Kamis, 2009 Juli 02

Rekor MU di Liga Champions


MANCHESTER United pada musim ini memang luar biasa. Setelah merontokkan rekor clean sheet di Liga Inggris, stu rekor lagi ditorehkan di Liga Champions. Keberhasilan menahan imbang Inter Milan pada leg I Babak 16-besar Liga Champions, 24 Februari silam membuat mereka tak terkalahkan dalam 20 laga secara beruntun!

Jumlah itu membuat Red Devils unggul atas Ajax Amsterdam dan Bayern Muenchen yang hanya mengoleksi 19 kali laga tanpa kekalahan. MU terakhir kali merasakan kekalahan pada 2 Mei 2007. Ketika itu, mereka kalah 0-3 dari AC Milan di semifinal.


Tapi rekor ini akhirnya terpatahkan ketika MU tampil melawan Barcelona di final Liga Champions musim 2008-09. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Olimpico, Roma 27 Mei lalu, Red Devils takluk di tangan El Barca dengan skor 0-2.

11 Kemenangan
Dari 20 laga tersebut, MU mengoleksi 11 kemenangan. Kemenangan terbesar diraih kala MU menundukkan Dinamo Kyiv 4-0 pada 7 November 2007. Jumlah kemenangan itu masih kalah dari Ajax dan Bayern. Ajax mengemas 14 kemenangan kala tak terkalahkan dalam 19 laga sedangkan Bayern mencatat 13 kemenangan.

13 Clean Sheet
Hasil 0-0 kala meladeni Inter Milan pada akhir Februari merupakan clean sheet ke-13 dalam rangkaian 20 laga tak terkalahkan yang dilakoni MU. Menariknya, Barcelona merupakan satu-satunya tim yang gagal menjebol gawang mereka. Dua laga versus El Barca berakhir 0-0 dan 1-0.

4 Tanpa Gol
Selama tak terkalahkan di Liga Champions, MU tercatat hanya empat kali absen mencetak gol alias mengemas hasil imbang 0-0. Lawan paling alot yang dihadapi Mu adalah Villarreal. Dalam dua kesempatan, para penggawa Red Devils gagal menjaringkan bola ke gawang tim ini.

10 Lawan
Hingga mengemas 20 laga tak terkalahkan, MU tercatat menghadapi 10 lawan berbeda. Nah, lawan yang paling sering dihadapi adalah AS Roma, yakni sebanyak empat kali. Hasilnya, tiga kali menang dan sekali imbang.

Read More...

RONALDO PUKULI ABG HINGGA BABAK BELUR


CRISTIANO Ronaldo kembali membuat sensasi. Pemain anyar Real Madrid itu tersandung kasus penganiayaan cukup berat. Hanya karena tak suka gambar dirinya difoto, Ronaldo tega menghajar remaja putri hingga luka-luka.

Insiden memilukan ini menimpa seorang gadis remaja putri berusia 17 tahun, Sara Pardal. Saat itu, Sara tengah berada di depan apartemen Ronaldo di Lisbon, Portugal. Tak ada maksud apa-apa bagi Sara selain ingin meminta tanda tangan dan mengambil gambar pemain idolanya tersebut.


Bukannya perlakuan manis yang didapat, Sara justru mendapat bogem mentah dari Ronaldo. Pemain asal Portugal itu merasa gerah dengan tindakan Sara yang diam-diam mengambil gambar dirinya. Ronaldo lalu keluar dari mobil dan menendang pintu mobil yang dikendarai Sara hingga kaca mobil itu pecah berantakan.

Kontan saja kejadian ini membuat Sara mengalami luka-luka. Ia lalu sempat dirawat di rumah sakit untuk mendapat pertolongan. Sara sendiri kini sedang mempertimbangkan untuk mengajukan tuntutan kepada Ronaldo.

Sedangkan Ronaldo, meski telah mengaku menyesal atas perbuatannya itu, tapi ia mencoba membela diri. Alasan Ronaldo saat itu adalah ia mengira bahwa Sara sedang bersama seorang fotografer paparazzi. Ronaldo menuduh Sara telah membuntutinya sejak ia berada di rumah hingga di Ritz Hotel.

“Aku menyesal atas apa yang aku lakukan, tapi aku tidak bisa menjanjikan untuk tidak berbuat seperti itu lagi bila aku mengalami kejadian yang sama seperti ini lagi,” ujar Ronaldo.


Read More...

300 Gol Inzaghi


MENCETAK gol memang bukan hal aneh bagi bomber AC Milan, Filippo Inzaghi. Tapi, dua gol yang dilesakkannya ke gawang Siena pada akhir pekan silam punya arti tersendiri. Selain mengantar I Rossoneri menang telak 5-1, dua gol itu menggenapkan perolehan golnya sepanjang karier menjadi 300 buah.

Bedah Gol Inzaghi
Serie-A : 145
Liga Champions : 46
Serie-B : 28
Azzurri : 25
Coppa Italia : 15
Serie-C1 : 13
Piala UEFA : 10
Piala Intertoto : 7
Azzurrini : 3
Piala Winners : 2
Piala Intercontinental : 2
Piala Super Italia : 2
Piala Super Eropa : 1
Plays-off Piala UEFA : 1



Grafik Gol Tahunan
Tahun Gol
1992 1
1993 19
1994 20
1995 10
1996 13
1997 24
1998 30
1999 30
2000 19
2001 25
2002 24
2003 21
2004 4
2005 2
2006 22
2007 15
2008 15
2009 6

Keempat
Sepanjang sejarah, Inzaghi adalah pemain keempat yang mampu menembus perolehan 300 gol. Tiga pemain terdahulu adalah Silvio Piola, Giuseppe Meazza, dan Roberto Baggio. Uniknya, keempat kolektor 300 gol itu, semuanya pernah membela Juventus!
sumber:
duniasoccer.com
Read More...

Selasa, 2009 Juni 30

Tim Fair Play 2008/2009

Setiap akhir musim kompetisi, asosiasi sepakbola negara-negara Eropa mengeluarkan data disiplin pemain dan klub. Data itu memperlihatkan jumlah kartu merah dan kuning yang dikoleksi klub dan pemain sepanjang laga, dan digunakan untuk menentukan klub dan pemain mana yang menjunjung fair play.

Dari Serie A, Felipe Melo (Fiorentina) bertengger di urutan teratas dalam daftar pemain paling banyak melakukan pelanggaran. Ia mengemas 12 kartu kuning dari tiga kartu merah.

Guillermo Giacomazzi (Lecce) dan Lopez (Cagliari) juga menerima tiga kartu merah sepanjang musim, tapi kartu kuning yang diraihnya relatif sedikit; masing-masing tujuh dan enam.


Di Liga Primer, Lee Cattermore (Wigan) menjadi satu-satunya pemain yang meraih dua kartu merah sepanjang musim. Ia juga mengoleksi sepuluh kartu kuning.

Marouane Fellaini, pemain Everton yang temperamental, menjadi pemain paling sering melakukan pelanggaran dengan koleksi 12 kartu kuning. Ia juga

Di Primera Liga Spanyol, Fernando Navarro (Sevilla) tercatat sebagai pemain paling banyak mengoleksi kartu kuning, yaitu 16. Sedangkan Fernando Amorebieta (Ath Bilbao) dan Sergio Ramos (Real Madrid) masing-masing 14 kartu kuning dari satu kartu merah. Carlos Marchena (Valencia) dengan koleksi kartu merah terbanyak sepanjang musim yaitu tiga.

Di luar data statistik itu, pers memainkan peran penting membentuk opini publik akan pemain terbaik. Kriteria penilaian tidak hanya dari performa di lapangan, tapi juga perilaku di luar lapangan.

Steven Gerrard, misalnya, boleh saja menjadi yang terbaik di lapangan. Namun perilakunya mabuk di sebuah bar, yang membuatnya diseret ke pengadilan, membuat simpati publik berkurang.

John Terry relatif tidak terdengar membuat banyak ulang di luar lapangan, tapi ia menjadi salah satu pemain Chelsea paling banyak mengemas kartu kuning.

Meski demikian selalu ada pilihan bagi publik ketika harus memilih yang terbaik di dalam dan luar lapangan. Berikut 11 di antaranya.

Penjaga Gawang

Gianluigi Buffon: Penjaga gawang Juventus ini memang bukan satu-satunya yang terbaik. Edwin van der Sar, Iker Casillas, dan Victor Valdez, memiliki reputasi sama. Namun pengaruh Buffon di klub dan timnas mungkin jauh lebih besar. Ia nyaris tidak memiliki persoalan dengan kehidupan di luar lapangan, termasuk di keluarganya.

Belakang

Giorgio Chiellini: Buffon menyebutnya salah satu defender Italia terbaik saat ini. Ia terkenal dengan tackling-nya yang keras, tapi tidak termasuk di jajaran pemain yang memperoleh kartu kuning terbanyak.

Daniel Alves: Jika Sergio Ramos (Real Madrid) dan Fernando Navarro (Sevilla) paling sering berurusan dengan wasit, Daniel Alves mungkin yang jarang berurusan dengan sang pengadil di lapangan. Di luar lapangan, reputasi Alves relatif baik, terutama di mata fans Barcelona.

Joleon Lescott: Everton beruntung memilikinya. Ia relatif memiliki kemampuan sama dengan John Terry. Namun Lescott tidak didukung dengan rekan-rekan dengan kualitas sama di sekelilingnya. Meski demikian ia salah satu pemain kunci yang memastikan Everton tidak keluar dari peringkat lima besar dalam dua tahun terakhir.

Carles Puyol: Ia bisa bermain di semua posisi di lini belakang Barcelona. Piawai menjaga lawan, tapi jarang terkena kartu kuning. Di ruang ganti dan kehidupan sehari-hari Puyol dihormati.

Gelandang

Franck Ribery: Hanya sekali dalam semusim Franck Ribery nyaris terkena kartu kuning. Yaitu di pekan-pekan terakhir Bundesliga, ketika Bayern bermain habis-habisan untuk meraih angka maksmimal. Selebihnya, ia lebih banyak dikasari lawan karena gerakannya yang eksplosif.

Lionel Messi: Dibanding Cristiano Ronaldo yang banyak ulah, Lionel Messi mungkin figur yang tak banyak menjadi sorotan. Kehidupannya sama sekali tidak pernah terekspose, karena dia cenderung tidak pernah macam-macam.

Ricardo Kaka: Ia dikenal loyal. Dihormati kawan dan lawan. Jarang mengeluh kepada wasit. Kehidupan rumah tangganya juga tak banyak menjadi sorotan, karena dia tidak pernah macam-macam.

Xavi Hernandez: Berwibawa, pujaan fans, dan hanya sesekali memprotes wasit. Santun di dalam dan luar lapangan. Ia tak tergantikan di lini tengan barcelona.

Depan

Fernando Torres: Jika Wayne Rooney menjadi striker paling banyak melakukan pelanggaran sepanjang musim lalu, dengan tujuh kartu kuning dn dan satu merah, Torres paling banyak dikasari lawan. Meski demikian ia tetap saja masih bisa mengoleksi 14 gol. Sedangkan Rooney hanya 12. Kehidupannya di luar lapangan juga tidak terlalu banyak menyita perhatian pers.

David Villa: Seperti Torres, David Villa tidak banyak tingkah di dalam dalam luar lapangan. Ia juga bukan pemain yang mudah terprovokasi pemain belakang lawan.
Read More...

PROFIL: Kilas Balik Liverpool 1989/90


Akhir dari kejayaan sebuah klub legendaris Inggris. Musim 1989/90 seolah menjadi edisi penutup kehebatan Reds yang fenomenal.

Bagaimana tidak. Sejak itu, Liverpool tak pernah lagi bertahta di kancah sepakbola Inggris. Terutama setelah Manchester United melakukan ‘kudeta’ merangkak saat melakukan pembaruan dengan mendatangkan Alex Ferguson untuk menggantikan Ron Atkinson pada 1986.

Berakhirnya kekuasaan Liverpool ditandai dengan pergantian kompetisi dari Football League First Division menjadi Premier League atau Liga Primer Inggris pada 1992/93.


Pada musim itu pula, MU mencatat sejarah sebagai tim pertama yang memenangi gelar Liga Primer sekaligus menandai ‘kudeta’ terhadap Liverpool. Dan, Pools tak pernah kembali berkuasa untuk menjadi nomor satu di Liga Primer.

Berbagai trofi memang masih terus diraih. Liverpool kembali memenangi Liga Champions, Piala UEFA, Piala Carling, namun gelar juara Liga Primer tak lagi singgah ke Anfield.

Karena itu, musim 1989/90 masih menjadi seri terakhir episode kegemilangan Reds. Sebuah episode kompetisi yang diawali dengan mimpi buruk tragedi Hillsborough.

Tragedi 15 April 1989 saat Liverpool bertemu Nottingham Forest di semi-final Piala FA di Stadion Hillsborough milik Sheffield Wednesday. Tercatat 96 suporter Liverpool tewas akibat terjebak dalam kerumunan massa yang kemudian dikenal sebagai Hillsborough Disaster.

“Saya tidak akan pernah melupakan 15 April 1989. Bahkan saya tak bisa meski hanya sekadar mengingat nama Hillsborough apalagi mengucapkannya dengan mengabaikan memori buruk yang mengikutinya. Memori ini akan terus terbayang dalam sisa hidup saya,” kata Kenny Daglish, manajer merangkap pemain Liverpool saat itu.

Daglish menjadi manager-player tersukses saat menangani Liverpool pada 1985-1991. Dengan menyisakan tragedi Hillsborough, Daglish sukses mempersembahkan gelar juara Divisi Satu pada musim 1989/90.

Saat itu, Liverpool mendapat perlawanan dari Aston Villa yang sempat merebut posisi puncak klasemen. Meski Villa termasuk rival utama, namun saat itu Reds sesungguhnya lebih memperhitungkan Arsenal yang berstatus juara bertahan. Berikutnya, rival dari tetangga satu kota, Everton, Manchester United dan Tottenham Hotspur.

Meski menghadapi keroyokan karena menjadi 'klub paling dibenci', namun tak ada yang memungkiri Liverpool saat itu tengah mencapai puncak performa. Bahkan, skuad itu termasuk terbaik yang pernah dimiliki Liverpool.

Para pemain yang diboyong Daglish seperti Peter Beardsley (foto), John Barnes, Ray Houghton, Alan Hansen, Ronnie Whelan, Steve McMahon, Mark Lawrenson dan Steve Nicol membentuk Liverpool sebagai dream team.

Apalagi, mereka kembali diperkuat Ian Rush yang sebelumnya membela Juventus. Banyak yang menyebutkan Rush frustrasi di Juve sehingga tak mampu menunjukkan performa terbaik di Serie A Italia. Terbukti, ia hanya bertahan selama 15 bulan sebelum balik ke Liverpool.

Kenyataannya, striker asal Wales ini justru bahagia di Juve dan mampu mencetak 14 gol. Lalu mengapa ia memilih meninggalkan Juve?

“Saya sesungguhnya bahagia di sana [Juve]. Tapi, Kenny Daglish menelepon dan menawari saya untuk kembali. Jarang ada yang diberi kesempatan untuk kembali. Lagipula, saya benar-benar merindukan suasana di Liverpool,” ungkap Rush yang kembali ke Liverpool pada 1988.

Kepulangan Rush membuat John Aldridge tersingkir. Padahal, Aldridge direkrut dari Oxford United pada 1987 untuk menggantikan Rush. Meski sempat mempertahankan Aldridge, namun Daglish terpaksa melegonya ke Real Sociedad.

Dengan tim yang makin matang, Daglish hanya merekrut bek Glenn Hysen dari Fiorentina dan Steve Harkness dari Carlisle. Hysen kemudian menjadi salah satu pilar kekuatan lini belakang selama empat musim di Reds.

Meski demikian, dream team Liverpool sempat direpotkan oleh Villa yang memang memberi perlawanan ketat. Bahkan mereka sempat memuncaki klasemen pada April.

Namun, Liverpool langsung tancap gas dan mengejar ketinggalannya. Hasilnya, mereka menutup musim kompetisi dengan keunggulan sembilan poin dari Villa.

Liverpool juga mengukir prestasi sebagai tim paling produktif sekaligus paling sedikit kebobolan. Mereka bisa mencetak 78 gol. Unggul jauh dari Villa yang hanya mampu 57 kali membobol gawang lawan.

Barnes mencapai kegemilangan dengan menjadi top skor klub setelah mengoleksi 22 gol. Disusul Rush dengan 18 gol dan Beardsley di urutan ketiga dengan koleksi sepuluh gol.

Musim tersebut sekaligus mengakhiri era Daglish sebagai pemain. Ia menutup karir sebagai pemain dengan sangat manis saat masuk menggantikan Jan Molby menit ke-71 pada pertandingan pamungkas liga di kandang sendiri melawan Derby County, 1 Mei 1990.

Pertandingan yang tak berarti lagi karena Liverpool sudah memastikan juara liga. Daglish mengakhiri musim dengan meraih penghargaan sebagai manajer terbaik untuk ketiga kalinya.

Hanya, kegemilangan Liverpool bukannya tanpa cacat. Tim terbaik Divisi Satu justru dipermalukan tim papan bawah Crystal Palace di semi-final Piala FA. Menghadapi tim yang baru promosi, Liverpool sesungguhnya difavoritkan melaju ke final.

Tanda-tanda bakal menang makin terlihat saat Rush mencetak gol pada menit ke-14. Kenyataannya, Palace mampu membalikkan keadaan dan unggul 4-3 melalui pertarungan yang dramatis.

Menariknya, Liverpool secara tidak langsung menyerahkan kekuasaan kepada MU yang saat itu menjadi juara Piala FA setelah mengalahkan Palace. Ini merupakan gelar pertama Ferguson di Old Trafford.

Ironisnya, Liverpool hanya bisa menyaksikan MU berlaga di kompetisi Eropa, Piala Winners. Sementara, mereka yang berstatus juara liga terpaksa absen karena masih menjalani larangan bermain di kompetisi Eropa. Saat itu, Liverpool kembali absen di Piala Champions.

Dan, mereka pantas geregetan karena MU justru mengukir sejarah menjadi juara Piala Winners dengan mengalahkan Barcelona 2-1.
Sebuah akhir yang manis sekaligus awal yang pahit bagi Liverpool karena sejak itu mereka tak pernah lagi mencicipi trofi Liga Inggris.
MU yang memimpin pada orde baru Liga Primer.


Read More...

Sepuluh Mobil Terlaris Di Kalangan Pemain

Begitu banyak pilihan mobil tersedia, mulai dari yang ekonomis sampai yang mewah. Dari sekian banyak pilihan, ternyata para superstar sepakbola yang makmur banyak memilih mobil yang sama.

Setidaknya itulah gambaran tentang mobil-mobil terlaris atau yang paling banyak dimiliki para pesepakbola di Liga Primer Inggris. Meski berbeda klub, mereka ternyata punya banyak selera yang sama dalam hal memilih mobil.

Contohnya, kapten Chelsea John Terry dan striker Manchester United Wayne Rooney, sama-sama memiliki mobil BMW X5.

Untuk lebih lengkapnya, ini dia daftar sepuluh mobil yang paling laris di kalangan pesepakbola Inggris.

1. BMW X5 4.8i SE

Mobil produksi Jerman rupanya jadi favorit para pesepakbola asal Inggris. Bentuknya yang sporty tapi tetap berkesan mewahn ternyata banyak disukai dan jadi salah satu mobil favorit pesepakbola top, diantaranya Cristiano Ronaldo dan John Terry.



Selain dua pemain itu, mobil seharga £68 ribu ini juga dimiliki Wayne Rooney, Rio Ferdinand, Sol Campbell, dan Alan Smith

2. Range Rover Sport

Kalau yang ini adalah mobil produk Inggris. Mobil yang berkesan gagah dan sporty ini rasanya memang cocok buat para atlet, terutama para pesepakbola. Ranger Rover Sport punya desain yang dinamis tapi juga bertenaga dan hemat bahan bakar.



Mobil bermesin diesel ini dikembangkan bersama Jaguar dan punya tenaga dan torsi yang tinggi, yang efeknya bisa menghasikan emisi dan konsumsi bahan bakar yang rendah.

Tunggangan berharga sekitar £75 ribu ini dipunyai beberapa pesepakbola di Inggris, diantaranya; Michael Esien, Jermain Defoe, Darren Fletcher, Ashley Cole, Xabi Alonso dan Jamie Carragher.

3. Mercedes McLaren SLR

Nama Mercedes memang seperti sudah menjadi jaminan mutu. Mobil ini juga termasuk sangat digemari para pesepakbola karena dianggap bisa mengasosiasikan mereka dengan seorang pembalap. Mungkin saat menaiki mobil ini mereka merasa seperti seorang pembalap Formula 1.



Karakter mobil ini sesuai dengan tipenya, yaitu SLR (Sport, Light, Racing). Mobil sport ini dikembangkan oleh McLaren Cars dan DaimlerChrysler dan dirakit di Woking, Inggris. Mobil seharga sekitar £320 ribu ini punya lima tingkat kecepatan transmisi otomatis dengan tiga mode yaitu, sport, super sport dan racing.

Makanya tak usah heran kalau banyak pesepakbola yang mengkoleksi mobil ini, diantaranya; William Gallas, John Terry, Frank Lampard, El-Hadji Diouf, Darius Vassell, Shola Ameobi dan Jermaine Pennant

4. Aston Martin Vanquish

Anda yang sering menyaksikan film-film James Bond tentunya tahu betul dengan mobil mewah yang satu ini. Aston Martin Vanquish bisa dilihat di film Die Another Day yang dibintangi Pierce Brosnan.

Punya desain yang mewah dan bernilai estetika tinggi, tapi punya kecepatan yang mengagumkan dan bahkan diibaratkan secepat roket. Rupanya para pemain bola di Inggris, seperti Steven Gerrard, Ryan Giggs dan Peter Crouch, sangat menyukai mobil ini.



5. Aston Martin DB9

Mobil ini juga tampil di film James Bond, bahkan di dua film terakhirnya, Casino Royale dan Quantum of Solace. Mobil sport dua pintu ini merupakan kombinasi desain yang cantik dengan kekuatan mesin V12.

Rangka bodinya dibuat dari bahan alumunium jadi bobotnya lebih ringan. Tapi kecepatan mobil ini bisa mencapai 300 km per-jam, luar biasa!

Kabarnya, Michael Carrick langsung membeli mobil ini begitu dikontrak resmi oleh Manchester United di tahun 2007. Selain Carrick, ada Frank Lampard, Glen Johnson dan Ashley Cole yang ikut mengkoleksi mobil ini.

6. Bentley Continental

Mobil mewah produksi Inggris ini merupakan bagian dari Volkswagen Group, Jerman. Bentley Continental termasuk mobil super dengan dua tempat duduk.



Disebut super karena mampu melaju dalam waktu sangat cepat. Bayangkan saja, mobil ini mampu berakselerasi 0-100km/jam dalam waktu 3,9 detik.!

Mobil yang atapnya bisa dibuka-tutup secara elektro hidrolik ini uniknya dikoleksi para pemain top yang kerap terkena cedera, diantaranya; Ledley King, Kieron Dyer, Gary Neville dan Michael Ball. Mungkin, karena mereka terlalu sering kebut-kebutan di jalan.

7. Audi Q7

Mobil ini termasuk hemat bahan bakar, desainnya sangat laki-laki dan punya kecepatan yang mengagumkan. Yang istimewa dari Audi Q7 adalah ruang interiornya yang termasuk besar di kelasnya.

Mobil tipe SUV (Sport Utility Vehicle) ini juga punya tempat duduk yang dikonfigurasi dalam 28 posisi berbeda. Mereka yang memiliki mobil ini , antara lain; Michael Ballack, Kevin Kilbane, Micah Richards dan Theo Walcott

8. Porsche 911

Mobil ini punya bentuk yang kokoh, menarik dan mantap digunakan di segala kondisi jalan.. Selain itu mobil yang punya kecepatan mengagumkan dan punya cakram rem yang tahan terhadap suhu tinggi.

Porsche 911 juga punya banyak keunggulan teknologi, seperti detektor hujan yang secara otomatis bisa menghidupkan wiper saat dibutuhkan. Mobil ini dikoleksi antara lain oleh; Louis Saha, Robbie Keane, Lee Bowyer dan Phil Jagielka.



9. Ferrari 360

Nama Ferrari sudah melekat dengan label mobil bergengsi. Mobil ini memang selalu diproduksi secara terbatas setiap kali mengeluarkan produk terbaru.

Dengan model dan desain yang khas serta kecepatan yang luar biasa, tak pelak lagi mobil ini juga menjadi favorit para pesepakbola di Inggris.

Mereka yang mengkoleksi mobil sport buatan Italia ini, diantaranya; Craig Bellamy, Joe Cole, Louis Saha, Nwankwo Kanu dan Andriy Shevchenko.

10. BMW M6

Mobil dengan mesin V10 ini disebut-sebut sebagai varian BMW tercepat di dunia, karena bisa digeber sampai 370 kam.jam! Nama BMW memang sudah menjadi jaminan mutu dan produk terbarunya selalu menjadi incaran para pengkoleksi mobil mewah.

Para pesepakbola juga banyak yang kepincut sama mobil yang berkesan sporty dan mewah ini. Makanya tak usah heran kalau Didier Drogba, Shay Given, David James dan Wayne Rooney mengkoleksi mobil ini.




Read More...

Senin, 2009 Juni 22

Ronaldo Buka-Bukaan Tentang Kepindahannya


Awal bulan ini, Manchester United menerima tawaran 80 juta poundsterling dari Real Madrid yang menginginkan Cristiano Ronaldo.

Saat ini pihak klub Spanyol itu sedang membicarakan kesepakatan personal dengan pemain.

Tentang transfernya itu, Cristiani Ronaldo akhirnya bersedia menyampaikan alasan kepindahannya dari Manchester United.

"Setelah memenangi Liga Champions [di tahun 2008], saya menilai tak ada lagi yang bisa saya dapatkan di sini," Ronaldo berkata kepada News of the World.

"Setelah Anda meraih semuanya, Anda tahu sudah waktunya membuat perubahan."

Ronaldo menambahkan jika dirinya memutuskan untuk bertahan satu musim lagi dan mengakui jika mimpinya adalah bermain untuk Madrid. Dia membantah jika kepergiannya ke Santiago Bernabeu karena faktor uang.

"Untuk menjadi yang terbaik, akan butuh banyak kerja keras tapi itulah target saya. Dan apabila Anda menjadi yang terbaik di Madrid, maka Anda menjadi yang terbaik sepanjang masa," ujar Ronaldo.



Read More...