagai pencetak gol bunuh diri tercepat di kancah Liga Champions adalah Scott Minto. Bek kiri asal Inggris itu mengukir catatan memalukan tersebut saat membela Benfica mengahadapi HJK Helsinki, 4 November 1998. Kala itu, dia menjaringkan gol ke gawang klubnya sendiri pada menit ketiga!

Tiga Portugal
Hal yang unik dari para pencetak gol bunuh diri tercepat di Liga Champions, di peringkat 10-besar terdapat tiga pemain asal Portugal. Mereka adalah Fernando Meira (VfB Stuttgart), Jorge Andrade (Deportivo La Coruna), dan Manuel Dimas (Sporting Lisbon). Ketiganya sama-sama berposisi defender.

Meira melakukanya pada menit ke-12 laga Stuttgart vs Chelsea (25 Februari 2004) yang berakhir dengan skor 0-1. Sedangkan Andrade pada menit ke-14 laga La Coruna vs Liverpool (3 November 2004). Sama dengan Meira, gol bunuh diri itu menjadikan klubnya kalah 0-1. Sementara Manuel Dimas mencetak gol bunuh dirinya saat laga Sporting vs Spartak Moskva (17 Oktober 2000) memasuki menit ke-16.

Trio Sepuluh
Trio Max Houttuin, Vladislav Vaschchuk, dan Gary Caldwell juga punya catatan spesial. Mereka tercatat sama-sama mencetak gol bunuh diri pada menit ke-10. Houttuin saat klubnya, sc Heerenveen melawat ke kandang Olympique Lyon pada 12 September 2000, Vaschchuk ketika membela Dynamo Kyiv menyambangi Anderlecht pada 18 Oktober 2000, sedang Caldwell kala membela Celtic bertandang ke kandang Benfica pada 2 November 2006.

Anomali Deivid
Dari sepuluh pencetak gol bunuh diri tercepat, dapat diterka, mayoritas adalah defender. Tercatat ada delapan bek di sana. Nah, di antara para bek itu terselip satu nama striker, yakni Deivid. Pemain berdarah Brasil ini mencetak gol bunuh diri pada menit ke-13 saat klubnya, Fenerbahce, menjamu Chelsea pada 2 April 2008. Uniknya, gol bunuh diri itu tak lantas membuat klubnya kalah. Mereka justru menang 2-1.

Read More..

Jumat, 23 Januari 2009

Pencetak Gol Tercepat di Ajang Resmi FIFA


MENCETAK gol cepat dalam sebuah pertandingan adalah hal yang luar biasa. Apalagi jika hal itu dilakukan di ajang resmi FIFA macam Piala Dunia. Berdasarkan catatan yang terhimpun hingga saat ini, ada delapan orang yang mampu menjebol gawang lawan dalam tempo kurang dari satu menit. Dari semua itu, salah satunya adalah pemain belia. Siapa saja mereka?

Hakan Sukur (Turki)
Partai: Turki vs Korea Selatan
Ajang: Piala Dunia 2002
Waktu: 11 detik
Striker legendaris Turki ini memecahkan rekor gol tercepat di Piala Dunia kala timnya menjalani laga perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2002. Dalam laga yang dimenangi Turki dengan skor 3-2 tersebut, Sukur hanya perlu 11 detik untuk menaklukkan kiper Lee Won Jae.

Celsinho (Brasil)
Partai: Brasil vs Turki
Ajang: Piala Dunia U-17 2005
Waktu: 14 detik
Nama lengkapnya Celso Luis Honorato Junior. Pemain kelahiran Sao Paulo, 20 Oktober 1988 ini mencetak gol supercepatnya kala Brasil menghadapi Turki di babak semifinal. Gol pembuka yang dicetaknya membawa Brasil menang 4-3. Sayang, Tim Samba takluk di final dari Meksiko.

Vaclav Masek (Cekoslowakia)
Partai: Meksiko vs Cekoslowakia
Ajang: Piala Dunia 1962
Waktu: 15 detik
Stadion Sausalito di Vina Del Mar (Meksiko) menjadi saksi bisu terukirnya nama Vaclav Masek sebagai pemain pertama yang mampu mencetak gol di bawah 20 detik, kala menjalani laga pamungkas di penyisihan grup menghadapi Meksiko. Sayang, timnya justru kalah 1-3. Uniknya, itulah satu-satunya gol Masek sepanjang Piala Dunia 1962.

Ernst Lehner (Jerman)
Partai: Jerman vs Austria
Ajang: Piala Dunia 1934
Waktu: 24 detik
Hanya tiga hari sebelum final Piala Dunia 1934 yang mempertemukan Italia dan Cekoslovakia, publik dibuat tercengang oleh Ernst Lehner. Dia menjebol gawang Austria pada detik ke-24 pada perebutan tempat ketiga di Napoli. Gol itu membawa Jerman menang 3-2 atas lawannya itu.

Bryan Robson (Inggris)
Partai: Inggris vs Perancis
Ajang: Piala Dunia 1982
Waktu: 27 detik
Bertempat di Stadion San Mames, Bilbao (Spanyol), gelandang Bryan Robson membuka laga di penyisihan Grup 4 lewat gol cepatnya ke gawang Perancis. Robson menjadi aktor utama kemenangan Inggris 3-1 pada laga itu karena gol kedua The Three Lions juga lahir dari kakinya.

Bernard Lacombe (Perancis)
Partai: Perancis vs Italia
Ajang: Piala Dunia 1978
Waktu: 37 detik
Dino Zoff memang kiper jempolan. Tapi, dia tak bisa berbuat banyak untuk menangkal gol Bernard Lacombe saat Italia bertemu Perancis di laga pembuka Grup 1. Untungnya, gol Lacombe itu dibalas tuntas oleh Paolo Rossi dan Renato Zaccarelli yang membawa Italia unggul 2-1. Perancis akhirnya gagal lolos ke babak berikutnya.

Adalbert Desu (Rumania)
Partai: Peru vs Rumania
Ajang: Piala Dunia 1930
Waktu: 50 detik
Pada laga pembuka penyisihan Grup 3 di Stadion Pocitos, Montevideo (Uruguay), Adalbert Desu menjadi orang pertama yang sanggup menjebol gawang lawan kala pertandingan belum berjalan satu menit. Dia hanya butuh 50 detik untuk menjebol gawang Peru yang dikawal Juan Valdivieso dan mengantar timnya menang 3-1.

Celso Ayala (Paraguay)
Partai: Nigeria vs Paraguay
Ajang: Piala Dunia 1998
Waktu: 52 detik
Bek tangguh ini sangat spesial. Dialah satu-satunya defender yang berada di daftar pencetak gol tercepat. Berkat aksinya menjebol gawang Peter Rufai, dia mengantar Paraguay menang 3-1 atas Nigeria dan memastikan tiket ke babak berikutnya. Sayang, langkah mereka terhenti karena kalah dari Perancis lewat perpanjangan waktu.
Read More..

Free Back Link Auto Generate

Ada tips SEO yang lumayan asyik nieh. Dapetnya pas search tips Seo di webnya Mas Tomi, berupa Back Link gratisan...

Bagi yang pengen backlink gratisan, ini ada list yang lumayan buat nambah backlink. Ganti aja belakangnya (the-kops.blogspot.com) dengan nama domain kamu. Sumbernya dimana lagi kalo bukan JIS Portal Webmaster Forum ;)

1. http://www.urltrends.com/viewtrend.php?url=www.the-kops.blogspot.com
2. http://www.whois.net/whois_new.cgi?d=the-kops.blogspot&tld=com
3. http://whois.domaintools.com/the-kops.blogspot.com
4. http://www.aboutus.org/the-kops.blogspot.com

5. http://www.quickwhois.co.uk/whois.php?domain=the-kops.blogspot.com&button1=Check
6. http://www.iwebtool.com/pagerank_checker?domain=www.the-kops.blogspot.com
7. http://www.sitetiki.com/the-kops.blogspot.com
8. http://www.websiteoutlook.com/www.the-kops.blogspot.com
9. http://www.statbrain.com/www.the-kops.blogspot.com
10. http://www.builtwith.com/?the-kops.blogspot.com

11. http://www.siteadvisor.cn/sites/the-kops.blogspot.com/summary/
12. http://whoisx.co.uk/the-kops.blogspot.com
13. http://uptime.netcraft.com/up/graph?site=www.the-kops.blogspot.com
14. http://seoarena.org/sh/www.the-kops.blogspot.com/
15. http://www.goldencalfnyc.com/index.php?keyword=http://www.the-kops.blogspot.com/&search=Search
16. http://tgsc.ru/redirect/http://www.the-kops.blogspot.com/.html

17. http://www.sitedossier.com/site/www.the-kops.blogspot.com
18. http://toolbar.netcraft.com/site_report?url=http://www.the-kops.blogspot.com
19. http://uptime.netcraft.com/up/graph?site=www.the-kops.blogspot.com
20. http://www.quantcast.com/www.the-kops.blogspot.com
21. http://www.protect-x.com/info/www.the-kops.blogspot.com
22. http://www.feedest.com/feedHost.cfm/host/www.the-kops.blogspot.com

23. http://www.urladex.com/index.py?page=url&url=www.the-kops.blogspot.com
24. http://www.websitegrader.com/badge/tabid/74762/Default.aspx

25. http://siteadvisor.se/sites/the-kops.blogspot.com/summary/
26. http://www.alexa.com/data/details/main/the-kops.blogspot.com
27. http://searchanalytics.compete.com/site_referrals/the-kops.blogspot.com
28. http://www.statsaholic.com/the-kops.blogspot.com

29. http://www.who.is/whois-com/the-kops.blogspot.com/
30. http://boardreader.com/domain/the-kops.com
31. http://www.whois.ws/whois-com/ip-address/the-kops.blogspot.com/
32. http://hindi.avadhwebs.com/website/the-kops.blogspot.com
Read More..

Kamis, 22 Januari 2009

PROFILE: FRANCESCO TOTTI


DI dunia sepak bola yang kian materialistis ini, jarang ada pemain seperti Francesco Totti. Kapten AS Roma ini begitu unik karena berani menolak segepok uang hanya demi bertahan di tim yang membesarkannya.Padahal tak sedikit klub besar Eropa yang meminatinya. Sebut saja Real Madrid, AC Milan, Inter Milan, hingga Juventus. Namun Totti bergeming. Dia lebih memilih bersama Roma yang telah dibelanya sejak dari junior.

Totti memang dibesarkan oleh akademi sepak bola Roma. Talentanya sejak kecil sudah terlihat istimewa. Terbukti, semasa junior, Milan telah mendekatinya. Namun sang ibu, Fiorella menolaknya karena tidak ingin anaknya pergi meninggalkan Kota Roma. Jadilah pada 1989, Totti kecil masuk ke tim junior Roma.


Tiga tahun berselang, tepatnya pada musim 1992-93, Totti memulai kariernya sebagai pemain professional. Di musim itu dia dimainkan dua kali di Serie-A. Namun karier Totti baru melejit pada musim 1994-95 yang ditandai dengan 21 penampilan di Serie-A. Pada musim ini juga Totti mulai mengamankan tempat di susunan pemain starter Roma.

Posisi asli Totti sebenarnya adalah striker. Namun penggemar Giuseppe Giannini ini juga piawai dalam mengumpan. Ini membuatnya tak canggung dimainkan sebagai penyerang kedua. Bahkan mungkin inilah posisi terbaik yang bisa dimainkan oleh Totti.

Meski demikian, Totti juga lihai dimainkan di posisi lain. Pada masa dilatih Zdenek Zeman, pemain kelahiran 27 September 1976 ini bermain sebagai winger kiri dalam pola 4-3-3 yang dipakai Roma. Tapi itu tidak mengurangi ketajamannya. Faktanya antara musim 1997-98 dan 1998-99, Totti menceploskan 25 gol di Serie-A.

Lama kelamaan Totti makin dicintai Romanisti. Pada 1997, dia sudah dipercaya menjadi kapten I Giallorossi. Hingga kini posisi itu terus dipertahankannya.

Sebuah hal yang wajar karena Totti adalah segala-galanya bagi Roma. Dialah yang memimpin Roma merebut scudetto pada musim 2000-01. Ketika itu, di bawah asuhan pelatih Fabio Capello, Totti yang dimainkan di belakang dua penyerang menjadi ispirator serangan Roma. Tak ayal, Totti merebut gelar pemain terbaik Italia 2001.

Sesudahnya Totti terus menjadi pemimpin bagi timnya. Ketajamannya juga tidak berkurang. Itu ditandai dengan gol keseratusnya di Serie-A yang dicetaknya ke gawang Inter Milan pada 3 Oktober 2004.

Saat Roma mulai dilatih oleh Luciano Spalletti, peran Totti bertambah besar. Kali ini dia dipercaya sebagai ujung tombak dalam pola 4-2-3-1. Namun lagi-lagi Totti menjadi striker istimewa. Dia tidak hanya bertugas mencetak gol, namun juga membuka ruang bagi gelandang serang di belakangnya.

Toh, peran itu tidak mengurangi ketajamannya. Sebaliknya Totti menemukan masa keemasannya dalam menjebol gawang lawan. Buktinya Golden Boot 2007 direbutnya usai mencetak 26 gol di Serie-A pada musim 2006-07.

Sekarang Totti bertambah tidak tergantikan di dalam tim Roma. Hingga akhirnya muncul keyakinan, permainan Roma pasti akan memble jika tidak ada Totti, atau jika Totti bermain buruk.
Read More..

PROFIL: CESC FABREGAS


Permainan indah dan agresif ala Arsenal tidak bisa dilepaskan dari peran Francesc Fabregas. Gelandang asal Spanyol inilah otak permainan The Gunners.Fabregas dikenal sebagai seorang playmaker andal. Umpan-umpannya jitu dan terukur. Padahal Fabregas masih terhitung belia. Umurnya baru menginjak 20 tahun. Tapi, hebatnya dia mampu bermain seperti pemain dewasa yang telah kenyang pengalaman.

Fabregas direkrut Arsenal dari Barcelona dengan tebusan 2,25 juta pounds (sekitar Rp40,8 miliar) pada Oktober 2003. Dia melakukan debut di Arsenal dengan bermain melawan Rotherham United di Piala Carling (28/10/03). Ini menjadikannya pemain termuda yang pernah membela Arsenal. Waktu itu Fabregas berumur 16 tahun 177 hari.

Kendati demikian, Fabregas belum merasakan Premier League. Baru di musim 2004-05, dia tampil di Premier League. Debutnya terjadi 15 Agustus 2004 melawan Everton. Lagi-lagi, debutnya menjadi rekor. Fabregas menjadi pemain termuda Arsenal yang pernah bermain di Premier League. Dia melakukannya di umur 17 tahun 103 hari.

Tampil di tim utama pada musim kedua di Arsenal sebelumnya tak pernah terbayangkan oleh Fabregas. Maklum, di Arsenal bercokol gelandang hebat seperti Patrick Vieira. Namun kenyataan berbeda. Fabregas sering ditampilkan seiring cedera yang menimpa Vieira.

Lambat laun penampilan Fabregas terus berkembang. Dirinya makin memperlihatkan kemampuan sebagai jendral lapangan tengah. Ini membuat Arsenal berani melepas Vieira ke Juventus pada awal musim 2005-06 karena yakin terhadap kemampuannya. Bukti kepercayaan The Gunners salah satunya diperlihatkan dengan memberikan nomor kostum 4 yang dulu dipakai Vieira kepadanya.

Sesudah itu Fabregas mantap menjadi pemain utama. Hasilnya sungguh positif. Dia berhasil mengantar timnya menembus final Liga Champions 2005-06. Sayang timnya kalah dari Barcelona.

Musim berikutnya, Fabregas tetap mempertahan posisinya. Dia dimainkan dalam 38 pertandingan di Premier League. Ini membuatnya mendapat anugerah Golden Boy dari media Italia, Tuttosport.

Pada musim 2007-08, Fabregas makin berkembang. Terbukti dia mampu menaikkan ketajamannya. Wajar manajer Arsenal, Arsene Wenger melakukan tindakan tidak biasa. Pada Oktober 2006, dia memperpanjang kontrak Fabregas hingga 2014. Tindakan yang istimewa karena biasanya Wenger engan mengontrak pemain dalam jangka panjang. Tapi demi Fabregas, Wenger rela melakukannya karena sadar pemain ini adalah otak permainan dan masa depan The Gunners.


Read More..

PROFIL: JOHN TERRY


JIKA dicari siapa pemain produk asli Chelsea yang paling menonjol sejauh ini, mungkin semua sepakat menyebut nama John Terry. Defender berusia 27 tahun ini memang telah menjadi figur sentral kesuksesan Chelsea dalam beberapa tahun terakhir.

Kini, Terry merupakan sosok yang tak tergantikan di lini belakang The Blues. Sebanyak enam trofi telah dikoleksinya semenjak menjabat sebagai kapten tim sepeninggal bek asal Perancis, Marcel Desailly.

Sejauh ini puncak prestasi Terry adalah ketika membawa Chelsea meraih double winners di musim 2004-05. Gelar juara Premier League dan Piala Liga berhasil disandingkannya dengan gelar pribadi PFA Player of the Year dan Defender terbaik Liga Champions di musim yang sama.

Tepat di usia 14 tahun, Terry kecil bergabung bersama akademi sepak bola Chelsea. Di sinilah Terry sempat mengalami transformasi posisi dari gelandang hingga menjadi seorang defender sampai sekarang.

Pada 1998, Terry mendapatkan kontrak profesional pertamanya di Chelsea. Tanpa harus menunggu lama tepatnya 28 Oktober 1998, pemuda kelahiran Barking, London Timur, 7 Desember 1980 ini, langsung berkesempatan melakoni debutnya di tim senior saat melawan Aston Villa di ajang Premier League.

Namun di usianya yang masih 18 tahun, Terry belum mendapat kesempatan banyak dari The Blues untuk menunjukkan bakat bermainnya. Imbasnya, Terry dipinjamkan ke Nottingham Forest selama satu musim.

Sekembalinya ke Stamford Bridge pada musim 2000-01, kesempatan untuk Terry mulai datang. Dia mampu bermain sebanyak 23 penampilan sepanjang musim, hingga terpilih sebagai pemain terbaik di Chelsea pada akhir musim.

Perkembangan karier Terry kian berlanjut. Pada musim berikutnya kala dirinya dipercaya mendampingi Desailly di jantung pertahanan. Sepanjang musim Terry mampu mengkoleksi 33 penampilan dengan koleksi sebiji gol. Di tahun ini juga Terry pertama kali mengenakan ban kapten di lengannya, ketika menggantikan Desailly yang tidak tampil saat melawan Charlton Athletic, 5 Desember 2001.

Mulai musim 2003-04. Terry lebih sering menjabat sebagai kapten seiring Desailly yang hampir sepanjang musim absen karena cedera. Bersama tandem barunya kala itu, William Galas, Terry mampu menunjukkan kapasitasnya sebagai tembok tangguh dijantung pertahanan The Blues di era pelatih Claudio Ranieri.

Di musim 2004-05 beberapa perubahan besar terjadi di kubu Chelsea. Pelatih Claudio Ranieri digantikan oleh Jose Mourinho, sementara kapten Marcel Desailly resmi keluar dari Stamford Bridge. Di tahun inilah Terry mulai muncul sebagai andalan utama di jantung pertahanan The Blues. Jabatan kapten resmi diembannya sebagai suksesor Desailly. Sementara, di akhir musim, gelar juara Premier League pertamanya berhasil diraih bersamaan dengan gelar Piala Liga.

Berbagai kesuksesan mulai diraih Terry di musim ini. Selain dua gelar tersebut, Terry juga meraih gelar pribadi yaitu PFA Player of the Year dan Defender terbaik Liga Champions di musim yang sama. Trofi Premier League pun mampu dipertahankannya di musim berikutnya, sayang tidak dengan trofi Piala Liga.

Di tahun 2006, Terry sempat mengalami beberapa kejadian unik selama kariernya di Chelsea. 14 Oktober 2006, untuk kali pertama Terry bermain di posisi penjaga gawang akibat Petr Cech dan Carlo Cudicini cedera saat laga. Pada 5 November 2006, untuk pertama kali Terry di usir wasit dari dalam lapangan. Saat itu, Terry mendapatkan dua kartu kuning dari wasit Graham Poll, hingga mendapat kartu merah pertamanya selama berseragam The Blues.

Meski telah memperoleh banyak gelar, namun masih ada satu impian yang belum dicapai Terry bersama Chelsea, yaitu gelar juara Liga Champions. Musim 2007-08 lalu, mereka hampir memperolehnya setelah mampu melaju ke final untuk menantang Manchester United. Sayang kegagalan Terry dalam mengeksekusi penalti membuatnya harus melupakan gelar impiannya itu.

Namun, perjalanan Terry bersama The Blues masih cukup panjang. Di usianya yang masih 27 tahun, Terry masih memiliki waktu untuk mewujudkan impiannya.
Read More..

DANIELE DE ROSSI


De Rossi dikenal sebagai pemain yang sportif. Dia pernah meminta wasir Mauro Bergonzi membatalkan golnya ke gawang Messina di musim 2003-04 karena mengaku mencetak gol dengan tangannya. Wasit yang sempat mengesahkan gol tersebut akhirnya menganulirnya, setelah mendengar pengakuan langsung dari De Rossi.
DANIELE De Rossi diyakini akan menjadi pemain besar Italia dalam beberapa tahun kedepan. Tidak dipungkiri, indikasi ke arah sana sudah terlihat setelah sang pemain menjadi salah satu pahlawan kemenangan Gli Azzurri saat menjuarai Piala Dunia 2006 lalu di Jerman.

De Rossi adalah calon kapten masa depan di klubnya AS Roma, maupun di timnas Italia. Bersama I Gialorossi, De Rossi kini hanya berdiri di balik bayang-bayang sang kapten utama, Francesco Totti.

Namun, dengan usia Totti yang telah mencapai 31 tahun, sementara De Rossi baru 25 tahun, tampuk kepemimpinan Roma hanya tinggal menunggu waktu untuk beralih ke pemain kelahiran 24 Juli 1983 itu. Di timnas Italia, De Rossi sudah mampu menggeser Totti dengan mewarisi nomor punggung 10 di Piala Eropa 2008 lalu.

De Rossi merupakan produk asli pembinaan akademi Roma. Sejak melakoni debut pada 10 Oktober 2001 lalu, perlahan-lahan De Rossi mulai bersaing untuk merebut posisi utama di lini tengah I Gialorossi. Meski hanya tampil empat kali di musim 2001-02, namun tanda-tanda kebintangan De Rossi sudah mulai terlihat kala itu.

Di musim berikutnya, De Rossi memperoleh sedikit kemajuan dengan mengkoleksi tujuh penampilan dan raihan dua gol. Karier De Rossi mulai meningkat pesat di musim 2003-04 saat dirinya mampu tampil di 27 laga I Gialorossi, meski hanya mengkoleksi 1 gol. Di musim ini juga De Rossi mampu membawa timnas Italia menjadi juara Piala Eropa U-21.

Di musim 2004-05, dia bermain sebanyak 38 kali dengan torehan 4 gol. Koleksi golnya meningkat menjadi enam gol dari 44 penampilan, di musim berikutnya

Setelah mampu mencapai prestasi terbaik dengan membawa Gli Azzurri menjadi kampiun di Piala Dunia, pada Juli 2006, posisi De Rossi kian tak tergantikan di sektor tengah I Gialorossi. Dua musim terakhir, dia mampu mengantarkan Roma merebut dua kali Coppa Italia, serta satu Piala Super Italia.

Kini, De Rossi sudah menjadi bintang besar, bukan lagi bergelar pemain berbakat seperti beberapa tahun yang lalu. Tidak sedikit klub besar di Eropa yang berusaha merayu De Rossi untuk keluar dari Olimpico, Roma. Mulai dari Chelsea, Real Madrid, hingga rival Imereka di Serie-A, Inter Milan, secara kontinyu terus mendekatinya.

Bujukan itu tidak mempan membuat sang pemain bergeming untuk keluar dari Roma. Pada 30 Juni lalu, De Rossi justru menandatangani ikrar setianyakepada Roma dengan memperpanjang kontraknya selama empat tahun, atau hingga 2012 mendatang. De Rossi sadar betul, dengan bertahannya dia di Roma, lambat laun gelar pangeran baru Roma akan tersemat kepadanya.
Read More..

Foreigner Terloyal di Premier League


Liga yang kian didominasi pemain asing. Itulah label yang melekat pada Premier League. Pasalnya, line-up klub-klub lebih dikuasai para pemain asing. Contoh teraktual tentulah Arsenal yang kian jarang menempatkan putra asli Inggris di tim utama. Secara khusus, publik Inggris mulai sinis terhadap para foreigner alias pemain non-Britania Raya.Menyangkut keberadaan para foreigner, ada satu catatan menarik. Itu adalah fakta bahwa hanya sedikit dari mereka yang bertahan lama di sebuah klub dan membela klub itu dalam banyak laga.

Mark Schwarzer
Kiper asal Australia ini tercatat sebagai pemegang rekor terbanyak tampil di Premier League bersama satu klub. Dia tercatat melakoni 332 laga bersama Middlesbrough sejak bergabung pada 1997-98. Dia melampaui rekor lama atas nama Dennis Bergkamp yang membela Arsenal dalam 315 laga di Premier League dalam kurun waktu 1995 hingga 2006. Sayang, catatan Schwarzer dipastikan terhenti di angka 332 karena dia sudah resmi hengkang ke Fulham pada awal musim ini.

Sami Hyypia
Dari semua pemain asing yang masih aktif dan bertahan di sebuah klub, defender asal Finlandia ini tercatat sebagai pemain yang berada paling dekat dengan Schwarzer. Hingga akhir musim 2007-08, dia telah melakoni 302 laga di Premier League bersama Liverpool. Dia hanya butuh 30 laga lagi untuk menyamai Schwarzer. Namun, peluangnya terbilang kecil karena kian jarang diturunkan oleh manajer Rafael Benitez.

Dominasi Kiper
Dalam daftar sepuluh besar pemain dengan penampilan terbanyak bersama sebuah klub di Premier League, ternyata kiper adalah yang paling dominan. Hingga akhir musim 2007-08, ada empat kiper yang bercokol di sana. Mereka adalah Mark Schwarzer (332 partai), Brad Friedel (261), Peter Schmeichel (252), dan Jussi Jaaskelainen (250). Dari keempat nama itu, tinggal Jaaskelainen yang masih bertahan di klubnya, Bolton Wanderers.

Trio Arsenal
Jika dari segi posisi, pendominasi adalah kiper, dari segi klub, Arsenal-lah yang paling berjaya. Pasalnya, The Gunners menempatkan tiga pemainnya di urutan 10-besar. Ketiganya adalah Dennis Bergkamp (315 partai), Patrick Vieira (279), dan Thierry Henry (254). Di belakang Arsenal adalah Manchester United. Selain Schmeichel, Red Devils menempatkan Mikael Silvestre yang hingga akhir musim lalu telah 249 kali tampil.
Read More..

Sepuluh Fakta Menarik Tentang Nemanja Vidic

Penampilannya yang tanpa kompromi di lapangan hijau dan kesiapannya untuk beradu fisik membuat Nemanja Vidic menjadi pemain yang sangat ditakuti oleh para striker yang tampil melawan Manchester United.Apalagi ditambah dengan tinggi badannya yang membuatnya menjadi ancaman dalam setiap tendangan sudut.

Vida sekarang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari lini belakang Setan Merah. Kerja samanya dengan Rio Ferdinand bahkan telah membuat keduanya disamakan dengan dua bek tengah legendaris United Steve Bruce dan Gary Pallister.

Bahkan saat Ferdinand absen karena cedera, Vida menjadi andalan utama di belakang untuk membimbing pemain muda Jonny Evans dan berhasil membuat United menyamai rekor Chelsea di Liga Primer dengan tidak kebobolan selama 10 pertandingan berturut-turut.

Peran sebagai pembimbing itu akan ia teruskan dengan menjadi "ayah angkat" bagi pemain muda Serbia Zoran Tosic yang baru saja bergabung dengan United.

Mari kita mengenal lebih jauh Pembunuh Dari Serbia ini lewat sepuluh fakta menarik mengenai dirinya:

10. Lahir di kota Titovo Uzice pada 21 October 1981 dari pasangan Dragoljub, seorang pensiunan pekerja di pabrik tembaga, dan Zora, seorang pegawai bank, Vida juga mempunyai seorang kakak laki-laki bernama Dusan. Keduanya saat masih kecil sempat bergabung di tim lokal mereka Jedinstvo Uzice. Saat masih kecil, Vida lebih senang bermain sebagai striker sampai pelatihnya menyuruhnya untuk menjadi bek.

9. Klub favorit Vida adalah Red Star Belgrade dan klub itu memberinya kesempatan untuk bermain sepakbola secara serius dengan mengontraknya ke dalam tim remaja mereka sebelum ia genap berusia 15 tahun. Ia akhirnya masuk ke dalam tim inti dan menjadi kapten tim tersebut. Prestasi tertingginya sebagai kapten adalah dengan membawa Red Star meraih gelar ganda di liga domestik pada musim 2003-04.

8. Debut Vida bagi United terjadi di putaran kedua semi-final Piala Liga melawan Blackburn Rovers pada 25 Januari 2006 dengan menggantikan Ruud van Nistelrooy. Hingga saat ini, ia secara total telah bermain sebanyak 129 kali bagi United dan mencetak 10 gol.

7. Vida telah berkeluarga dengan menikahi Ana Ivanovic yang merupakan mahasiswi fakultas ekonomi di Belgrade University. Keduanya telah dikaruniai seorang anak laki-laki yang diberi nama Luka. Ana merupakan seorang pengungsi dari Kosovo yang sangat kontras dengan Vida yang berasal dari Serbia. Resepsi pernikahan keduanya, yang hanya dihadiri oleh teman dekat dan keluarga mereka, dilangsungkan di sebuah restoran sederhana di pegunungan Zlatibor dekat kota kelahiran Vida.

6. Sebelum menjadi pemain Setan Merah, Vida sempat menjadi target Liverpool dan juga Fiorentina. Bahkan kabarnya ia telah menandatangani kontrak dengan La Viola, sebelum akhirnya ia memilih pindah ke Old Trafford. Akibatnya, pihak Fiorentina sempat mengancam untuk melaporkan United ke FIFA walau akhirnya hal itu dibatalkan. Namun sebuah pernyataan yang dikeluarkan klub Serie A itu menyebut Vida sebagai "tidak dapat dipercaya".

5. Vida merupakan bagian dari lini belakang tim nasional Serbia yang hanya kebobolan satu gol saja selama pertandingan kualifikasi untuk Piala Dunia 2006. Ketiga pemain lainnya adalah Mladen Kristajic, Ivica Dragutinovic, dan Goran Gavrancic. Ironisnya, ia tidak dapat tampil sama sekali saat turnamen itu berlangsung setelah terkena cedera lutut parah karena benturan dengan rekan timnya Mateja Kezman saat latihan.

4. Sahabat karib Vida di lapangan hijau adalah Vladimir Dimitrijevic yang sayangnya meninggal di usia 20 tahun saat latihan karena terkena serangan jantung. Vida mengatakan kalau keduanya tidak terpisahkan dan mempunyai mimpi yang sama untuk meraih prestasi tertinggi bersama Red Star.

3. Gelar sebagai Pemain Serbia Terbaik Di Luar Negeri tiga kali disabet oleh Vida. Yang pertama pada 2005 diraih saat ia masih menjadi pemain Spartak Moscow. Sedangkan gelar di 2007 dan 2008 tentunya diraih berkat permainannya dalam membela Setan Merah.

2. Meski kini ia berposisi sebagai bek tengah, tidak ada pemain di posisi itu yang menjadi idola Vida. Ia malah lebih menyukai pemain penyerang seperti Dejan Savicevic atau Robert Prosinecki yang dulu juga bermain bagi Red Star.

1. Sebuah berita yang berkembang di Serbia menyebutkan kalau Vida sangat rentan terkena cedera punggung, dan kabarnya itu karena ada dua jari yang saling menempel di salah satu kakinya. Nasihat yang diberikan kepada pelatih timnas Serbia Javier Clemente saat itu oleh salah seorang stafnya Goran Stevanovic mengenai situasi tersebut simpel saja. Govanovic mengatakan kalau Clemente harus pergi ke gereja dan menyalakan lilin di sana setiap pagi untuk berdoa agar Vida tidak terkena cedera.
Read More..

Selasa, 20 Januari 2009

Sepuluh Hal Paling Menarik Tentang Franck Ribery

Kesuksesan Bayern Muenchen di musim ini tak terlepas dari campur tangan seorang Franck Ribery. Performa bagusnya di lini tengah membuat The Bavarian tak kesulitan membuahkan kemenangan.Namun performa seperti itu sudah tampak sejak usia remaja. Semua itu didapatnya setelah mengalami pahit manisnya sebagai seorang pesepakbola.

Inilah sepuluh hal yang paling menarik mengenai Franck Ribery:

10. Franck Ribery adalah nama awalnya saat lahir dan besar di Boulogne-sur-Mer, Prancis 7 April 25 tahun silam. Setelah menjadi muslim, dia menambahkan nama Bilal di tengah namanya itu, menjadi Franck Bilal Ribery.

9. Ribery memulai karir profesionalnya di US Boulogne di musim 2001/02, setelah dua musim masuk dalam tim junior.

8. Empat tahunnya di dunia sepakbola profesional, Ribery kerap berganti-ganti klub. Selain US Boulogne, tiga tim Ribery lain adalah Olympique Ales, Stade Brestois dan FC Metz.

7. Galatasaray Turki menjadi tim asing pertama Ribery. Namun di klub Turki ini perjalanan karirnya tidak berjalan lama karena di pertengahan musim Ribery memutus kontraknya setelah tidak digaji selama empat bulan, dan kemudian hijrah ke Olympique Marseille.

6. Transfer Ribery dari Galatasaray ke Marseille dinilai bermasalah hingga akhirnya kasus tersebut dibawa ke Pengadilan Arbitrasi Olahraga (CAS). Setelah proses panjang pengadilan, Ribery tetap diklaim sah menjadi milik Marseille oleh FIFA.

5. Ribery mendapat caps pertamanya bersama Prancis saat Les Bleus menang 1-0 atas Meksiko pada 27 Mei 2006. Di laga tersebut, ia masuk menggantikan David Trezeguet di menit 74.

4. Ribery identik dengan luka sayat di wajahnya. Bekas luka itu didapatnya saat terlibat dalam kecelakaan kala dia masih berusia dua tahun. Ribery mendapat 100 jahitan lebih di bagian kanan wajahnya.

3. Wahiba adalah istri Ribery, ibu dari dua putri yang merupakan buah hati mereka, Hizya dan Shakinez. Karena Wahiba-lah Ribery berganti keyakinan.

2. Ribery merupakan mualaf yang taat. Selain menjalankan ibadah secara rutin, dia juga selalu berdoa dengan khusyuk sesaat sebelum pertandingan dengan mengangkat tangannya.

1. Ribery termasuk pesepakbola sukses. Di usianya yang baru 25 tahun, dia sudah mengoleksi berbagai gelar, antara lain satu gelar Fortis Piala Turki bersama Galatasaray di musim 2004/05, Piala Intertoto bersama Maeseille di tahun 2005, Piala Liga Jerman bersama Bayern Muenchen di tahun 2007, Piala Jerman dan Bundesliga Jerman di tahun 2008, Penghargaan Pemain Terbaik Prancis di tahun 2007 dan 2008, juga Pesepakbola Jerman terbaik di tahun 2008.
Read More..

Rabu, 14 Januari 2009

Gets Fash Cash Loans

There are many needs of our day-to-day. Among the many needs that whether we are able to pay it all? If not, we should consider the extra money to get through the trusted website where fast cash payday loans. Fast cash from this website, we can use it to meet the needs and can even be used as capital. Wow that is so interest! "Fast cash payday loans" help to the people who are search of cash loans.

First to get a loan quickly. You should visit and check the box in three to their website. If you have reviewed all the three, well, farewell, you are in competence. After that you can ask for here payday loan. They lend money between $ 100 to $ 2500. If you need quick cash loan so here is the place.

The term is also easy, you need to be 18 years of age, you have the income or be variable, and you have an active bank account. If you have any requirements to three, you can make an application to their website soon.

Read More..

Get Cash Loan from Pacificadvance.com

Anywhere you reside in and any is target of you, if you need money?. From which money you earn? your family? consanquinity?. How if their money a few. Surely you bewilder. Best solution of him is you can get it by online pass trustworthy website of Cash loans . You will get loan money considerably easy to. Money that you borrow earn you use for everyday you. Cash loans will loan money between $ 100 to $ 2,500 , your credit history tanpamelihat. Is represent most precise solution
There no storm and stress to conduct this. You remain to enter Cash loans , and equip a number of easy conditions [is] you have to at least 18 age year, have a bank or credit union account with your name preprinted on the checks or saving accounts, you must be at least 18 years old, have a gross income of at least $1,000 per month or minimum $800 per month in social Security or other benefits income, and are not a resident of Colorado, Kansas or Georgia, West Virginia or Nevada.

Interest? Later Then better you check out this website now. They will actually assist you especially in time when you don't have money to fulfill your you.


Read More..

Selasa, 13 Januari 2009

Lazio, Klub Tertua Roma


Profil Singkat
Nama: Societa Sportiva Lazio SpA
Julukan: Biancocelesti (Putih Biru Langit), Aquiloti (Elang Muda), Le Aquile (Si Elang)
Berdiri: 9 Januari 1900
Stadion: Stadio Olympico, Roma (Kapasitas 72700)
Presiden: Claudio Lotito
Pelatih: Delio Rossi

Sejarah

Lazio berdiri di awal tahun 1900 di Prati, salah satu distrik kota Roma. Adapun pertama berdiri, Lazio bukan hanya berbentuk sebuah klub sepakbola, melainkan juga mengayomi cabang olahraga lain.

Lazio ambil bagian dalam kompetisi di tahun 1912. Lazio juga menjadi satu-satunya klub besar ibukota Italia yang tidak bersedia bergabung dalam merger yang digagas Benito Mussolini yang akhirnya membentuk klub baru berjuluk AS Roma.

Ikon warna Lazio terkenal dengan warna putih biru langit. Warna ini terinspirasi dari lambang nasional Yunani.

Kostum lazio untuk pertama kalinya terdiri dari tiga warna, yaitu putih, biru langit dan hitam. namun seiring berjalannya waktu warna hitam dihilangkan dan bertahan hingga saat ini.

Logo Lazio berwujud elang, yang merupakan pilihan Luigi Bigiarelli, pendiri Lazio. Diketahui lambang tersebut diambil dari logos pasukan kerajaan Roma yang disebut Aquila.

Prestasi

Sama seperti Roma, prestasi Lazio juga naik turun. Namun prestasi Lazio terlihat mencolok di akhir 90-an dan awal 2000. Di periode ini, Lazio ditangani oleh Sven Goran Eriksson.

Saudara tua AS Roma itu hanya meraih dua titel scudetto, yaitu di musim 1973/74 dan 1999/00, empat tropi Coppa Italia (1958, 1997/98, 1999/00, 2003/04) dan dua titel Piala Super Italia (1998 dan 2000). Lazio juga sempat menjadi kampiun Serie B di musim 1968/1969.

Di kompetisi Internasional, Lazio berhasil memenangi Piala Winners di musim 1998/99 dan Piala Super Eropa di tahun 1999.

Fakta Menarik Lain

- Saat pertama didirikan, Lazio merupakan sebuah klub olahraga dengan menaungi 37 cabang olahraga, terbanyak seantero Eropa saat itu.

- Lazio termasuk sebuah klub yang go public dengan menempatkan sahamnya di Borsa Italiana. Akan tetapi saham terbesar Lazio dipegang oleh Claudio Lotito dengan total 61,312 persen.
Read More..

PROFILE: Werder Bremen, Klub Bentukan Siswa SMK

Suatu hari di awal 1899, tepatnya 4 Februari, 16 siswa sekolah menengah kejuruan (SMK) berkumpul di sebuah tempat tak jauh dari sekolah mereka untuk merayakan sukses memenangkan turnamen sepakbola dan membawa pulang hadiah berupa perlengkapan olahraga. Mereka tidak sekadar berpesta, tapi membicarakan pembentukan sebuah klub yang diberi nama Fußballverein Werder. Kini, dunia mengenal klub bentukan siswa SMK itu dengan nama SV Werder Bremen.

Sejarah Singkat

Jarang sebuah klub kampung menggunakan kata regional Jerman, namun kelompok remaja SMK itu merasa perlu mempopulerkan tempat mereka kali pertama berlatih dan bermain sepakbola. Fußballverein berarti semenanjung sungai.

FV, demikian klub itu dikenal publiknya, menikmati sukses awal dengan memenangkan sejumlah turnamen lokal. Setelah sekian tahun, FV memberanikan diri ambil bagian dalam kualifikasi untuk kejuaraan nasional yang diselenggarakan oleh Norddeutscher Fussball Verband (NFV) -- salah satu dari tujuh legal regional terbesar setelah pergantian abad. FV gagal.

Namun FV membuatnya sejarahnya sendiri, dengan menjadi klub pertama yang menjual tiket kepada masyarakat yang ingin menyaksikan pertandingannya. Mereka memagari lapangan tempat bermain. Dari hasil penjualan tiket itulah FV membiayai dirinya.

April 1914 FV menjadi bagian Allgemeiner Bremer Turnverein 1860, dan dengan cepat dikenal sebagai Sportabteilung Werder des ABTV. Namun hubungan ini berjalan singkat. Setelah dua bulan, FV menempuh jalannya sendiri.

Setelah Perang Dunia I, klub mengadopsi olahraga lain, dan pada 19 Januari 1920 FV berganti nama menjadi Sportverein Werder Bremen. Sepakbola masih menjadi prioritas, dan dua tahun kemudian SV Werder Bremen menjadi klub pertama yang mendatangkan pelatih profesional.

Klub tampil reguler di akhir tahun untuk mengikuti putaran kualifikasi NFV sepanjang 1920-an dan awal 1930-an, tapi tidak pernah berhasil.

Di bawah rejim Republik Ketiga, sepakbola Jerman mengalami reorganisasi pada tahun 1933. Pemerintah Jerman saat itu memecah Divisi I menjadi 16, dan Werder Bremen bagian dalam Galuliga Niedersachsen.

Setahun kemudian Werder Bremen menikmati sukses pertamanya dengan meraih gelar liga. Lalu diikuti sukses berikutnya pada 1936 dan 1937. Kali pertama pula Werder Bremen ambil bagian dalam playoff kompetisi level nasional.

Gauligen berubah selama Perang Dunia II, dan tahun 1939 Gauliga Niedersachsen dipecah menjadi dua. Werder Bremen bermain di Gauliga Niedersachsen/Nord. Mereka sukses lagi, dengan meraih gelar keempat di tahun 1942.

Ketika perang mencapai Jerman, setelah Hitler dan pasukannya kalah di semua front pertempuran, Gauligen secara progresif menjadi lebih berkarakter lokal. The Gauliga Niedersachsen/Nord menjadi Gauliga Weser-Ems, lalu berubah lagi menjadi Gauliga Weser-Ems/Bremen dan bertahan selama dua tahun. Pada musim 1944-45, laga dihentikan setelah menjalani dua pertandingan.

Seperti semua organisasi di Jerman, Werder Bremen dibekukan atas perintah pasukan sekutu penakluk Jerman. Pada 10 November 1945 Werder Bremen dibentuk lagi dengan nama Turn- und Sportverein Werder 1945 Bremen. Beberapa bulan kemudian, tepatnya 4 Februari 1946, berganti nama menjadi Sport-Club Grün-Weiß 99 Bremen.

Kali ini klub bermain di Stadtliga Bremen. Setelah meraih satu gelar, mereka berpartisipasi di putaran turnamen Jerman utara, dan mencapai semifinal. Pada 25 Maret 1946, klub memperoleh kembali nama SV Werder.

Buruh Pabrik Tembakau

Dunia mengenal Bremen sebagai pasar tembakau dunia. Dari kota ini pula tembakau Deli yang terkenal merajai pasaran Eropa sampai saat ini.

Di tahun 40-an, pemain profesional belum diperbolehkan masuk ke Jerman, sehingga adalah biasa jika pemain sepakbola memiliki pekerjaan lain. Tak jarang para pemain juga pegawai perusahaan pemilik klub. Sejumlah pemain Werder juga bekerja di pabrik rokok Brinkmann. Akibatnya, Werder pernah dikenal dengan nama Texas 11 -- merk rokok yang dihasilkan perusahaan itu.

Sepanjang periode akhir perang sampai pembentukan Bundesliga di tahun 1963, Werder terus membangun diri menjadi salah satu klub terkemuka. Setelah direorganisasi, Werder menjadi satu dari dua klub papan atas Jerman utara. Lainnya adalah Hamburger SV.

Tahun 1961 mereka kali pertama memenangkan Piala Jerman. Werder Bremen dianggap layak bermain di Bundesliga. Asumsi itu tidak keliru. Pada musim kedua, Werder meraih gelar Bundesliga pertamanya. Musim 1967/1968 mereka menjadi runner up.

Sebagai upaya memajukan klub, Werder Bremen memboyong banyak pemain berbakat dengan harga tinggi. Rival-rivalnya di Budesliga mengejeknya dengan sebutan Millionaires, karena proyek itu ternyata gagal total. Kali pertama dalam sejarahnya, Werder Bremen merosot ke papan bawah dan terdegradasi ke Bundesliga-Nord pada musim 1980/1981.

Berkat Rehhagel

Werder benagkit dari keterpurukan di bawah arahan Otto Rehhagel. Pelatih yang menangani timnas Yunani itu memimpin Werder ke posisi runners-up Bundesliga 1983, 1985, dan 1986, juara 1998, tapi di Piala Jerman 1989 dan 1990 serta menang di tahun 1991. Diikuti dengan menjuarai Piala Winners 1992

Tahun 2993, Werder meraih gelar Bundesliga kali ketiga, di tahun berikutnya meraih telar Piala Jerman kali ketiga. Rehhagel meninggalkan Werder, Juni 1995 untuk menangani Bayern Munich.

Dampak kepergian Rehhagel sangat terasa. Pelaih berikutnya, Aad de Mos, Dixie Dorner, Wolrgang Sidka, dan Felix Magath, menjerumuskan klub ke kondisi kritis. Di tahun 1999, mantan defender dan pelatih amatir Thomas Schaaf mengambil alih tim, dan menghentikan kejatuhan Werder ke zona degradasi. Ia juga kembali memimpin Werder memenangkan Piala Jerman beberapa pekan kemudian.

Pada musim berikutnya, performa Werder relatif stabil dan secara reguler berada di papan tengah. Tahun 2004, Werder merengkuh dua gelar; Bundesliga dan Piala Jerman, dan menjadi satu dari tiga klub Jerman yang bisa melakukannya sepanjang sejarah sepakbola Jerman.

Di Liga Champions, Werder belum bisa berbuat banyak. Musim 2004/2005 hanya sempat mencapai babak 16. Pada musim 2006/2007, Werder mengali penyisihan grup dengan baik, tapi gagal melangkah ke babak 16, dan harus bermain di Piala UEFA.

Tradisi Klub

Pendukung Werder sejak lama menjalin kemitraan dengan Rot-Weiss Essen, yang kini bermain di Regionaliga -- atau Divisi IV. Mereka bermusuhan dengan fans Hamburger SV dan Bayern Munich. Terakhir, fans berseteru dengan Schalke 04, yang memboyong semua pemain top Werder; Ailton, Mladen Krstajic, Frank Rost, Oliver Reck, dan Fabian Ernst. Semua pemain itu disodorkan kontrak bernilai tinggi.

Bremen juga dikenal dengan tradisinya sebagai klub yang tak pernah memiliki konflik internal. Pemain dan pelatih meninggalkan tidak dengan negatif, dan semuanya damai-damai saja. Tidak hanya itu, Bremen juga dikenal dengan reputasinya sebagai klub yang secara finansial sehat.
Read More..

Jumat, 09 Januari 2009

CASILLAS KIPER TERBAIK VERSI IFFHS


KAPTEN timnas Spanyol, Iker Casillas, terpilih sebagai Kiper Terbaik Dunia 2008 versi International Federation of Football History & Statistics (IFFHS). Posisi Gianluigi Buffon pun berhasil disisihkannya.

Meski penampilan di Madrid tengah kurang mengesankan, namun kecemerlangannya di Euro 2008 membuat jurnalis dan pakar sepak bola dari 85 negara di dunia memilihnya sebagai yang terbaik.Casillas berhasil mengumpulkan nilai 249. Sementara Buffon, yang menjadi terbaik di musim lalu, berada di tempat kedua dengan 170 poin. Peringkat ketiga digaet oleh kiper Manchester United, Edwin van den Sar

Sementara itu di posisi gelandang, playmaker Barcelona dan timnas Spanyol, Xavi hernanedz menjadi yang terbaik setelah mengumpulkan 113 poin. Dia mengungguli peraih Ballon d Or tahun ini, Cristiano Ronaldo yang berada di tempat kedua dengan 94 poin. Di posisi penyerang, striker klub Colo Colo asal Argentina, Lucas Ramon Barrios, muncul sebagai yang teratas dengan raihan 37 gol dari 38 penampilan.

Daftar penghargaan IFFHS:

Kiper Terbaik:
1. Iker Casillas (Real Madrid/Spanyol), 249 poin
2. Gianluigi Buffon (Juventus/Italia,) 170
3. Edwin van der Sar (Manchester United/Belanda), 143
4. Petr Cech (Chelsea/Rep. Cheska), 108
5. Igor Akinfeev (CSKA Moskwa/Rusia), (23



Gelandang/Playmaker Terbaik:

1. Xavi Hernandez (Barcelona/Spanyol) 113 poin
2. Cristiano Ronaldo(Manchester United/Portugal) 94
3. Lionel Messi (Barcelona/Argentina) 83
4. Steven Gerrard (Liverpool/Inggris) 69



Penyerang Terbaik:

1. Lucas Ramon Barrios (Colo Colo/Argentina) 37 goal/38 penampilan
2. Klaas-Jan Huntelaar (Ajax Amsterdam/Belanda) 33 goal/34 penampilan
3. Miguel Alejandro Ximénez (Sporting Cristal/Uruguay) 32 goal/41 penampilan
4. Cristiano Ronaldo (Manchester United/Portugal) 31 goal/34 penampilan
Read More..

Juventus, Klub Italia Tersukses


Profil
Nama: Juventus Football Club S.p.A.
Julukan: La Vecchia Signora (Nyonya Tua), La Fidanzata d'Italia (Kekasih Italia), IL Bianconeri (Putih Hitam), Le Zebre (Si Zebra), Signora Omicidi (wanita Pembunuh)
Berdiri: 1 November 1897
Stadion: Stadio delle Alpi, Turin, Italy (Kapasitas 69,000)
Presiden: Giovanni Cobolli Gigli
Pelatih: Claudio Ranieri

Sejarah

Pertama didirikan oleh murid-murid sekolah Massimo D'Azeglio Lyceum di Turin pada 1897, Juventus memiliki nama awal Sport Club Juventus. Baru dua tahun kemudian berganti nama menjadi Foot-Ball Club Juventus.

Namun di tahun 1906, Juventus sudah mengalami perpecahan. Beberapa staff memutuskan meninggalkan Juventus yang kemudian diikuti oleh presiden Alfredo Dick yang kemudian mendirikan klub baru berjuluk FBC Torino.

Terkait emblem Juventus, pihak klub melakukan beberapa perubahan kecil. Modifikasi terakhir dilakukan pada musim 2004/05 hingga mengalami evolusi seperti yang sekarang ini.

Juventus juga merupakan salah satu klub yang kerap berpindah-pindah stadion. Setelah dua tahun pertama, di mana Juventus bermain di Parco del Valentino dan Parco Cittadella pada tahun 1897 dan 1898, mereka kemudian bermain di Piazza d'Armi Stadium hingga 1908 kecuali tahun 1905 dan 1906, saat mereka berkandang di Corso de Umberto.

Di periode 1909 hingga 1922, Juventus bermarkasa di Corso Sebastopoli Camp dan kemudian hijrah ke Corso Marsiglia Camp hingga 1933. Stadion Benito Mussolini (dulunya bernama stadion Comunale Vittorio Pozzo dan kini berubah menjadi Stadion Olimpico, Turin) menjadi marka Juve berikutnya hingga 1990 sebelum pindah ke Delle Alpi hingga 2005. Juve juga sempat berkandang di Renzo Barbera di Palermo, Dino Manuzzi di Cesena dan Giuseppe Meazza di Milan. Saat ini pihak klub sedang memperbaiki Delle Alpi dan mengembangkan berbagai fasilitas di stadion kebanggaan Bianconeri ini.

Prestasi

Merujuk pada sejarah, Juventus adalah klub Italia tersukses. Total 40 tropi dikoleksi dan Juventus adalah salah satu klub terbaik di dunia, dengan mengumpulkan 11 tropi internasional, yaitu rekor sembilan titel kompetisi UEFA dan dua gelar dunia, yang menjadikan mereka sebagai tim ketiga yang paling sering menang di Eropa dan keenam di dunia untuk kompetisi internasional antarklub.

Juventus juga memegang rekor terbanyak di Serie A Italia sebagai tim peraih juara terbanyak dengan 27 gelar dan memegang rekor juara secara berturut-turut, yaitu dari musim 1930/31 hingga 1934/35. Juventus juga memenangi Coppa Italia sebanyak sembilan kali dan sampai saat ini masih memegang rekor kemenangan secara keseluruhan.

Fakta Menarik Lain:

- Juventus identik dengan warna hitam putih dengan motif zebra. Namun dalam sejarahnya, sebelum tahun 1903, Juve sempat dikenal publik berkostum hitam merah muda. Pergantian warna kostum ini terjadi karena kesalahan pencucian, di mana salah satu ayah dari pemain Juve mencuci kostum pink tersebut hingga pudar.

- Kostum garis-garis hitam putih Juve pertama kalinya diekspor dari Inggris, tepatnya dari Nottingham yang mana supliernya adalah seorang suporter Nottingham County.

- Menurut La Repubblica Juventus adalah klub dengan basis massa pendukung terbanyak di dunia. Diperkirakan ada 170 juta tifosi Juventus yang tersebar di seluruh dunia, di mana 43 juta fans mereka diprediksi berdomisili di Eropa.

- Alessandro Del Piero memegang rekor penampilan terbanyak untuk klub di berbagai kompetisi, sementara Giampiero Boniperti memegang caps terbanyak di kancah domestik Serie A dengan 444 penampilan.

- Juventus adalah satu dari tiga klub Italia yang go public, dengan memiliki tempat di bursa saham Italia. Dua tim lain adalah Lazio dan Roma.

Read More..

Olympique Lyonnais, Penguasa Negeri Prancis


Profil
Nama: Olympique Lyonnais
Julukan: Les Gones (The Kids), Lyon, OL
Berdiri: 1899/1950
Stadion: Stade Gerland (Kapasitas, 41.000 penonton)
Ketua klub: Jean-Michel Aulas
Manajer/pelatih: Claude Puel
Musim 2007/08: Juara Ligue 1 Prancis

Sejarah Singkat

Lyon merupakan kota kedua terbesar di Prancis, setelah Paris. Salah satu daya tarik di kota tersebut adalah klub sepakbola mereka Olympique Lyonnais. Pada awal berdirinya, Olympique Lyonnais atau untuk lebih singkatnya disebut OL, menamakan dirinya Lyon Olympique.

Mereka tadinya merupakan bagian dari beberapa klub olahraga yang ada di kota Lyon. Tapi karena terjadi pertentangan antara klub sepakbola dan rugby, klub sepakbola memisahkan diri dan membentuk klub sendiri dengan nama Lyon Olympique yang dibentuka pada 1899. Para suporter OL pun tetap mengklaim klub kesayangan mereka resmi didirikan pada tahun tersebut.

Mereka memenangkan kejuaraan Prancis pada 1908 dan 1909, yang waktu itu masih belum menjadi kompetisi profesional. Pada 1920, OL resmi menggunakan Stade de Gerland sebagai stadion mereka sampai saat ini.

Saat memasuki liga profesional pada 1942, mereka mengubah nama lagi menjadi Lyon Olympique Universitaire. Mereka berhasil menembus Ligue 1 pada musim 1945/46 yang waktu itu masih disebut Divisi 1. Sayangnya, mereka hanya bertahan semusim dan kembali ke Divisi 2 di musim berikutnya.

Saat itu, OL masih berstatus klub semi-profesional. Karena perkembangan sepakbola yang sudah pesat, mereka harus segera beralih menjadi klub profesional untuk mengejar prestasi yang lebih tinggi dan konsisten.

Para petinggi klub saat itu, Felix Louot, Jean Mazier dan Abert Triliat, sepakat untuk mengubah klub mereka sebagai klub profesional dan mengubah nama klub menjadi Olympique Lyonnais pada 1950. Karena itu, OL juga kerap diaku baru resmi berdiri pada 1950 sebagai klub profesional. Pada musim 1950/51, OL juga kembali promosi ke Divisi 1.

Lagi-lagi mereka hanya bertahan semusim dan kembali degradasi ke Divisi 2. Pada musim 1954/55, barulah OL kembali promosi ke Divisi 1. Pada dekade 1960-an dan 1970-an, OL sempat tiga kali menjuarai Piala Prancis (Coupe de France), pada 1964, 1967 dan 1973. Meski begitu, mereka belum kunjung berhasil menjuarai Divisi 1.

Di awal 1980-an, prestasi OL justru menurun dan kembali terdegradasi pada musim 1982/83. Saat prestai mereka sedang terpuruk, datanglah Jean-Michel Aulas yang menjadi presiden klub. Ia berambisi untuk menjadikan OL sebagai klub terkuat di Prancis dan mampu bersaing di Eropa dalam beberapa tahun ke depan.

Pelatih timnas Prancis Raymond Domenech, waktu itu didapuk sebagai pelatih pada 1988. Baru setahun melatih, Domenech yang juga lahir di Lyon, mampu membawa klubnya menjuarai Divisi 2 dan tentunya kembali mendapat promosi ke Divisi 1. Pada musim 1989/90, OL kembali berlaga di Divisi 1 dan belum pernah terdegradasi lagi sampai sekarang.

Guy Stephan yang menjadi pelatih sejak 1995, mampu membawa OL menempati peringkat ketiga pada musim 1999/00. Memasuki milleium baru, menandai awal kejayaan OL di liga domestik. Jacques Santini ditunjuk sebagai pelatih menggantikan Stephan pada musim 2000/01. Di musim pertamanya, Santini langsung memberikan gelar Piala Liga (League Cup) dan peringkat kedua di Ligue 1.

Dominasi di Ligue 1

Prestasi yang diukir pasukan Santini pada musim 2000/01, seakan menandakan awal dominasi OL di Prancis. Pada musim 2001/02, OL untuk pertama kalinya menjuarai Ligue 1. Pestasi tersebut terulang sampai musim 2007/08. Uniknya, mereka juga beberapa kali mengganti pelatih, yang biasanya mundur karena desakan suporter dan media.

Santini mundur pada 2002 setelah didesak mundur para suporter karena gagal total di Liga Champions. Ia pun mengundurkan diri dan digantikan oleh Paul Le Guen. Mantan pelatih Rennes itu awalnya diragukan dan diprediksi akan gagal oleh berbagai media Prancis. Le Guen membawa OL menjuarai Ligue 1 selama tiga musim berturut-turut.

Pada musim 2003/04, OL untuk pertama kalinya lolos dari penyisihan grup Liga Champions dan menghadapi Real Sociedad di babak 16 besar. OL berhasil menyingkirkan klub asal Spanyol dan lolos ke babak perempat-final. Kali ini, langkah mereka harus terhenti dari FC Porto, yang akhirnya menjadi juara di musim itu.

Di musim berikutnya, OL kembali masuk perempat-final, sebelum disingkirkan PSV Eindhoven melalui adu tendangan penalti. Le Guen secara mengejutkan mengundurkan diri pada akhir musim 2004/05. Para fans menyayangkan kepergian Le Guen yang mereka kira akan menerima tawaran perpanjangan kontrak dari pihak manajemen.

Suksesor Le Guen adalah pelatih berpengalaman Gerard Houllier. Mantan pelatih Liverpool ini kembali melanjutkan dominasi OL di Ligue 1. Houlier diwarisi pemain-pemain berbakat, seperti Juninho Pernambucano, Sylvain Wiltord, Sidney Govou, Florent Malouda dan Gregory Coupet. Tapi ia gagal menahan Michael Essien yang hijrah ke Chelsea.

Houllier mendapuk Juninho sebagai kapten tim. Sampai sekarang, pemain asal Brasil itu masih memegang amanat tersebut. Juninho merupakan salah satu pemain kebanggaan suporter OL yang dikenal dengan kemampuan tendangan bebasnya yang jitu dan berteknik tinggi. Sejak memperkuat OL pada 2001, gelandang berusia 33 tahun ini sudah mencetak 94 gol dalam 265 pertandingan di Ligue 1.

Setelah dua musim yang sukses, Houllier mengundurkan diri dan kemudian digantikan oleh Alain Perrin. Mantan manajer Portsmouth itu juga berhasil mempersembahkan tropi juara Ligue 1. Tapi ia hanya bertahan semusim dan digantikan Claude Puel mulai awal musim ini.

Marc-Vivien Foe

Pada musim 2002/03, OL menerima kabar duka. Salah satu pemain mereka, Marc-Vivien Foe yang sedang dipinjamkan ke Manchester City, meninggal dunia pada 26 Juni 2003. Pemain asal Kamerun itu diduga meninggal karena serangan jantung saat sedang berlaga di Piala Konfederasi 2003. Ia menghembuskan napas terakhir, tak lama setelah pingsan di tengah lapangan saat timnya sedang bertandinga melawan Kolombia di semifinal Piala Konfederasi.

Kebetulan pertandingan diadakan di Stade de Gerland dan para suporter terkejut melihat Foe tergeletak di tengah lapangan. Meski sempat diberi bantuan oksigen buatan, Foe meninggal di ruang medis di stadion tersebut. Untuk menghormati kontribusinya, saat membawa OL menjuarai Ligue 1 pada musim 2001/02, nomor kostum 17 yang pernah dikenakan Foe sempat dipensiunkan. Tapi pada 2008, nomor tersebut dipergunakan kembali oleh pemain Kamerun lainnya, Jean Makoun.

Musim 2008/09

Kalau Olympique de Marseille diakui sebagai salah satu klub terbesar Prancis karena masa lalunya yang gemilang, Lyon justru sebaliknya. Saat ini, mereka adalah klub terhebat dan paling disegani di negeri anggur tersebut.

Buktinya, Lyon menjadi kampiun Ligue 1 dalam tujuh musim terakhir, dan dominasi mereka masih mungkin berlanjut kembali pada musim ini. Sampai pekan ke-19, Les Gones masih memuncaki klasemen. Tapi mereka hanya berselisih tiga poin dari urutan kedua, Bordeaux. Rennes dan Paris St Germain juga membayangi dengan ketat di peringkat ketiga dan keempat.

Di Liga Champions, meski mampu lolos ke babak 16 besar, peluang maju ke perempat-final termasuk berat. Karim Benzema cs akan menghadapi FC Barcelona yang sedang dalam performa terbaik dan memimpin klasemen La Liga Spanyol. Meski begitu, peluang measih tetap ada dan tidak usah terkejut kalau OL kembali merebut gelar Ligue 1 di musim ini.

Skuad utama:
Hugo Llloris (kiper), Kim Kallstrom/Fabio Grosso, Jean-Alain Boumsong, Cris, John Mensah, Jeremy Toulalan, Juninho, Jean Il Makoun, Cesar Delgado, Fred, Karim Benzema.

Prestasi:
Tujuh kali juara Ligue 1: 2001/02, 2002/03, 2003/04, 2004/05, 2005/06, 2006/07, 2007/08

Tujuh kali juara Piala Super Prancis: 1973, 2002, 2003, 2004, 2005, 2006, 2007

Empat kali juara Piala Prancis: 1964, 1967, 1973, 2008

Satu kali juara Piala Liga: 2001

Satu kali juara Piala Intertoto: 1997
Read More..

Selasa, 06 Januari 2009

Pelatih Bayern di Bundesliga 1


Kehadiran Juergen Klinsmann sebagai pelatih baru Bayern Muenchen mulai musim 2008-09 memamng menjadi sorotan utama di Jerman. Soalnya, dia mengubah total wajah sepak bola di klub berjuluk FC Hollywood itu. Lalu, di manakah posisi Klinsmann dalam daftar pelatih Bayern?

Pelatih Ke-16
Jika dihitung sejak Bayern masuk ke Bundesliga 1 pada musim 1965-66, Juergen Klinsmann adalah sosok ke-16 yang menjadi pelatih. Itu termasuk Reinhard Saftig yang bertindak sebagai caretaker pada akhir musim 1982-83. Adapun pelatih pertama Bayern adalah Zlatko “Tschik” Cajkovski yang menangani Bayern dari 1 Juli 1965 hingga 30 Juni 1968.

Tiga Eks Pemain
Dari 16 sosok yang tercatat pernah menangani Bayern, Klinsmann termasuk golongan istimewa. Sebabnya, dia adalah sosok pelatih ketiga yang sebelumnya pernah bermain untuk Bayern. Dua sosok lainnya adalah Franz Beckenbauer dan Soeren Lerby. Sebagai pemain, Klinsmann membela Bayern selama dua musim, yaitu dari 1995 hingga 1997.

Sepuluh Lokal
Meski dalam lima tahun pertama di Bundesliga 1 berada di tangan pelatih asing, kebanyakan pelatih Bayern ternyata berasal dari Jerman. Klinsmann adalah sosok pelatih lokal kesepuluh. Pelatih lokal pertama yang menangani Bayern di Bundesliga 1 adalah Udo Lattek yang diangkat pada 14 Maret 1970. Secara khusus, dalam satu dekade terakhir, FC Hollywood tak pernah ditangani pelatih asing.

Empat Comeback
Dari sekian banyak nama yang pernah menangani Bayern, tercatat hanya ada empat pelatih yang bertugas dalam dua periode alias comeback. Mereka adalah Udo Lattek (170-75 dan 1983-87), Franz Beckenbauer (1994 dan 1996), Giovanni Trapattoni (1994-95 dan 1996-98), dan Ottmar Hitzfeld (1998-04 dan 2007-08).

Hitzfeld Terlama
Bertahan selama enam musim tanpa putus pada pengabdian pertamanya membuat Ottmar Hitzfeld tercatat sebagai pelatih Bayern dengan masa kepelatihan terpanjang. Dia unggul atas Udo Lattek yang hanya bertahan lima musim pada periode pertamanya di Bayern. Meski begitu, secara total Hitzfeld masih kalah dari Lattek. Pasalnya, dia hanya menangani Bayern selama 7,5 musim sementara Lattek hampir sembilan musim. Menariknya, koleksi trofi mereka sama, delapan buah. Ini menempatkan keduanya sebagai pelatih tersukses di Bayern.
Read More..

Profil David Silva

PEMAIN serbabisa. Kalimat ini rasanya tepat untuk menggambarkan sosok David Josue Jimenez Silva atau yang lebih akrab dipanggil David Silva. Meski selama ini lebih sering bermain di sayap kiri, tapi pemain kelahiran Arguneguin ini mampu bermain juga di kanan atau di tengah dengan baik.

Karier sepak bola profesionalnya dimulai di klub Valencia. Pada musim pertamanya itulah Silva mengalami kesulitan untuk menjadi pemain utama skuad Los Che. Ia pun kemudian dipinjamkan ke klub Eibar yang bermain di Divisi Segunda. Peminjaman ini bukan karena Silva tidak diinginkan di Valencia, tapi untuk meningkatkan dan menambah kemampuan bermain sepak bolanya.

Selama menjadi pemain pinjaman diEibar, Silva tampil sangat mengesankan. Di musim pertamanya itu ia bahkan langsung tampil sebanyak 35 pertandingan dan mencetak 5 gol. Musim berikutnya, Silva kembali dipinjamkan ke klub Celta Vigo. Di sini ia tampil sebanyak 31 pertandingan dan mencetak 4 gol.

Dua musim menjadi pemain pinjaman akhirnya membuat Valencia sadar bahwa Silva adalah pemain yang berprospek cerah. Karena itulah setelah setahun bermain di Celta Vigo, ia dipanggil kembali ke Mestalla. Silva bahkan langsung menjadi pemain pilihan utama dalam skuad Los Ches. Tak ingin lepas lagi, tanggal 21 Juni 2007 lalu, Valencia akhirnya mengontrak Silva selama tujuh tahun.

Meski usianya masih muda, tapi ia mempunyai kemampuan memimpin rekan-rekan satu timnya yang bermain di lini tengah. Silva juga ahli dalam mengontrol jalannya permainan. Begitu berbakatnya, ia pun selalu menjadi pilihan utama dirinya bermain di sisi kiri Valencia. Walau begitu, ia juga mampu bermain di posisi kanan jika dibutuhkan.

Silva juga menjadi penyelamat bagi Valencia ketika klubnya ini tampil mengecewakan selama musim 2007-08. Di musim itu ia sukses membawa Los Ches menjuarai Piala Raja.

Kemampuan larinya yang cepat membuat Silva tangguh sebagai pengumpan yang brilian dengan visi yang luar biasa dan tangkas dalam mencetak gol. Di usianya yang masih muda kini, rasanya akan lebih banyak lagi melihat prestasi-prestasi yang ditorehkannya.
Read More..

PROFIL: Inter, Klub Yang Tak Pernah Terdegradasi

Profil Singkat
Nama: Football Club Internazionale Milano SpA
Julukan: Nerazzurri (Hitam Biru), La Beneamata, Il Biscione
Berdiri: 9 Maret 1908
Stadion: Stadio Giuseppe Meazza, Milan (Kapasitas 80018)
Presiden: Massimo Moratti
Pelatih: Jose Mourinho

Sejarah Klub

Internazionale Milano, atau yang biasa dikenal sebagai Inter Milan berdiri pada 9 Maret 1908. Klub ini merupakan pecahan dari AC Milan yang berusia sembilan tahun lebih tua.

Latar belakang berdirinya klub ini adalah kegerahan atas dominasi pemain lokal di AC Milan. Sekelompok orang Italia dan Swiss (Giorgio Muggiani, Bossard, Lana, Bertoloni, De Olma, Enrico Hintermann, Arturo Hintermann, Carlo Hintermann, Pietro Dell'Oro, Hugo and Hans Rietmann, Voelkel, Maner, Wipf, dam Carlo Ardussi) pun akhirnya membentuk klub sendiri yang kemudian bernama Inter Milan.

Sejak dibentuk, klub ini terbuka untuk semua pemain dari negara lain. Tahun kedua mengikuti kompetisi Serie A, Inter yang bermaterikan pemain asing dan Italia langsung menjadi kampiun.

Inter juga sempat berganti nama menjadi Ambrosiana SS Milano selama era fasisme di Italia setelah bergabung dengan Milanese Unione Sportiva pada tahun 1928. Bahkan setahun kemudian presiden klub terpilih Oreste Simonotti mematenkan nama Inter menjadi AS Ambrosiana di tahun 1929.

Meski demikian fans Inter tetap memanggil klub kesayangan mereka itu dengan panggilan yang sama seperti dulu dan pada akhirnya pada tahun 1931, presiden baru Inter Ferdinando Pozzani mengubahnya lagi menjadi AS Ambrosiana-Inter.

Setelah akhir Perang Dunia II, nama tersebut dihapus dan kemudian diganti ke nama awal, Internazionale FC Milano dan dipertahankan hingga saat ini.

Inter juga identik dengan warna hitam biru. Warna hitam mewakili gelapnya malam dan biru mengambarkan langit. Sempat terjadi perubahan saat Inter dimerger dengan Unione Sportiva Milanese di tahun 1928, yaitu kostum mereka berganti putih dengan tanda palang merah di bagian dada, namun setelah Perang Dunia II usia, Inter kembali ke warna awal mereka.

Prestasi

Inter termasuk salah satu klub tersukses di kompetisi Italia. Total 25 gelar domestik didapat Inter, dengan rekapitulasi 16 titel Serie A, lima gelar Coppa Italia dan empat tropi SuperCoppa Italia.

Sementara di event Internasional, Inter yang sejak berdiri banyak bermaterikan pemain internasional malah miskin prestasi. Total, hanya tujuh gelar juara berhasil diboyong, yaitu Liga Champions dua gelar, Piala UEFA tiga titel dan dua gelar Piala Interkontinental.

Namun yang bisa dibanggakan oleh Inter ketimbang dua rival beratnya, Milan dan Juventus, adalah mereka belum pernah terdegradasi sejak ambil bagian di kompetisi domestik tertinggi Italia. Milan sempat terdegradasi dua kali, sementara Juve tersingkir satu kali ke Serie B gara-gara keterlibatan mereka pada skandal Calciopoli beberapa waktu lalu.

Fakta Menarik Lain

- Giogio Muggiani, salah satu orang yang menggagas terbentuknya Inter juga merupakan pelukis yang mendesain logo klub yang bertahan hingga sekarang ini.

- Virgilio Fossati adalah kapten dan pelatih yang membawa Inter untuk pertama kalinya menjadi scudetto. Ia meninggal saat terlibat dalam Perang Dunia I.

- Inter seharusnya terdegradasi ke Serie B setelah di tahun 1922 performa tim mereka menukik tajam dan akhirnya menempati posisi dasar klasemen Grup B Serie A. Namun setelah mengirim petisi bersama editor La Gazzetta dello Sport untuk membolehkan mereka tetap bermain di Serie A atas pertimbangan keuangan, Federasi Sepakbola Italia (FIGC) mengabulkan permintaan tersebut. Inter pun tetap ambil bagian dalam kompetisi Serie A di tahun 1923 dan sebagai gantinya, Venezia yang memiliki peringkat lebih baik namun tidak memiliki dasar keuangan yang cukup bagus harus terdegradasi.

- Nomor punggung #3 di Inter dipensiunkan, sebagai bentuk penghoramatan klub kepada legenda Inter Giacinto Faccheti.

- Dalam sejarah klub, sudah ada 55 orang yang sempat menangani Inter dan Helenio Herrera adalah orang terlama yang pernah menjabat sebagai pelatih Inter dengan sembilan musim (delapan tahun berturut-turut) berkuasa. Herrera juga menjadi pelatih dengan catatan sukses terpanjang, dengan tiga scudetto, dua titel Liga Champions dan dua Piala Interkontinental.

- Pada tahun 1999, terjadi empat kali pergantian tongkat estafet kepelatihan di tubuh Inter. Mircea Lucescu menjadi orang pertama yang dipercaya menangani Inter sebelum kemudian berpindah ke tangan Luciano Castelini dan berlanjut ke Roy Hodgson sebelum akhirnya dipegang Marcello Lippi.
Read More..