Senin, 20 April 2009

PROFIL Top Rising Bojan Krkic


Buah memang tak jatuh jauh dari pohonnya. Seperti banyak pemain sepakbola yang dibesarkan oleh lingkungan, Bojan Krkic (foto) lahir dengan darah sepakbola mengalir kental dalam tubuhnya.

Sang ayah, Bojan senior, adalah eks pemain klub terkenal Yugoslavia, Red Star Belgrade, yang merantau ke Katalunya dan menikahi wanita setempat. Pada 28 Agustus 1990, Bojan lahir di Linyola, barat laut Katalunya, dan sembilan tahun kemudian mulai menapaki jenjang karir sebagai pemain sepakbola.


Beruntung bagi Bojan, sang ayah bekerja sebagai pemantau bakat di Barcelona sejak 1997 dan di klub kebanggaan masyarakat Katalunya itu pula Bojan menimba ilmu sebagai pemain muda berbakat.

Nama Bojan mulai terkenal di kalangan tim taruna. Bermain sebagai penyerang dengan giringan bola yang mematikan, Bojan mencetak rata-rata tiga gol dalam satu pertandingan! Selama tujuh tahun menjadi kadet di akademi Barca, Bojan mencetak 889 gol. Memang lebih mudah mencetak gol di tingkat yunior, tapi Bojan terbukti memiliki keunggulan dalam hal konsistensi sejak usia dini.

Berkat rekor mengagumkan tersebut, Bojan disertakan dalam skuad timnas U-17 Spanyol pada Kejuaraan Eropa 2006 silam di Luksemburg. Pada saat yang sama, Bojan sudah kerap tampil di Barcelona B dan banyak mencetak gol menentukan. Barcelona meminta agar Bojan tidak disertakan dalam turnamen, tapi federasi sepakbola Spanyol (RFEF) bersikeras.

Di Luksemburg, dalam tujuh pertandingan yang dilalui Spanyol, Bojan tampil lima kali sebanyak 270 menit dan mencetak lima gol. Kemampuan Bojan mulai dikagumi banyak orang. Keseimbangan, penguasaan bola, visi, kecepatan, dan penyelesaian yang akurat adalah keunggulan yang dimiliki Bojan.

"Hanya sedikit pemain dengan sentuhan magis," ujar Pep Guardiola saat itu, "dan Bojan adalah salah satunya."

Segera setelah itu, Bojan tinggal tunggu waktu untuk tampil di timnas senior Barca. Peluang tiba ketika manajer Frank Rijkaard memainkannya sejak menit pertama pada pertandingan uji coba melawan klub Mesir Al-Ahly, akhir April 2007. Bojan mencetak gol dan mengundang pujian sebagai "pemain berbakat hebat, tenang, dan berkelas" dari sang pelatih.

Rijkaard tak ragu memutuskan masa depan pemain muda potensial seperti Bojan. Musim 2007-08, Bojan mulai berstatus sebagai anggota tim senior Barca. Debut resminya ditandai pada 16 September 2007 melawan Osasuna. Tiga hari kemudian, Bojan dimainkan pada pertandingan Liga Champions melawan Olympique Lyon saat menggantikan Lionel Messi pada menit ke-88. Bojan menjadi pemain termuda yang pernah diturunkan Barcelona di Liga Champions. Usianya saat itu 17 tahun dan 22 hari.

Sebulan setelahnya, Bojan sukses mengemas gol pertamanya untuk Azulgrana. Gol dibuat ke gawang Villarreal pada menit ke-25 dan menandakan namanya sebagai pencetak gol termuda sepanjang sejarah Barcelona di liga domestik.

Di ajang Liga Champions, Bojan menjadi pemain kelahiran 1990 pertama yang mencetak gol di kejuaraan antarklub paling bergengsi di Eropa itu ketika menjebol gawang Schalke 04, April 2008. Pada musim itu, Bojan total mencetak 10 gol untuk mematahkan rekor gol pada musim debut yang dipegang pujaan Real Madrid, Raul Gonzalez.

Kegemilangan yang dibangun sejak usia dini itu membuat Serbia dan Spanyol memperebutkan Bojan.

"Bojan akan menentukan tim yang dibelanya saat berusia 21," tukas sang ayah suatu ketika. "Masih banyak waktu sebelum memutuskan."

Tapi, ternyata bakat besar Bojan tak bisa menunggu. Awal Februari 2008, Luis Aragones memanggil Bojan ke skuad timnas Spanyol menjelang pertandingan persahabatan melawan Prancis. Jika dimainkan, Bojan tidak hanya menentukan masa depannya, tapi juga menjadi pemain termuda yang pernah berseragam La Furia Roja, memecahkan rekor Angel Zubieta yang sudah bertahan 70 tahun. Sayangnya, Bojan menderita sakit dan gagal memenuhi panggilan.

Menjelang Euro 2008, nama Bojan kembali disebut-sebut sebagai kandidat potensial untuk posisi striker. Alih-alih demikian, Bojan meminta Aragones untuk tidak menyertakannya, salah satu alasannya karena kelelahan menjalani musim kompetisi yang panjang.

Akhirnya, debut Bojan di timnas Spanyol terjadi juga pada September 2008, ketika Vicente del Bosque memainkannya pada sepuluh menit terakhir pada pertandingan melawan Armenia. Ketika masyarakat Serbia harus menelan kekecewaan karena kehilangan seorang calon idola, harapan masyarakat Spanyol justru melambung setinggi langit.

Tahun ini, usia Bojan memasuki 19 tahun dan tetap diandalkan dalam skuad tim. Apalagi, Barca masih berpeluang meraih tiga gelar juara sekaligus musim ini -- Primera Liga Spanyol, Copa del Rey, dan Liga Champions. Meski jarang dimainkan, Barcelona menolak melepas Bojan ke klub lain pada bursa transfer Januari lalu. Padahal, banyak klub besar berharap bisa diperkuat pemain sekelas Bojan.

Bersaing memperebutkan tempat di tim inti Barcelona memang tidak mudah. Tapi, jika Bojan memilih bersikap sabar, tentu tidak ada yang sebaik meraih banyak gelar juara bersama klub yang membesarkannya -- sekaligus salah satu klub terbaik dunia -- Barcelona.
Read More..

PROFIL Top Rising Star Theo Walcott


Nama Lengkap: Theo James Walcott
Tanggal Lahir: 16 Maret 1989
Tempat Lahir: Stanmore, London, Inggris
Tinggi Badan: 175 cm
Posisi: Striker / Sayap Kanan

Berbagai pujian mengalir untuk Walcott dalam usianya yang masih dini. Bahkan, pada pandangan pertama, bos Arsenal Arsene Wenger berpikir, "Kualitas pertama yang berkesan adalah pengaturan waktunya dalam berlari; kapan harus pergi dan kapan tidak. Terkadang anda punya pemain yang sangat cepat tapi anda tak melihat itu dalam pertandingan karena mereka tidak berlari pada saat yang tepat, mereka tidak menggunakan aset mereka."

Ketika itu, pada musim 2004/05, Walcott bersinar untuk tim yunior Southampton, terutama dalam final Piala FA Yunior lawan Ipswich Town yang disaksikan sendiri oleh Wenger itu. Tawaran sponsor dari perusahaan olahraga Nike pun diterimanya saat ia baru berusia 14 tahun!

Sebelum tampil untuk Southampton, Walcott mengawali karirnya untuk AFC Newbury, klub lokal tempat ia dibesarkan, dan mencetak lebih dari 100 gol dalam musim pertama dan satu-satunya bagi Newbury. Selanjutnya, Swindon Town menjadi pelabuhan terakhir Theo sebelum hijrah ke Southampton.

Karirnya di Southampton pun terus berkembang. Ia menjadi pemain termuda yang bermain untuk tim cadangan Southampton pada usia 15 tahun dan 175 hari, dan musim berikutnya, tim inti Southampton menurunkannya pada usia 16 tahun dan 143 hari untuk kembali memecahkan rekor pemain termuda.

Melesatnya prestasi Walcott pada musim itu membuatnya menjadi tiga besar finalis Atlet Muda Terbaik 2005 versi BBC Sports, dan kemudian majalah Match dalam edisi tahunannya untuk 2005 memperkenalkan bakat besarnya kepada khalayak yang lebih luas dan semakin menarik minat media Inggris yang melihatnya sebagai salah satu pemain muda Inggris paling menjanjikan untuk angkatannya.

Chelsea, Liverpool, Manchester United, dan Tottenham Hotspur mengincarnya tetapi akhirnya kehandalan Arsene Wenger dalam bernegosiasi dibuktikan dengan keberhasilannya mengontrak Walcott pada Januari 2006 dengan biaya total mencapai £9,1 juta sekaligus menjadi pemain berusia 16 tahun termahal dalam sejarah sepakbola Inggris.

Debutnya di Liga Champions pada leg kedua babak kualifikasi ketiga Liga Champions musim 2006/07 lawan Dinamo Zagreb menjadikannya pemain termuda Arsenal yang tampil di kompetisi Eropa dengan mengalahkan rekor yang dipegang Cesc Fabregas sebelumnya.

BBC Sports pun akhirnya memberikan penghargaan sebagai Atlet Muda Terbaik 2006 berkat 'tahun fantastis dimana ia bergabung ke Arsenal dan masuk tim Piala Dunia 2006 bersama Inggris'.

Gol perdana Walcott bagi tim senior Arsenal baru tercipta pada final Piala Liga 2007 lawan Chelsea dan ia kembali menulis catatan sejarah sebagai pencetak gol termuda kedua dalam sejarah final Piala Liga. Tetapi, gol Walcott tak cukup untuk mencegah the Blues meraih kemenangan 2-1 melalui dua gol Didier Drogba.

Musim berikutnya, Walcott menunjukkan tajinya dengan sejumlah giringan bola yang mengagumkan, selain kemampuannya untuk menciptakan peluang bagi rekan-rekannya.

Sven-Goran Eriksson memuji Walcott, "Larinya itu luar biasa, dengan membawa bola dari kotak penaltinya ke sudut yang lain. Kecepatan yang ia miliki, saya rasa tak ada yang lebih baik. Ia seperti Maradona."

Seiring dengan berkembangnya perbandingan dengan legenda Arsenal Thierry Henry, pelatih Arsenal Arsene Wenger pun menghadiahkan nomor punggung 14 yang sebelumnya dipakai Henry kepada Walcott. Dan Walcott pun mulai mendapat kepercayaan dengan lebih sering tampil untuk tim inti sebagai sayap kanan atau penyerang.

Cedera bahu dan lutut merusak karirnya musim ini, tetapi ia kembali dengan mengagumkan bulan ini, termasuk saat mencetak gol pertama dalam kemenangan 3-0 atas Villarreal pada leg kedua perempat-final Liga Champions.

Karir internasionalnya juga tak kalah cemerlang. Pada 30 Mei 2006, Walcott menjadi pemain Inggris termuda dalam pertandingan resmi tim senior dengan usia 17 tahun dan 75 hari ketika Hungaria dijamu di Old Trafford.

Kemudian, pelatih Inggris ketika itu, Sven-Goran Eriksson dihadapkan pada krisis cedera lini depannya untuk menghadapi Piala Dunia 2006, dan mantan pelatih Lazio itu memutuskan untuk memilih Walcott daripada sejumlah nama besar lain seperti Darren Bent, Andy Johnson, Dean Ashton, dan Jermain Defoe.

Anehnya, Eriksson tak memainkan Walcott sama sekali di Jerman 2006, dan ia berkilah itu demi masa depan dan pengalaman Walcott.

Walcott menjadi pencetak gol termuda untuk tim U-21 Inggris pada 15 Agustus 2006, dan sekitar dua tahun kemudian, Walcott membuka tabungan golnya bagi the Three Lions dengan langsung mencetak hat-trick sekaligus memastikan status pencetak hat-trick termuda bagi Inggris.

Di luar lapangan, kehidupan Walcott cukup menarik. Ayahnya berasal dari Jamaika dan ibunya Inggris, dan pada 2007, keluarganya tampil dalam film Harry Potter and the Order of the Phoenix. Theo pun sebenarnya dijadwalkan untuk tampil, tetapi komitmennya untuk Arsenal membuatnya harus mundur.

Ironisnya, Walcott dan ayahnya adalah fans berat Liverpool hingga kini. Dan Walcott mengaku berteriak sangat keras ketika Liverpool menjuarai Liga Champions musim 2004/05, bahkan ia mengaku teriakannya itu membangunkan tetangganya.

Dalam masalah percintaan, Theo menjalin hubungan jangka panjang dengan Melanie Slade, dan keduanya bertemu di sebuah pusat perbelanjaan bernama WestQuay di Southampton pada 2006.




Read More..

PROFIL Top Rising Star David N'Gog


Meski tak banyak dikenal, manajer Liverpool Rafael Benitez memuji pemantau bakatnya setelah berhasil menemukan dan merekrut David N'Gog (foto) ke Merseyside.

"Mereka bisa menemukan pemain seperti N'Gog, pemain berkualitas dengan harga yang tidak mahal," sanjung Benitez.

Liverpool mendatangkan N'Gog dari Paris Saint-Germain dengan transfer senilai £1,5 juta pada 24 Juli 2008 dengan kontrak selama empat tahun. Kualitas yang dipuji Benitez tidak tampak dari rekor penampilan N'Gog bersama Les Parisiens. Tampil sebanyak 18 kali, N'Gog hanya mencetak satu gol.


N'Gog memulai karir profesional di klub ibukota Prancis itu setelah menandatangani kontrak Juni 2006, saat masih berusia 17 tahun. Pemain kelahiran Gennevillers itu bisa dibilang tak banyak mendapat kesempatan untuk membuktikan kemampuannya di atas lapangan bersama PSG. Namun, sebaliknya saat membela timnas taruna Prancis. N'Gog mencetak dua gol kemenangan Prancis 2-0 atas Inggris U-19, 2007 silam.

Penampilan N'Gog bersama timnas taruna Prancis terbukti memancing minat pemantau bakat Liverpool. Setelah mendapat tawaran bergabung dari salah satu klub besar Liga Primer Inggris itu, N'Gog tidak langsung mengiyakan. Pemain kelahiran 1 April 1989 ini mengontak sepupunya, Jean-Alain Boumsong, yang pernah bermain di Liga Primer bersama Newcastle United.

Boumsong tak ragu merekomendasikan Liga Primer kepada sang sepupu.

"Saat dia membicarakan soal Liverpool, pertama-tama aku ingin tahu apakah dia bertemu Rafa Benitez dan seperti apa kemauannya," kisah Boumsong.

"Aku bilang kepadanya Benitez pelatih hebat. Saat dia memiliki pemain muda menjanjikan, dia memberi mereka kesempatan dan jika bekerja keras, Anda akan mendapat kesempatan."

Bagi Boumsong, Liga Primer akan membuat N'Gog berkembang pesat.

"Liga Inggris adalah yang tersulit, tapi David datang sebagai pemain tak terkenal dan itu akan membantu," sambung Boumsong.

"Kemampuan fisiknya akan bertambah. Dia masih muda, tapi banyak yang bisa berkembang. Ketika dia melihat [Steven] Gerrard melakukan ganjalan dan [Jamie] Carragher menggasaknya saat latihan, dia akan segera berkembang."

Pilihan bergabung dengan Liverpool pun ditempuh. Meski masih sulit mendapat tempat di tim inti, N'Gog tak menyesal.

"Bukan pilihan yang mudah [pindah ke Liverpool dari PSG], tapi aku tak menyesal," imbuhnya.

"Aku betah di Liverpool dan semua orang menyambutku. Aku mencoba berkembang selangkah demi selangkah. Itu menjadi tujuan setiap pemain untuk mencapai level tertinggi. Jadi, aku ingin mencetak gol untuk membantu tim."

Setidaknya kerja keras yang dilakukan N'Gog mulai membuahkan hasil. Di tengah-tengah perjuangan Liverpool dalam perebutan gelar juara Liga Primer, N'Gog memberikan kontribusi berarti ketika mencetak gol ke gawang Sunderland, awal Maret lalu, untuk membawa Reds menang 2-0. Itu merupakan gol perdananya di kancah Liga Primer.

Sebelumnya, gol debut sudah diukirnya ke gawang PSV Eindhoven pada penyisihan grup Liga Champions. Debut penampilan N'Gog sendiri ditandai saat melawan Aston Villa, 31 Agustus tahun lalu.

Penyerang cepat yang juga bisa dimainkan sebagai sayap ini baru 15 kali bermain untuk Liverpool musim ini. Jangan terburu-buru menilai N'Gog sebagai transfer gagal Merseyside Merah, karena masa depan masih membentang di hadapannya.

"Beberapa striker bermain untuk diri sendiri, mereka hanya bereaksi ketika bola datang. Aku tak ingin seperti itu, jadi aku sering menyaksikan cara bermain Fernando Torres," tekadnya.

"Dia pemain hebat -- bergerak dengan baik, dia pandai menemukan ruang yang sulit dicari pemain lain, dan lebih dari itu, dia bekerja keras untuk tim. Aku banyak belajar darinya."

Mudah-mudahan suatu saat kelak N'Gog menyamai Torres, bahkan mungkin melampauinya...


Read More..

Profil Alexandre Pato


Profil Pemain
Nama lengkap: Alexandre Rodrigues da Silva
Tanggal Lahir: 2 September 1989
Tempat Lahir: Pato Branco, Brasil
Tinggi: 1,79 meter
Posisi: Striker

Di tahun 2007, nama Alexandre Pato membuat Milanisti terkejut. Tak sedikit yang bertanya-tanya mengenai pemuda yang direkrut Milan dengan tebusan yang tak sedikit, yaitu sekitar €22 juta dari klub Brasil, Internacional.


Nilai tersebut terbilang mahal untuk pemain berusia muda dan belum memiliki nama di dunia sepakbola.

Bandingkan saja dengan usaha mudah Milan saat mendatangkan Kaka. Bahkan Rosoneri tak sampai mengeluarkan uang hingga €10 juta pada waktu itu.

Lalu, apa yang spesial dari seorang Pato, nama yang bila diterjemahkan memiliki arti 'Si Bebek' itu?

Hanya waktu yang bisa menjawabnya. Dan memang benar, seiring berjalannya masa, pemain yang kini berusia 19 tahun itu menunjukkan kualitas dan kemampuan yang membuat Milan rela merogoh kocek mereka dalam-dalam.

Ya, pemilik nama lengkap Alexandre Rodrigues da Silva itu memang menjadi pemain fenomenal baru dari Brasil. Kemampuannya menggocek, menendang dan mengumpan terbilang di atas rata-rata.

Milan mendatangkannya dari Internacional pada 2 Agustus 2007. Namun dia belum diperbolehkan bermain karena aturan non-Uni Eropa melarangnya. Baru pada 3 September 2007, satu hari setelah hari ulang tahunnya ke-18, Pato bisa diturunkan walaupun hanya sekedar di laga ujicoba dan sesi latihan.

Debut Pato di laga non-kompetitif terjadi pada 7 september 2007, saat Milan menahan imbang Dynamo Kiev 2-2. Pato mencetak satu gol di laga tersebut dengan sundulannya. Baru di 4 Januari 2008 Pato bisa bermain secara resmi untuk Milan.

Dan sejak saat itu, Pato menunjukkan kualitasnya sebagai striker berbakat. Pada laga debutnya, kala Milan menang 5-2 atas Napoli pada 13 Januari 2008, Pato mencetak satu gol. Gol demi gol terus tercipta di laga berikutnya hingga saat ini. Total, sudah 26 gol dicetaknya dalam 53 laga bersama Milan.

Dengan bakat yang dimilikinya, timnas Brasil pun ikut memaksimalkan tenaganya. Alhasil, dia berhasil membawa Brasil meraih gelar juara di Kejuaraan Junior Amerika Selatan 2007 dan memenangi medali perunggu di Olimpiade Beijing 2008.

Pato juga memcatat prestasi pribadi yang diyakini tidak akan terpecahkan dalam waktu yang lama, yaitu mencetak gol tercepat dalam debutnya bersama timnas Brasil, mengungguli catatan legenda, Pele.

Kehidupan Pribadi

Keahliannya mengolah bola sudah ditunjukkan Pato sejak umur tiga tahun, saat memperlihatkan aksinya di lapangan sepakbola indoor. Kemampuannya itu membuat banyak manajer merekomendasinya.

Saat remaja, dia pun ingin lebih menekuni kehidupan sepakbolanya dengan mengikuti ujicoba bersama Gremio, tim favoritnya di waktu kecil. Akan tetapi, sang orang tua malah mengirimnya ke Internacional. Pada tahun 2001, dia pergi dan bergabung dengan Internacional dan berbagi ruang tidur bersama 83 remaja lain yang juga mengadu nasib dari jalan sepakbola.

Pato juga tercatat sudah bertunangan dengan aktris asal Brasil, Stefhany Brito, yang berusia dua tahun lebih tua, sejak 2007. Keduanya kemudian memutuskan hubungan pada Januari 2009 karena tidak bisa menjaga hubungan jarak jauh mereka. Tapi kabar terbaru menyebutkan kedua insan tersebut memutuskan kembali bersama, dua minggu setelah berpisah.

Catatan Prestasi Pato
Internacional
FIFA Club World Cup: 2006
Recopa Sudamericana: 2007
Brazilian U-20 Championship: 2006

Timnas Brasil
Kejuaraan U-20 Amerika Selatan 2007
Sendai Cup 2006
Medali Perunggu Olimpiade Beijing 2008

Individual
2006 Brazilian U-20 Championships Top-Scorer
2006 Brazilian U-20 Championships Most Valuable Player
2006 Sendai Cup Top-Scorer
2006 Sendai Cup Most Valuable Player


Read More..

Sabtu, 04 April 2009

Profil Van der Sar


Musim ini punya makna spesial bagi Edwin van der Sar. Di pengujung kariernya, dia menorehkan catatan bersejarah bersama klubnya, Manchester United, di kancah Premier League. Sejumlah rekor ditorehkannya pada musim ini.

Rangkaian cleansheet terpanjang
Van der Sar membawa MU tak kebobolan dalam sembilan laga secara berturut-turut. Bagi MU, ini adalah rekor rangkaian cleansheet terpanjang. Rekor sebelumnya adalah tujuh laga antara Mei dan Agustus 1997.

Lewati Schmeichel
Keberhasilan mempertahankan gawangnya tak kebobolan dalam sembilan laga membawa Van der Sar melewati Peter Schmeichel. Hingga 16 Januari 2009, dia tak kebobolan dalam 762 menit. Sementara rekor Schmeichel adalah 694 menit.

Bayangi Cech dan Chelsea
Van der Sar hanya terpaut dua laga lagi untuk merontokkan dua rekor yang masih bertahan. Pertama, rekor sepuluh laga tak kebobolan milik Chelsea yang diguratkan pada musim 2004-05.

Kedua, rekor 1.025 menit tak kebobolan yang dipegang Petr Cech, penjaga gawang Chelsea. Selain itu, dia tinggal butuh 10 cleansheet untuk menyamai rekor 24 cleansheet dalam semusim yang juga dipegang Cech. Read More..

Auto Insurance Companies

Completing an auto insurance quote comparison is a smart way of obtaining competitive rates. Doing so usually involves having to contact multiple companies individually to request quotes which can be quite a time consuming process and can quickly become frustrating.

In today's world of technology, auto insurance has combined nicely with
the internet allowing consumers to compare rates online, complete extensive
research and even purchase a policy online. What took hours a few years
ago, now only takes minutes thanks to online technology. Consumers can log
into websites like Auto Insurance Companies to obtain instant
online auto insurance quotes from a variety of carriers such as
Progressive, Infinity, AIG and other leading carriers with one simple
process.

There are more benefits to using the internet than just time
efficiency. Consumers can now purchase auto insurance online from most
carriers of choice. With many factors to choose from, consumers can even
compare companies by brand, financial strength, customer service, complaint
history, rates and more. With so many insurers to choose from, it is
important to complete extensive research to ensure that the chosen carrier
fits one's needs.

Purchasing a policy online also provides, in comparison to purchasing
in person, the convenience of savings, future policy management, and of
course, the ability to insure vehicles quickly and efficiently. Managing a
policy online also comes with the ability to inquire on status, billing and
even make payments online. Some carriers nowadays even allow policyholders
to file claims online and keep up on the progress.

Log onto Auto Insurance Companies to instantly compare
multiple auto insurance quotes from leading carriers; your quotes are free
with no obligations whatsoever.




Read More..