Senin, 30 Maret 2009

Bangganya Gerrard Jadi Kapten Liverpool

Steven Gerrard merasakan kebanggaan luar biasa menjadi kapten Liverpool. Memimpin sepasukan yang bermain luar biasa membuat tugasnya di lapangan semakin mudah.

"Menjadi hal istimewa bagi kapten tim ini kapan pun tapi khususnya ketika tim bermain seperti saat ini," kata Gerrard. "Pekerjaanku menjadi semakin mudah ketika aku tak harus banyak bicara kepada pemain karena mereka telah bertugas dengan baik tanpa perlu diminta."

Kekuatan "The Reds" itu terbukti setelah Gerrard dkk mengalahkan tim-tim kuat dalam tiga pertandingan terakhirnya. Seusai menyingkirkan Real Madrid di Liga Champions, "The Kop" menekuk Manchester United di Old Trafford. Pekan lalu, mereka menggilas Aston Villa dengan skor telak 5-0 di Anfield. Di tiga pertandingan itu, Liverpool mencetak 13 gol dan hanya kebobolan satu gol penalti saat melawan MU.

Gerrard menuturkan, hasil itu telah membawa perubahan besar dalam timnya. Perubahan tersebut tidak hanya dalam hal teknis, tetapi juga kepercayaan diri para pemain. Liverpool kini sudah memiliki irama permainan kompak di semua lini. Kiper Pepe Reina bahkan bisa menciptakan assist bagi rekan-rekannya di lini depan.

"Kami bermain tanpa rasa takut maupun gelisah dan kupikir Anda telah melihat permainan luar biasa dari kami dalam dua pekan terakhir," tambah gelandang Inggris tersebut. "Dari depan hingga belakang semua melakukan permainan yang tepat. Mulai dari kiper dan pemain belakang hingga ke depan," tambahnya.

Kini Gerrard dkk bertekad mengejar target menjuarai Liga Inggris musim ini. Saingan mereka tidak hanya Manchester United, tetapi juga Chelsea. Gerrard menyadari bahwa MU masih menjadi favorit juara musim ini.

Maka, yang bisa mereka lakukan saat ini adalah terus menempel "Setan Merah". Ini akan menjadi tekanan besar bagi MU dan Gerrard berharap kondisi ini bisa membuat MU terpeleset pada pertandingan-pertandingan berikutnya.



Read More..

Rabu, 25 Maret 2009

Gerrard Ingin Ikuti Beckham


Gelandang Liverpool, Steven Gerrard, memuji keberhasilan David Beckham mencapai rekor 108 kali membela timnas Inggris. Selain berharap Beckham masih akan membuat rekor baru, dia juga ingin mengikuti jejak seniornya itu.

Hingga saat ini, Beckham sudah 108 kali membela timnas. Kalau ia diturunkan pelatih Fabio Capello saat menghadapi Slovakia atau Ukraina pada akhir Maret dan awal April mendatang, rekor anyar akan tercipta.

"Itu adalah pencapaian luar biasa. Mari berharap ia memecahkannya. Ia layak mendapatkannya. Ia telah mengabdi negara ini dengan begitu hebat dan aku sangat ingin melihatnya mencetak rekor baru," kata Gerrard seperti dikuti www.liverpoolfc.tv.

Gerrard sendiri baru 70 kali bermain dengan kostum "Saint George Cross". Namun, ia berharap akan membela timnas selama mungkin. "Aku berharap bisa membela timnas untuk jangka waktu yang lama," kata Gerrard.

"Aku suka bermain untuk negeri ini dan masuk timnas. Aku senang dengan raihan 70 kali mengikuti duel internasional, tapi aku telah kehilangan sejumlah kesempatan karena cedera. Mudah-mudahan aku punya kesempatan menambahnya di masa mendatang," lanjut Gerrard.



Read More..

Senin, 23 Maret 2009

Prestasi Liverpool Saat Natal


Hasil imbang saat menghadapi Arsenal pada 21 Desember 2008 ternyata memiliki makna sangat besar bagi Liverpool. Berkat hasil itu plus tertahannya Chelsea kala melawan Everton sehari kemudian, The Reds tetap memuncaki klasemen Premier League saat natal tiba.

Samai MU
Keberhasilan memuncaki klasemen pada natal 2008 adalah kali ke-16 untuk Liverpool. Itu menyamai rekor yang dipegang oleh Manchester United. Prestasi ini sangat bernilai mengingat rivalitas kedua klub yang sangat tajam.

Rekor Memuncaki Klasemen Saat Natal
16 – Liverpool, Manchester United
12 – Arsenal
9 – Everton
5 – Aston Villa
4 – Blackburn Rovers, Burnley, Newcastle United, West Bromwich Albion, Wolverhampton Wanderers

10 Kali Juara
Dari 15 kesempatan memuncaki klasemen saat natal sebelumnya, 10 kali di antaranya Liverpool berhasil menjadi juara pada akhir musim. Pertama kali hal itu terjadi pada 1905-06 sementara terakhir kalinya dialami pada 1987-88.

Prestasi Liverpool Saat Jadi Christmas Champion
Musim Prestasi
1905-06 Juara
1921-22 Juara
1922-23 Juara
1949-50 Ke-8
1965-66 Juara
1968-69 Runner-up
1972-73 Juara
1978-79 Juara
1979-80 Juara
1980-81 Ke-5
1982-83 Juara
1983-84 Juara
1987-88 Juara
1990-91 Runner-up
1996-97 Ke-4
2008-09 ?

Gol Terminim
Berdasarkan statistik yang ada, dibanding 15 kesempatan sebelumnya, koleksi gol Liverpool sebagai christmas champion adalah yang paling sedikit.

Steven Gerrard cs hanya mengoleksi 27 gol. Sebelumnya, gol terminim adalah 29 buah pada 1921-22. Selisih gol musim ini juga termasuk terminim, hanya 15. Itu sama dengan musim 1905-06. Rekor selisih gol terkecil saat menjadi christmas champion adalah 11 pada 1921-22.



Read More..

Klub Eropa Paling Dominan


BANYAK orang menganggap Eredivisie, kompetisi terelite Belanda, sebagai liga paling membosankan karena terlalu didominasi Ajax Amsterdam, Feyenoord Rotterdam, dan PSV Eindhoven.

Akan tetapi, sebenarnya ada liga yang jauh lebih menjemukan. Itu adalah Scottish Premier League (SPL). Faktanya, di daftar klub paling sering juara liga, dua wakil SPL berada di tiga besar. Kedauanya adalag Glasgow Rangers dan Galsgow Celtic. Dalam 23 musim terakhir, gelar juara selalu jatuh ke dua klub ini.


GLASGOW RANGERS
Inilah klub yang berada di urutan teratas dalam koleksi juara liga. Klub yang bermarkas di Stadion Ibrox itu telah menjuarai Liga Skotlandia sebanyak 51 kali!

Bersama Dumbarton FC, Rangers tercatat sebagai juara kala Liga Skotlandia pertama kali digelar pada 1890-91. Sementara itu, gelar terakhir direngkuh pada 2004-05.

REAL MADRID
Koleksi 31 gelar juara Liga Spanyol memang terpaut jauh dari Rangers, tapi sebenarnya Madrid punya catatan tersendiri.

Los Blancos adalah wakil dari enam liga terelite Eropa yang punya koleksi gelar terbanyak. Mereka unggul dua gelar dari Ajax Amsterdam. Selain itu, perlu dicatat, Madrid adalah pengoleksi gelar terbanyak di Liga Champions. Mereka menjuarainya sebanyak sembilan kali.

Juara di Dua Negara
Dari jajaran klub Eropa paling dominan, Rapid Wien punya catatan tersendiri. Klub ini tercatat sebagai satu-satunya yang pernah menjadi juara di dua negara.

Dari total 33 gelar, satu di antaranya bukan juara Liga Austria, melainkan Liga Jerman. Itu terjadi pada 1941 dengan menagalahkan Schalke 4-3 di partai puncak.

Sekadar info, kala Austria dianeksasi Jerman pada 1938-45, sistem kompetisi sepak bola di Austria memang diubah.

Download gambar jomla
Read More..

Reina Catat 100 Clean Sheets Tercepat

Kemenangan Liverpool atas Aston Villa tak hanya membahagiakan jutaan pendukungnya. Hasil itu juga menyenangkan kiper Jose Manuel "Pepe" Reina yang telah menembus rekor baru di timnya.

Reina kini mengemas 100 laga tanpa kebobolan atau clean sheets bersama "The Reds". Angka keseratus itu tercipta pada laga ke-197, Minggu (22/3) malam, setelah hampir empat tahun bergabung di Anfield.

Jumlah itu memang bukan rekor baru bagi "The Reds". Namun, Reina menjadi kiper yang paling cepat mengemas angka tersebut di Liverpool. Selama ini, rekor tersebut dipegang oleh Raymond Neal Clemence, mantan penjaga gawang Liverpool era 1968-1981.

"Pepe adalah seorang kiper fantastis. Dia mengalahkan rekor Ray Clemence dan saya turut berbahagia untuknya, dan saya juga senang karena penyelamatannya malam ini."

"Saya ingat dalam banyak situasi Pepe berhadapan satu lawan satu dengan striker dan dia melakukan sejumlah penyelamatan gemilang. Jadi, saya kira dia layak meraih rekor ini, dan jika dia bisa memecahkannya, berarti dia kiper yang sangat baik," ungkap Benitez.

Sebagai perbandingan, Clemence mencatat 100 kali clean sheet setelah 200 kali tampil bersama "The Kop". Selama 13 tahun membela Liverpool, Clemence telah tampil dalam 665 laga dan mencatat 335 clean sheets.



Read More..

"Hat-trick" Gerrard Meneror Posisi MU


Kapten Liverpool, Steven Gerrard, mencetak tiga gol dan mengantarkan timnya meraih kemenangan 5-0 atas Aston Villa. Hasil ini membawa "The Reds" ke urutan kedua klasemen sementara dan menguntit Manchester United dengan selisih satu poin.

Kemenangan besar ini merupakan yang ketiga kalinya bagi Liverpool sejak dua pekan terakhir. Kemenangan pertama terjadi di kandang sendiri ketika "The Reds" menaklukkan Real Madrid dengan 4-0 pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions, Selasa (10/3). Empat hari kemudian, "The Anfield Gank" membungkam pendukung Manchester United di Old Trafford dengan skor 4-1.


Baru paruh pertama, Liverpool sudah unggul tiga gol. Gol pertama lahir pada menit ke-8 lewat tendangan voli Dirk Kuyt. Albert Riera menambah keunggulan tuan rumah setelah menembak umpan panjang dari kiper Pepe Reina pada menit ke-33. Enam menit kemudian, kapten Steven Gerrard mencetak gol lewat penalti setelah Riera dijatuhkan Nigel Reo-Coker di area terlarang.

Tiga gol tampaknya belum memuaskan tuan rumah. Lima menit seusai istirahat, Gerrard kembali mengoyak gawang lawan. Kali ini gelandang Inggris itu mencetaknya lewat tendangan bebas ke kiri bawah gawang Brad Friedel. Tendangan itu pelan, tetapi meluncur tepat ke arah yang tak terjangkau oleh kiper.

Lima belas menit berselang, striker Fernando Torres menang dalam adu sprint dalam kotak penalti. Friedel menahan geraknya sehingga Torres terjatuh. Hukuman penalti untuk "The Villans", plus kartu merah untuk Friedel, menjadi keuntungan bagi "The Kop". Gerrard kembali dipasrahi tugas menjadi algojo dan sukses mengecoh kiper pengganti, Brad Guzan.

Unggul besar membuat Pelatih Liverpool Rafael Benitez mulai tenang menjajal pemain-pemain cadangannya. Meski tak seproduktif skuad sebelumnya, kehadiran tiga pemain pengganti tetap tak mengurangi ketajaman tuan rumah.

Tim tamu sendiri tak mampu berbuat banyak. Kekurangan jumlah pemain melemahkan serangan Gareth Barry dkk. Sampai peluit panjang berbunyi, "The Villans" tetap nihil gol.

Liverpool kini merangsek ke posisi kedua dengan nilai 64 atau unggul tiga poin di atas Chelsea. Adapun Villa tertahan di posisi kelima dengan nilai 52.

Read More..

Liverpool Renggut Percaya Diri Villa


Pelatih Aston Villa Martin O'Neill mengakui bahwa timnya kini mengalami keterpurukan. Kekalahan 0-5 dari Liverpool, Minggu (22/3), membuat Gareth Barry dkk kehilangan rasa percaya diri.

Kekalahan di kandang "The Reds" itu merupakan kekalahan terburuk bagi "The Villans" setahun ini. Mereka tak pernah kebobolan lima gol tanpa balas sejak duel di kandang Arsenal pada April 2006.

"Kami sangat buruk dan tak ada hasil apa pun yang bisa diambil dari penampilan kali ini," komentar O'Neill. "Liverpool bermain sangat baik saat ini. Mereka tim yang sangat kuat."

"Rasa percaya diri kami terpukul dan itu dapat berlanjut ke pertandingan berikutnya, bahkan dari menit ke menit. Kini kami harus mencoba keluar dari kondisi ini dan hanya dengan cara ini kami bisa memenangi pertandingan," tambahnya.

O'Neill tak mau menyalahkan pemainnya karena telah kebobolan sedemikian banyak. Ia justru meminta para pemainnya untuk tetap menegakkan kepala. Bagaimanapun, tutur O'Neill, para pemain telah menunjukkan permainan yang lebih baik.

"Saya kira mereka tidak perlu bantuan kami, tapi kekalahan ini telah membantu mereka. Namun, kami lebih baik dari sebelumnya," pungkasnya.

Dengan kekalahan ini, target Villa untuk lolos ke Liga Champions musim depan menjadi semakin sulit. Villa kini tertahan di urutan kelima dengan selisih tiga poin di bawah Arsenal.



Read More..

Kamis, 19 Maret 2009

Profil Steven Gerrard

Gol Gerrard di final Piala FA 2005-06 ke gawang West Ham dari jarak sekitar 32 meter disebut-sebut sebagai gol terbaik sepanjang sejarah Piala FA. Gol ini juga ditetapkan sebagai Match of the Day\'s Goal of the Season Kalau ada pemain yang mengemban peran sebagai pemimpin, andalan permainan, sekaligus, simbol tim sekaligus, itulah Steven Gerrard. Di Liverpool, dia menjalankan semuanya secara bersamaan.
Gerrard sekarang ini telah menjadi kapten The Reds. Dia juga gelandang andalan. Karena kehebatannya, dia kini telah menjadi ikon Liverpool. Maklum, Gerrard punya kelebihan berasal dari tim junior Liverpool dan tidak pernah sekalipun pindah dari Stadion Anfield.

Kehebatan Gerrard sudah diendus pemandu bakat Liverpool sejak usai sembilan tahun ketika bermain di Whiston Juniors. Delapan tahun sesudahnya dia masuk ke tim junior Liverpool, setelah sebelumnya menjadi trainee.
Dua belas bulan berselang karier Gerrard kembali melejit. Dia menembus tim utama Liverpool pada musim 1998-99. Dia ditampilkan 13 kali seiring cedera yang menimpa gelandang senior Jamie Redknapp.
Sesudah itu Gerrard secara reguler terus menjadi pemain utama Liverpool. Namun pengaruh besarnya baru terasa di musim 2000-01. Gerrard mengantar timnya meriah treble winners unik yakni juara Piala Liga, Piala FA, dan Piala UEFA sekaligus. Sukses ini mengantarnya meraih penghargaan PFA Young Player of the Year 2001.
Musim-musim berikutnya Gerrard makin menjadi andalan Liverpool. Pada musim 2003-04, dia mulai diberi kepercayaan sebagai kapten tim. Tidak hanya itu. Berkali-kali dia tampil sebagai inspirator permainan klubnya. Salah satunya ketika mencetak gol di final Liga Champions 2004-05 melawan AC Milan. Golnya berperan dalam mengantar Liverpool juara.
Musim 2005-06, adalah salah satu penampilan terbaik Gerrard. Dia mencetak 23 gol dari 53 partai. Tak ayal, di akhir tahun dia mendapat penghargaan PFA Player of The Year 2006. Inilah gelar yang diraih pemain Liverpool pertama sesudah John Barnes pada 1988.
Dari hari ke hari Gerrard bertambah matang. Dia kini tak lagi hanya mampu bermain sebagai gelandang tengah atau kanan saja. Sekarang nyaris semua posisi gelandang bisa dilakoninya.
Kemampuannya ini berguna menghadirkan sukses baginya. Gerrard kini telah mengoleksi dua Piala FA, dua Piala Liga, dua Cumminty Shield, dua Piala Super Eropa, dan satu Piala UEFA dan Liga Champions. Sumbangan ini yang membuat The Reds yakin untuk mengikatnya hingga 2011.



Read More..

BONUS RP520,4 MILIAR UNTUK BENITEZ

SEBAGAI kompensasi atas penandatangan kontrak barunya, manajemen Liverpool dikabarkan siap memberi bonus uang sebesar 30 juta pounds (sekitar Rp520,4 miliar) kepada Rafael Benitez.Dana sebesar itu tentu saja akan digunakan sebagai dana tambahan bagi Rafael Benitez untuk membeli pemain baru. Sebelumnya Benitez sendiri telah memiliki dana sebesar 12 juta pounds (sekitar Rp208,1 miliar).

Dengan uang sebanyak itu, kabarnya akan digunakan Benitez untuk membeli kapten Aston Villa, Gareth Barry dan pemain sayap Tottenham Hotspur, Aaron Lennon.

Meski begitu, salah satu dari duo pemilik Liverpool, Tom Hicks menegaskan bahwa dirinya tidak bisa menjanjikan apa-apa kepada Benitez soal dana transfer pembelian pemain baru.

“Rafa (Benitez) tahu sekali betapa inginnya kami menang dan menjadi juara," ujar Hicks.

"Dan selama beberapa tahun terakhir ini, kami telah mengikuti rekomendasi dari dia untuk membeli Fernando Torres, Martin Skrtel, Yossi Benayoun dan Andrea Dossena,” paparnya.



Read More..

PROFIL: Everton, Dibentuk Untuk Kebugaran Pelajar

Nama: Everton Football Club
Julukan: The Toffees, The Blues, The People's Club, The School of Science
Berdiri: 1878
Stadion: Goodison Park (kapasitas: 40,158)
Pelatih: David Moyes

Sejarah

Sekolah Minggu gereja St Domingo pada tahun 1878 membutuhkan kegiatan kebugaran bagi para pelajar di saat musim dingin. Sebetulnya gereja ini sudah mempunyai tim cricket untuk musim panas. Atas kebutuhan itu, maka dibentuk sebuah tim sepakbola sebagai ajang rekreasi fisik bagi pelajar.

Nama tim selanjutnya berubah menjadi Everton Football Club satu tahun kemudian. Anggota tim ini pun dikembangkan tidak hanya sebatas pelajar gereja St Domingo. Warna kostum Everton saat pertama kali berlaga adalah hitam dengan pita merah.

Everton juga menjadi salah satu pendiri Football League pada tahun 1888, dan menempati posisi kedelapan di musim pertamanya. Dick Molyneux mengambil alih posisi pelatih pada tahun 1989. Molyneux menikmati sukses instan dengan membawa Everton menempati posisi runner up. Setahun kemudian, Everton dibawanya meraih gelar juara Divisi Satu Champions.

Sayangnya, sukses ini justru menimbulkan perpecahan pada tahun 1891. Karena tidak ada kesepakatan harga sewa dengan John Houlding, pengelola Stadion Anfield, Everton pun angkat kaki dan pindah ke Stadion Goodison Park. Awalnya, Liverpool menggunakan nama Everton sebagai tim, tapi ditolak pengelola Football League. Sejak itu, rivalitas kedua tim pun muncul.

Tahun 1901, Molyneux memutuskan meninggalkan Everton. Posisinya lalu diganti William C Cuff. Pengaruh Cuff di Goodison Park membawa pengaruh isntan. Berbagai perubahan pun dilakukan agar, termasuk mengganti kostum menjadi warna biru yang tetap bertahan hingga sekarang.

Tangan dingin Berbagai gelar nasional berhasil dipersembahkan Cuff bagi The Toffes. Namun Perang Dunia I merusak cerita indah Everton yang sangat dominan di kompetisi sepakbola Inggris. Cuff yang merasa frustasi pun meninggalkan Everton tahun 1918.

Pengaruh Liga Primer Inggris

Hingga tahun 80-an, Everton masih menyandang status sebagai tim paling disegani di Inggris. Namun ketika kompetisi Divisi Utama mengalami perubahan format menjadi Liga Utama Inggris, prestasi Everton justru menurun. Mereka bahkan kalah bersaing dengan Liverpool.

Tahun 1994, Everton menunjuk Mike Walker sebagai pelatih, namun tidak bertahan lama menyusul hasil buruk yang didapat The School of Science. Tempatnya lalu diambil alih Joe Royle. Everton pun sukses ke final Piala FA, tapi dikalahkan Manchester United [MU] 0-1.

Kendati mendapat hasil buruk sejak format Liga Primer dipakai, tapi Everton sukses menciptakan pemain muda. Ujung tombak MU, Wayne Rooney, merupakan salah satu hasil binaan sekolah sepakbola mereka.

Kini, dibawah pimpinan David Moyes (foto), Everton mulai kembali menjadi tim yang diperhitungkan di Liga Primer. Kendati demikian, mereka masih belum bisa mengalahkan popularitas Liverpool. Dari 107 tahun pertemuan kedua tim, Liverpool unggul dengan torehan 79 kemenangan, 63 imbang serta 63 kekalahan.

Derby Kekeluargaan

Bila menyebut kata derby, maka banyak orang akan langsung membayangkan hawa panas pertandingan dua tim satu kota. Tapi itu tidak berlaku di kota Liverpool. Derby Merseyside ini justru tercatat sebagai derby yang paling sedikit menimbulkan kerusuhan dan korban.

Hal ini tidak aneh, karena dalam satu keluarga terdapat pendukung Everton dan Liverpool. Bahkan, sekalipun bestatus laga derby, penonton di stadion tidak pernah dibedakan. Mereka dengan tenang dan nyaman duduk bersebelahan tanpa khawatir terjadi bentrokan.

Ikatan kekeluargaan derby Merseyside ini sempat tegas pasca tragedi Heysel tahun 1984 yang memakan banyak korban jiwa. Suporter Everton mengecam hooligan Liverpool sebagai biang keladi tragedi. Namun kebersamaan kembali terjalin setelah tragedi Hillsborough. Syal kedua tim diikatkan suporter sepanjang Stanley Park dari Stadion Anfield ke Goodison Park.



Read More..

Valencia Siap Jual 16 Pemainnya

Krisis keuangan yang melanda Valencia memang sudah berlangsung sejak tahun lalu. Sampai saat ini belum ada tanda-tanda positif kalau masalah tersebut bisa diatasi. Ditambah lagi proyek pembangunan stadion baru yang terpaksa ditunda lagi. Menurut beberapa media di Spanyol, hal itu bisa memaksa Valencia melunasi hutang-hutangnya dengan menjual para pemain andalan mereka alias cuci gudang.

Ada beberapa diantara pemain yang kebetulan kontraknya akan habis di akhir musim, sedang dipinjamkan ke klub lain atau beberapa pemain yang memang sudah lama diincar klub lain.

Hasil dari penjualan para pemain itu diharapkan bisa menutupi dan mengatasi masalah keuangan mereka.

Dari kemungkinan 16 pemain yang akan dijual, diantaranya adalah David Silva, David Villa, Joaquin, Carlos Marchena, Raul Albiol, Manuel Fernandez, Miguel dan Emiliano Moretti, yang sebagian besar adalah pemain timnas Spanyol.

Duo David memang sudah lama diincar oleh klub-klub besar Eropa sejak awal musim ini dan rasanya kecil kemungkinan melihat keduanya tetap bertahan di Mestalla.

Sedangkan Fernando Morientes dan Curlo Torres termasuk pemain yang kontraknya akan berakhir pada Juni mendatang. Nama-nama lain yang kemungkinan akan dijual adalah David Albelda, Ruben Baraja, Asier del Horno, Hugo Viana, Edu dan Miguel Angulo.

Kalau itu memang benar terjadi, tentu ini jadi pukulan berat bagi klub yang dikenal memiliki pemain lokal terbanyak di La Liga Spanyol ini.
Read More..

Insure Now 4 Less

There are many reasons why people always delay their need to purchase insurance. As we know, we can get many advantages from the insurance. For example we can claim some money to the insurance company, if we purchase auto insurance and get a car crash. If you have no auto insurance, you have to pay your medical bills and pay your car reparation by your own money. If you have auto insurance, you can claim some money to the auto insurance.

Will drop the following link to your web site that provides insurance quotes from various insurance companies for free. Through this site you can receive benefits in dealing with insurance. If you want to know the price of cheap car insurance you can simply click the button auto insurance, through a page that can be seen for the reasons why we have to do with the insurance automatically. If you already know about the services that you can enter your zip code and begin to compare auto insurance quotes.

Once again, this website does not only close to the needs of your insurance quotes, but also help you to determine the insurance company that you can apply. Get this link as a solution to clear the confusion you choose the best auto insurance. InsureNow 4Less sure is the best site will provide a free quote. Visit this site now and bookmark the address for the page to give easy access.

Read More..

Selasa, 17 Maret 2009

Leading Insurance Quotes

Knowing insurance quotes from leading companies in leadinginsurancequotes.com. You'll find the best insurance rates in the industry. They provide auto insurance quotes, life insurance quote, insurance home and health insurance. You can compare all the bids have insurance so that you can give the best that fits your needs.

On leadinginsurancequotes.com, they realize that there are other sites on the Internet that claim to help consumers find the best insurance rates possible. What has been found, however, is that these sites are complex to use, the cost of high cost, or require the user to make a purchase from an insurance company. Their goal is to create a Web site that can be used for free and customers will not be obliged to place them.

After all, you have the right to know and be able to easily find the insurance of your choice. Why you should pay for this type of service? Why you should be under the obligation to purchase the policy? Why should the site so that it will be difficult to use? Obtain assurance that the truth may not offer any money charged and the process should be simple. That is why they developed leadinginsurancequotes.com and they are trying to be a leader in the insurance industry quote.

So, what are you waiting for? If you currently need for insurance quotes and compare all you want to quote, be sure to take in leadinginsurancequotes.com and the best part is they will find the best for you and act all for free.
Read More..

Senin, 16 Maret 2009

PROFIL: Indonesia, Macan Asia Yang Tertidur

Seiring semangat kebangsaan yang tercetus dasawarsa 1920-an, Ir. Soeratin Sosrosoegondo mendirikan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk mewadahi kegiatan sepakbola di nusantara sekaligus menjadi salah satu alat perjuangan bangsa. Tanpa inisiatif tersebut, sepakbola Indonesia tidak pernah dikenal di zaman kolonialisasi karena terkotak-kotak ke dalam berbagai bond sepakbola lokal.

PSSI mulai dikhawatirkan pemerintah kolonial Hindia Belanda. Sebagai bentuk upaya menandingi kekuatan PSSI, didirikan Nederlandsh Indische Voetbal Unie (NIVU) pada 1936. Menjelang Piala Dunia Prancis 1938, dibuatlah perjanjian antara kedua pihak untuk mengirim tim perwakilan. Namun, karena tidak menghendaki bendera yang dipakai tim, Soeratin membatalkan secara sepihak perjanjian tersebut. NIVU tetap mengirimkan tim ke Prancis dengan bendera Hindia Belanda. Tim tersebut adalah perwakilan Asia pertama sepanjang sejarah Piala Dunia.


Jejak Indonesia sebagai salah satu tim yang disegani di kawasan Asia pun dimulai.

Sepakbola Indonesia memasuki periode keemasan disertai dengan sederetan pemain legendaris Merah-Putih lahir pasca-kemerdekaan, seperti antara lain Ramang, Maulwi Saelan, Suardi Arland, dan Tan Liong Houw. Pada periode yang sama, Indonesia dilatih pelatih legendaris asal Yugoslavia, Tony Pogacnik.

Nama Indonesia mulai diperhitungkan di kawasan Asia. Merah-Putih sukses menembus semi-final Asian Games Manila 1954, namun kalah 4-2 dari Taiwan. Pada partai perebutan medali perunggu, Indonesia dikalahkan Burma (sekarang Myanmar) 3-2.

Pada Olimpiade Melbourne 1956, Indonesia juga mengirimkan tim sepakbola. Di babak perempat-final, Indonesia langsung menghadapi favorit juara Uni Soviet. Setelah sempat menahan imbang 0-0, Indonesia takluk 4-0 pada partai ulangan hari berikutnya. Prestasi ini kemudian selalu disebut-sebut sebagai sejarah tertinggi sepakbola Indonesia.

Di kancah Asian Games dua tahun berikutnya di Tokyo, Indonesia kembali gugur di babak semi-final dari lawan yang sama. Kali ini Taiwan lolos ke final setelah memenangkan pertarungan 1-0. Namun, Indonesia sukses membungkus medali perunggu dengan melibas India 4-1.

Kesempatan terbaik untuk meraih medali emas muncul empat tahun kemudian ketika Asian Games digelar di Jakarta. Persiapan dilakukan dengan menyiapkan dua timnas -- satu terdiri dari pemain senior dan satu lagi dari para pemain muda. Sayangnya, ketika semangat mulai terbangun, timnas dihantam Skandal Senayan. Beberapa pemain diduga tersangkut penyuapan oleh bandar judi. Kekuatan Indonesia berkurang dan cabang sepakbola gagal total saat berlaga.

Indonesia sebenarnya juga berpeluang menembus kualifikasi Piala Dunia 1962. Setelah melewati hadangan Cina, Indonesia harus melewati Israel -- lawan yang sedang diboikot negara-negara Arab, termasuk Indonesia. Masalah politik terpaksa membendung ambisi masyarakat menyaksikan bendera Indonesia berkibar di Piala Dunia.

Hegemoni sepakbola Indonesia mulai beralih ke kawasan Asia Tenggara. Sebelum berpartisipasi dalam SEA Games 1977, Indonesia kerap berlaga di turnamen antarnegara, seperti Merdeka Games Malaysia, Piala Raja Thailand, Piala Aga Khan Bangladesh, atau President Cup Korea Selatan.

Setelah turun di pesta sepakbola Asia Tenggara itu, Indonesia harus menunggu sepuluh tahun sebelum meraih medali emas. Gol tunggal Ribut Waidi ke gawang Malaysia pada babak pertama di Senayan mengukuhkan nama Indonesia sebagai raja Asia Tenggara.

Setahun sebelumnya, Indonesia mengukir kejutan di Asian Games Seoul. Di bawah asuhan pelatih Bertje Matulapelwa, Indonesia meraih tempat keempat. Prestasi yang cukup menggembirakan itu ditambah ketika Sinyo Aliandoe mampu membawa Indonesia selangkah lebih dekat ke Piala Dunia 1986. Namun, Merah-Putih kalah tangguh dibandingkan Korea Selatan -- yang akhirnya lolos ke Meksiko.

Prestasi Indonesia mulai menukik. Usai Ferril Hattu mengapteni tim memenangi medali emas SEA Games 1991, tidak ada lagi prestasi tinggi yang diraih Merah-Putih.

Terutama ketika mulai 1999, SEA Games diikuti tim U-23. Untuk tim senior Asia Tenggara, Piala AFF -- atau dulu dikenal Piala Tigers -- menjadi ajang prestise tertinggi. Prestasi Indonesia mentok di posisi runner-up. Catatan tersebut diraih tiga kali penyelenggaraan beruntun -- 2000, 2002, dan 2004. Tidak hanya posisi nomor dua, Indonesia menuai hujatan setelah pada Piala Tigers 1998 sengaja mengalah 3-2 ketika melawan Thailand. Pertandingan itu ditandai dengan gol yang disengaja Mursyid Effendi ke gawang sendiri.

Indonesia hanya mampu mencetak kejutan-kejutan yang hanya dapat dianggap sebagai prestasi minor belaka. Empat kali berturut-turut berlaga di Piala Asia, Indonesia hampir selalu menghadirkan kejutan.

Di Uni Emirat Arab 1996, Widodo Cahyono Putro mencetak gol spektakuler yang kemudian dinobatkan sebagai gol terbaik Asia tahun yang sama. Setelah melempem di Libanon 2000, Indonesia sukses membukukan kemenangan pertama di kancah pesta sepakbola tertinggi Benua Kuning itu. Qatar ditekuk 2-1, sekaligus membuat pelatih Philippe Troussier dipecat. Pada edisi terakhir di kandang sendiri, 2007, Indonesia sempat menang 2-1 atas Bahrain. Kalah di dua pertandingan selanjutnya atas Arab Saudi dan Korea Selatan, tapi seperti dimaafkan berkat penampilan yang penuh semangat.

Animo masyarakat pun melonjak tinggi. Prestasi boleh minim, timnas tetap dicintai. Apapun, catatan tersebut tak lantas menghilangkan seretnya prestasi sepakbola Indonesia. Sudah 17 tahun lebih Indonesia tak lagi meraih gelar bergengsi. Terakhir di Piala AFF 2008, Indonesia kalah tangguh dari Thailand di babak semi-final.

Macan yang dulu mengaum lantang di Asia itu kini sedang tertidur pulas...


Read More..

Madrid Akan Tawar Gerrard Dan Alonso £100 Juta


Real Madrid dikabarkan akan mencoba mengajukan tawaran sebesar £100 juta kepada Liverpool untuk memboyong Steven Gerrard (foto) dan Xabi Alonso.

Surat kabar News of the World melaporkan Florentino Perez -- mantan presiden Real Madrid yang akan kembali menjadi orang nomor satu di Santiago Barnebeu -- telah menyusun daftar belanja pemain. Gerrard dan Alonso berada di urutan teratas.

Rincinya, menurut surat kabar itu, Perez akan mencoba menawar Gerrard sebesar £80 juta dan Alonso dihargai £20 juta.

Perez terpesona oleh performa Gerrard ketika mencetak dua gol ke gawang Los Blancos di babak 16 Liga Champions. Zinedine Zidane, mantan playmaker Real Madrid, menyebut Gerrard sebagai pemain terbaik di dunia.

Laporan lain juga menyebutkan Gerrard kemungkinan akan mempertimbangkan masa depannya di Anfield, jika manajemen Liverpool tidak juga menyodorkan perpanjangan kontrak kepada pelatih Rafa Benitez.

Bahkan bukan tidak mungkin pula Gerrard menerima tawaran dari klub lain jika The Reds gagal meraih gelar musim ini.



Read More..

LIVERPOOL TERBAIK DI EROPA

SIAPA klub terbaik di Eropa saat ini? Jika pertanyaan itu dilontarkan kepada manajer Rafael Benitez, maka jawabannya adalah Liverpool.

Ya, Benitez kini sangat percaya diri menyusul kemenangan telak The Reds atas rival kuatnya Manchester United akhir pekan lalu. Tidak tanggung-tanggung, Liverpool mempermalukan tuan rumah MU dengan skor 4-1.

Kemenangan itu tidak hanya memberikan motivasi tambahan bagi Liverpool dalam menghadapi pertandingan berikutnya, tapi juga membuat selisih poin mereka dengan MU hanya terpaut menjadi empat poin saja.

“Liverpool telah menjadi tim terbaik di Eropa selama lima tahun terakhir ini. Itu fakta yang tak bisa diganggu gugat,” tukas Benitez.

Meski bangga dengan kemenangan yang diraih oleh timnya, Benitez lantas tak lupa diri. Ia tahu masih banyak pertandingan yang harus dilewati. Apalagi dalam sepak bola, segala kemungkinan masih sangat mungkin terjadi.

“Kemenangan ini memang membuat kami menjadi semakin yakin dan percaya diri. Kami sekarang harus memenangkan setiap pertandingan mulai sekarang dan kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi pada tim,” pungkas manajer asal Spanyol itu.



Read More..

Gerrard: Luar Biasa!


Liverpool memetik kemenangan atas Manchester United di Old Trafford, Sabtu (15/3) malam WIB.Yang membuat kemenangan tersebut terasa makin spesial, adalah margin gol yang tercipta di pertandingan tersebut, yaitu 4-1.

Tak sedikit yang berkomentar spesial menanggapi kemenangan tersebut. Bahkan Sir Alex Ferguson mengaku sulit menerima kekalahan timnya itu dan memuji Liverpool.

Bagaimana pendapat sang skipper, Steven Gerrard?

"Dari belakang hingga depan, tim menunjukkan performa luar biasa," tandasnya.

"Kami tertinggal lebih dulu tapi bisa kembali menunjukkan kharakter hebat untuk bisa kembali. Di akhir pertandingan, semuanya terlihat meyakinkan, terutama ketika salah satu pemain mereka diusir [Nemanja Vidic], tapi meskipun ketika itu tetap 11 lawan 11, kami tetap yang lebih baik saat itu."

"Kami mengendalikan pertandingan dan pada akhirnya merupakan kemenangan yang meyakinkan. Yang lebih penting adalah selisih poin antara kami terpangkas, tapi masih banyak yang harus kami lakukan. Saya harap hasil ini bisa memberikan kepercayaan diri tim lain bahwa mereka bisa mengalahkan MU," pungkasnya.



Read More..

Sabtu, 14 Maret 2009

Clothes for some occasion

Gaby confused to find clothes for some occasion. I told her to came by shopwiki the best online site. This site offer manything that she needs And the most interesting thing was its various prices, which could fix with everybody’s budget and need.
Something special from this site was the products buying guides which help the shoppers to find the suitable. Gaby so happy when found shopwiki, she can choose many various cloth for many occasion. There were so many choices. She tried to select what kind of cloth that suitable for her body. She choose some linen pants for her casual work clothes. And she also bought beach bag to hold sunscreen and all the toys she told them to leave at home.
Shopping at ShopWiki was really fun!
Read More..

Kamis, 12 Maret 2009

THE GUNNERS TEMBAK SERIGALA

AS ROMA melengkapi derita Italia di Liga Champions. Roma tersingkir setelah dikalahkan Arsenal melalui adu penalti di Stadion Olimpico, Rabu (11/3)Bermain di kandang sendiri, AS Roma langsung menggebrak begitu wasit Juan Carlos Jimenez Fermin membunyikan peluit tanda dimulainya pertandingan. Hasilnya, gol cepat pun tercipta melalui sepakan Juan pada menit ke-9.

Gol itu bermula dari situasi bola mati ketika Robin van Persie melakukan pelanggaran di daerah pertahanan Arsenal. Juan yang ikut merangsek ke depan berhasil memanfaatkan umpan silang menyusur tanah Francesco Totti untuk membuat kedudukan agregat menjadi 1-1.

Sayangnya, Juan yang baru diputuskan fit pada saat-saat terakhir pencatuman nama pemain, tak bisa meneruskan laga hingga pertandingan berakhr. Dia terpaksa ditarik keluar pada menit ke-28 untuk digantikan Julio Baptista.

Sepanjang babak pertama, kedua tim silih berganti melakukan serangan. Hanya saja, hingga 45 menit pertama berakhir, kedudukan 1-0 untuk keunggulan tuan rumah tetap bertahan.

Sama seperti pada babak pertama, I Lupi pun langsung menggebrak ketika babak kedua baru berjalan. Namun, Arsenal pun balas menyengat. Peluang John Arne Riise dan Baptista dibalas kontan oleh Emmanuel Eboue dan Bacary Sagna. Penempatan posisi yang tepat dari kiper kedua tim, Doni dan Manuel Almunia, membuat segala peluang yang didapat itu menjadi mubazir. Hingga waktu normal berakhir, skor 1-0 tetap bertahan sehingga memaksa laga dilanjutkan dengan perpanjangan waktu.

Pada masa perpanjangan waktu, tambahan gol tak tercipta. Penentuan pemenang pun harus ditentukan melalui adu tendangan penalti.

Roma sempat mendapat angin segar ketika Doni menepis tembakan Eduardo. Namun, skor menjadi imbang ketika Mirko Vucinic gagal selaku penendang kedua Roma.

Setelah Claudio Pizarro, Robin van Persie, Julio Baptista, Samir Nasri, Vincenzo Montella, Denilson, dan Totii habis, adu tendangan penalti terpaksa dilakukan menjadi sistem sudden death. Kolo Toure, Alberto Aquilani, Bacary Sagna, dan Riise sukses menjadi algojo keenam dan ketujuh. Pada algojo kedelapan, hanya Abou Diaby yang sukses. Sementara tembakan Max Tonetto melebar. Hasil akhir melalui adu penalti adalah 7-6 untuk Arsenal
Read More..

SELAMAT JALAN, I NERAZZURRI


MANAJER Sir Alex Ferguson akhirnya membuktikan diri sebagai pelatih terbaik dibandingkan Jose Mourinho. Dalam duel leg kedua babak 16 besar, Manchester United sukses menyingkirkan Inter Milan dengan skor 2-0.

Laga MU versus Inter berlangsung sangat menarik. Kedua tim sama-sama mengusung permainan menyerang untuk meraup poin penting dalam pertandingan yang sangat menentukan ini. Kendati demikian, keberuntungan tampaknya lebih berpihak kepada skuad MU.

Kubu Inter langsung dikejutkan dengan gol cepat MU di menit ke-4. Absen di leg pertama, defender Nemanja Vidic membayar kepercayaan penuh dengan mencetak gol pembuka bagi MU. Memanfaatkan umpan corner kick Ryan Giggs, Vidic yang lolos dari pengawalan sukses membobol gawang kiper Julio Cesar. Skor 1-0 untuk MU.

Tertinggal satu gol, Inter mencoba melakukan serangan balik untuk menyamakan kedudukan. Sayang, terlalu bertumpunya serangan kepada striker Zlatan Ibrahimovic membuat serangan yang dibangun dapat dengan mudah dibaca dan dipatahkan para pemain MU.

Meski begitu, bukan berarti Inter sama sekali tidak mendapatkan peluang. Tercatat tiga peluang emas berhasil didapat, salah satunya melalui sundulan Ibrahimovic yang membentur mistar gawang kiper Edwin van der Sar. Kedudukan 1-0 tak berubah hingga babak turun minum.

Petaka bagi Inter kembali datang saat memasuki babak kedua. Lagi-lagi Inter dikejutkan dengan gol cepat MU, kali ini melalui sundulan Cristiano Ronaldo di menit ke-49. Kerja samanya dengan Wayne Rooney membuat MU berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Berupaya mengejar ketertinggalan, Inter pun semakin intens meningkatkan serangan. Beberapa kali tendangan Ibrahimovic mengancam gawang Van der Sar, tapi ketatnya pertahanan MU serta penyelesaian akhir yang terburu-buru membuat upaya Inter tak juga membuahkan hasil maksimal. Skor 2-0 berhasil dipertahankan MU hingga pertandingan berakhir.

Dengan hasil ini, maka peluang MU untuk mempertahankan sekaligus menjadi jawara Liga Champions musim ini semakin terbuka lebar. Sedangkan bagi Inter, kekalahan ini membuat mereka gagal mengulangi kesuksesan kala menjadi kampiun pada musim 1964-65 silam.



Read More..

EL BARCA LUMAT LYON

BARCELONA tampil jemawa di Camp Nou. Pada pertemuan kedua babak 16 besar Liga Champions, Rabu (11/3), El Barca mengalahkan Olympique Lyonnais 5-2.

Berbeda dengan kala bertanding di kandang sendiri, Lyon bermain lebih defensif ketika melawat ke kandang Barcelona. Pola 4-5-1 dipilih Claude Puel untuk mengantisipasi permainan atraktif tuan rumah. Sebuah pilihan berisiko. Sebab, hal itu membuat Barcelona tampil lebih leluasa.

Pada menit ke-25, Thierry Henry membuka kemenangan El Barca. Dia berhasil menyelesaikan dengan baik umpan Rafael Marquez untuk mengelabui kiper Lyon, Hugo Lloris.


Hanya dalam tempo dua menit, Henry kembali memaksa Lloris untuk mengambil bola dari gawangnya. Xavi Hernandez, yang sebelumnya mendapat ganjaran 100 ribu euro dari UEFA lantaran dipilih pengguna situs UEFA sebagai bagian Tim Terbaik UEFA, memberikan umpan melebar kepada Henry yang tanpa penjagaan. Dengan mudah, striker timnas Perancis itu mencetak gol keempatnya di Liga Champions musim ini.

Keunggulan dua gol itu tampaknya masih belum membuat dahaga pemain Barcelona terpuaskan. Messi membawa El Barca unggul pada menit ke-40, memanfaatkan umpan Samuel Etoo. Tiga menit berselang, giliran Etoo yang dilayani Henry. Umpan silang Henry langsung dilesakkan Etoo untuk membawa Barcelona unggul 4-0.

Satu menit menjelang turun minum, Jean II Makoun sempat memperkecil keadaan. Sundulannya melanjutkan umpan silang Juninho Pernambucano membuat skor pada babak pertama dikunci pada kedudukan 4-1.

Lyon sempat menghentak perlawan tuan rumah ketika babak kedua baru dimulai tiga menit. Diawali oleh umpan silang Cesar Delgado, Juninho dengan mulus meneruskannya untuk menggetarkan jala gawang Victor Valdes.

Kendati demikian, semangat gol itu belumlah cukup untuk menahan laju Barcelona. Gempuran anak-anak asuhan itu tak kunjung mengendur hingga detik-detik akhir pertandingan. Hal yang membuat Juninho frustrasi sehingga diganjar kartu kuning kedua, satu menit memasuki masa injury time.

Memasuki menit kelima masa injury time, Seydou Keita memperparah derita Lyon dengan mencetak gol ke-5 Barcelona. Skor akhir 5-2 untuk El Barca. Sekaligus memantapkan Barcelona lolos dengan keunggulan agregat 6-3.
Read More..

Rabu, 04 Maret 2009

Kiper MU Hebat Berkat iPod

Kiper nomor tiga Manchester United Ben Foster menjadi bintang keberhasilan timnya saat menjuarai Piala Carling. Rahasia sukses dia saat melakoni adu penalti adalah sebuah iPod. Kok bisa?Selain melakukan beberapa penyelamatan penting di babak reguler dan extra time, sehingga gawangnya bersih dari kebobolan, Foster adalah pahlawan MU saat memenangi tos-tosan dengan skor 4-1 di Stadion Wembley, Minggu (1/3/2009).

Puncak kegemilangan permainannya adalah ketika memblok eksekusi Jamie O'Hara. Itulah momen yang memulai kemenangan MU untuk memenangi Piala Liga Inggris untuk kali ketiga dalam sejarah mereka.Diungkapkan Foster seusai pertandingan, ia mendapat bantuan dari pelatih kiper Eric Steele untuk menghadapi adu penalti.


"Sebelum tos-tosan aku melihat iPod (dari Steele) dan mengalami penalti-penalti Tottenham, termasuk O'Hara," tukas Foster kepada Daily Telegraph.

"Mereka cuma bilang padaku: tegaklah, kuatkan, dan mungkin arahnya ke sana. Ini sebuah inovasi baru," sambung pemain berusia 25 tahun itu.

Atas permainan hebatnya itu manajer Sir Alex Ferguson langsung memberi pujian tinggi pada Foster. Menurutnya, ia tak hanya berpeluang menjadi kiper pertama MU tapi juga untuk timnas Inggris.

"Masa depan ada di tangannya," cetus Fergie. "Masa kini masih dimiliki Edwin van der Sar. Dengan pengalaman di final seperti ini, kepercayaan Foster akan menguat. Saya pikir dia akan menjadi kiper Inggris untuk beberapa tahun ke depan."
Read More..