Selasa, 25 November 2008

Gerrard Manajer Masa Depan Liverpool

Rafa Benitez memperkirakan Steven Gerrard akan menjadi manajer Liverpool suatu hari kelak, menggantikan dirinya.
"Setiap orang tahu bagaimana kinerjanya di lapangan. Dia pribadi yang menyebangkan, dan kukuh pada pendirian, serta memiliki komitmen," puji Gerrard.
Gerrard telah sepuluh tahun berada di Anfield. Benitez yakin sang kapten akan berada di Liverpool sampai pensiun, atau mungkin sepuluh tahun lagi. Setelah itu mempersiapkan diri untuk menjadi manajer The Reds.
"Satu hal yang membuat saya bangga memilikinya adalah dia tidak pernah tergiur dengan uang. Sungguh tidak mudah bagi siapa pun berkarier di satu klub seumur hidup," lanjut Benitez.

Gerrard juga sangat mencintai Liverpool, dan tidak pernah berpikir akan hengkang ke klub lain hanya karena ingin mendapat gaji jauh lebih tinggi.

"Anda mungkin akan melihat bagaimana dia mengambil alih kursi manajer, ketika saya pergi," Benitez mengakhiri.
Read More..

Senin, 24 November 2008

Torres: Ronaldo Adalah Mesin

Kedua bintang Liga Primer Inggris itu masuk dalam daftar calon Pemain Terbaik Dunia versi FIFA, bersama lima rekan Torres di tim Matador, dan kapten the Reds Steven Gerrard.Namun, Torres tak mendukung rekan-rekannya itu, dan justru tak ragu lagi tentang pilihannya sebagai pemain terbaik dunia.

"Tak ada satu pun yang mampu menandinginya. Dia berada dalam kelasnya tersendiri. Saya tak pernah melihat ada pemain yang layak dibandingkan dengannya," tutur Torres kepada France Football.
"Apa yang ia lakukan musim lalu luar biasa. Tak ada yang meraih apa yang ia telah menangkan: Liga Champions, Liga Inggris, dan Sepatu Emas," puji Torres.

"Bagi saya, ia adalah pemain terbaik dunia. Sebuah mesin. Tak ada bandingannya," kata mantan striker Atletico Madrid itu.

Ronaldo adalah calon terkuat untuk menjadi penerus Kaka sebagi pemain terbaik Dunia dan Eropa setelah mencetak 42 gol untuk membantu United berkuasa di Eropa dan Inggris.
Read More..

no problems, no Gerrard

Tak diragukan lagi jika Steven Gerrard merupakan roh permainan The Reds. Namun, pelatih Rafa Benitez menyebut jika skuadnya harus tetap menang kendati tak ada Gerrard. Sabtu lalu, ketika tak ada Gerrard, Liverpool hanya mampu meraih hasil imbang 0-0 atas Fulham. Sebuah kondisi yang kontras dari pekan sebelumnya, ketika sang kapten menyumbang satu gol dalam kemenangan 2-0 atas Bolton Wanderers.

“Kami akan selalu merindukan seorang pemain dengan kemampuan seperti Gerrard. Namun kami gagal mengalahkan Fulham karena lima pemain atau lebih sedang tidak dalam penampilan terbaiknya,” kilah Benitez kepada Telegraph dan dikutip Goal.
“Anda tidak bisa memenangi pertandingan bila hal itu terjadi. Gerrard jelas akan membuat perbedaan. Tapi itu tidak bisa dijadikan alasan,” imbuh manajer berkebangsaan Spanyol itu.
Keyakinan Benitez bahwa klub asuhannya bisa berbuat banyak tanpa kapten berusia 28 tahun itu diamini oleh Fabio Aurelio. Meski menyanjung Gerrard, bek asal Brasil itu menilai Liverpool bukanlah Gerrard semata.
“Klub manapun di dunia akan kehilangan pemain dengan kemampuan dan kepemimpinan seperti Gerrard. Tapi kami sudah pernah memenangi pertandingan tanpanya sebelumnya. Kami punya pemain bagus yang bisa menggantikannya dan masih bisa menang,” papar Aurelio.
Read More..

Eropa Panggung The red

Steven Gerrard optimis Liverpool bakal mampu menundukkan Olympique Marseille guna lolos ke babak knockout. Alasannya? Karena Liga Champions memang arenanya Liverpool
Liverpool akan menjalani matchday ke lima Liga Champions dengan menjamu di Anfield, Kamis (27/11/2008) dinihari nanti. Raihan tiga poin bakal memastikan langkah The Reds untuk melenggang dari fase grup.

Seberapa besar peluang itu? Cukup besar, kata Gerrard. Alasannya, Liga Champions memang telah mennjadi ajang unjuk gigi The Reds.
“Tempat Liverpool adalah di Eropa,” ujar Gerrard kepada situs resmi UEFA. “Memang, Anda tetap harus membuktikan itu. Namun, sejarah kami, jumlah trofi yang kami menangi di Eropa, menunjukkan inilah panggung kami, tempat di mana kami ingin berada.”

“Kami melihat betapa suksesnya klub ini sebelumnya. Para pemain sebelum kami mempersembahkan hal itu, dan para suporter menginginkan hal yang sama dari kami,” tambahnya. Jika melihat sejarah, optimisme Gerrard memang patut dimaklumi. Betapa tidak. Dalam empat musim terakhir, Liverpool telah tiga kali melangkah hingga ke babak semifinal. Dua di antaranya, yakni tahun 2005 dan 2007, diakhiri dengan maju hingga ke babak final. Dari dua final tersebut, The Reds berhasil meraih trofi juara, yakni tahun 2005 dengan menundukkan AC Milan.
Read More..

Jumat, 21 November 2008

Sepuluh Hal Menarik Tentang Gianfranco Zola

Zola dilahirkan di Oliena, Sardinia, pada 5 Juli 1966. Dalam karir keemasannya, satu dasawarsa pertama ia habiskan di Italia, terutama bersama dengan Napoli dan Parma, sebelum kemudian menancapkan kakinya di Inggris bersama Chelsea.
Pemain bertubuh mungil, dengan tinggi 1,66 meter itu, tercatat mencetak 193 gol dalam 627 penampilan bersama enam klub. Di tim nasional, nasib Zola kurang beruntung. Ia hanya tampil dalam 35 pertandingan tim Azzuri, dan mencetak sepuluh gol.

Fans Chelsea begitu memuja Zola. Dalam hanya tujuh musim di Stamford Bridge, Zola sanggup memukau suporter the Blues dan membuat mereka menobatkan Zola sebagai pemain terbaik Chelsea sepanjang masa.
Prestasi Zola di kursi pelatih kurang begitu mengkilap, karena Zola baru hanya menangani tim U-21 Italia sebagai asisten pelatih sebelum mengambil posisi manajer the Hammers.

Selain itu, masih ada sepuluh hal menarik yang patut disimak dari catatan karir Zola, berikut ulasannya.

10. Zola mengawali karirnya di tim lokal Nuorese dari Sardinia saat ia berusia 18 tahun. Pada tahun 1987, ia pindah ke Torres, dimana ia mencetak 21 gol dalam 88 pertandingan. Kedua tim itu hanya sanggup berkiprah di Serie C Italia. Napoli pun tampak tertarik dengan bakat Zola, dan pada tahun 1989, Zola baru mengecap kancah sepakbola elit Italia untuk menjadi calon penerus dari Diego Maradona, yang ketika itu menjadi 'dewa' di Naples.

9. Maradona berpengaruh besar dalam karir Zola selanjutnya, bahkan hingga Zola mendapat julukan 'Marazola'. Selama keduanya di Napoli, Zola belajar banyak dari legenda Argentina itu, dan berperan penting dalam meraih gelar Serie A Italia bagi Napoli pada 1990. Mereka menghabiskan banyak waktu di lapangan untuk menyempurnakan tendangan bebas mereka setelah latihan rutin selesai. Zola pun mengakui, "Saya belajar semua dari Diego. Saya dulu memata-matai dia setiap kali ia berlatih dan belajar bagaimana melakukan tendangan bebas seperti yang ia lakukan."

8. Kerja keras Zola pun berbuah manis. Ia masuk timnas Italia di bawah asuhan Arrigo Sacchi pada 1991, dan tampil perdana mengenakan kostum Azzurri saat menghadapi Norwegia pada November 1991. Setelah itu, karir Zola di timnas cukup mengecewakan. Ia tercatat hanya tampil sekali di Piala Dunia 1994, pada babak kedua melawan Nigeria, itu pun ia langsung diganjar kartu merah dan harus absen di dua pertandingan berikutnya. Di Euro 1996, penderitaan Zola bertambah saat ia gagal mengeksekusi penalti ke gawang Jerman, dan Italia pun secara mengejutkan tersingkir di babak pertama. Zola memutuskan pensiun dari timnas saat tak lagi dipanggil untuk Piala Dunia 1998, dan memainkan partai terakhirnya saat menghadapi Inggris di Roma pada Oktober 1997.

7. Pada 1993, Zola meninggalkan Napoli untuk bergabung bersama Parma. Ia merebut gelar Piala UEFA dan harus puas di posisi runner-up di Serie A dan Piala Italia 1995. Di sinilah Zola mulai dikenal sebagai pemain kreatif. Ironisnya, pelatih Carlo Ancelotti tak senang dengan gaya permainan Zola, karena tak cocok dengan sistem yang ingin diterapkannya. Zola akhirnya dimainkan di luar posisi aslinya dan kemudian diperbolehkan pindah.

6. Ruud Gullit datang sebagai penyelamat Zola. Gullit memboyong Zola ke Chelsea pada November 1996 dengan transfer senilai £4,5 juta. Zola menunjukkan tajinya di Chelsea. Dalam musim pertamanya itu, ia langsung meraih gelar Pemain Terbaik versi Asosiasi Penulis Sepakbola (FWA), dan hingga kini tercatat sebagai satu-satunya pemain yang meraih gelar itu tanpa menghabiskan satu musim penuh dan juga sebagai pemain Chelsea pertama yang merebut gelar itu. Zola pun meninggalkan Stamford Bridge pada 2003 setelah meraih Piala FA, Piala Liga, Piala Winners, dan Piala Super Eropa dalam karirnya di London.

5. Cagliari, klub terbesar di kampung halamannya Sardinia, menjadi pelabuhan terakhir Zola. Ia membawa Cagliari promosi ke Serie A dalam musim pertamanya, dan kemudian memperpanjang kontrak selama satu tahun hingga akhirnya pensiun pada Juni 2005, dan kemudian memilih bekerja sebagai pengamat sepakbola Italia. Meskipun banyak isu mengabarkan Zola akan kembali dari masa pensiunnya untuk bergabung dengan klub dari Liga Australia, Zola tetap dengan pendiriannya untuk pensiun dari sepakbola profesional sebagai pemain dan hanya tampil dalam pertandingan amal dan sponsor.

4. Kecerdikan Zola di lapangan terlihat dalam beberapa gol indah yang pernah ia cetak. Kiper legendaris Denmark Peter Schmeichel pernah menjadi korban Zola pada Februari 1997, dan bahkan gol tersebut mendapat pujian dari Sir Alex Ferguson. Golnya ke gawang Wimbledon di semi-final Piala FA pada tahun yang sama juga tak kalah hebatnya. Chelsea pun akhirnya menang 4-2 meski sempat tertinggal 2-0. Gol Zola ke gawang Norwich juga tak kalah istimewa. Dalam laga Piala FA itu, Zola mencetak gol dengan tumit memanfaatkan umpan tendangan penjuru, yang disebut manajer Chelsea saat itu Claudio Ranieri sebagai 'mimpi, ajaib'. Berikut cuplikannya di bawah ini.
3. Setelah pensiun, Zola kembali ke lapangan hijau sebagai pelatih. Pelatih kepala tim U-21 Italia, yang juga mantan rekan Zola di Chelsea, Pierluigi Casiraghi meminta Zola untuk membantunya melatih bibit-bibit muda Italia ini sebagai asistennya. Italia pun akhirnya mampu lolos ke Olimpiade Beijing 2008, dan lolos ke semi-final sebelum dikalahkan Belgia 2-2. Selanjutnya, Zola setuju kembali ke Inggris, saat mengambil jabatan manajer West Ham United yang ditinggalkan Alan Curbishley meskipun Zola saat itu belum mendapat lisensi pelatih kelas A dari UEFA.

2. Cagliari memutuskan untuk mengabadikan nomor punggung 10 satu musim setelah ia pensiun sebagai penghormatan terhadap prestasi Zola dalam mengangkat sepakbola Sardinia, sebelum akhirnya digunakan Andrea Capone pada musim 2006/07. Selain itu, nomor punggung 25 milik Zola di Chelsea memang tidak secara resmi diabadikan, namun hingga sekarang, belum ada satu pun pemain yang menggunakan nomor itu sejak Zola pergi. Pada awal 2003, Zola dinobatkan oleh fans the Blues sebagai pemain terbaik sepanjang masa, dan juga meninggalkan Chelsea dengan gemilang saat meraih penghargaan pemain Chelsea terbaik musim 2002/03 karena mencetak 16 gol, rekor gol satu musim tertingginya untuk Chelsea, sekaligus membawa Chelsea lolos ke Liga Champions.

1. Pada November 2004, Zola diangkat menjadi anggota kehormatan Order of the British Empire (OBE). Zola tercatat sebagai satu-satunya pesepakbola Italia yang merebut gelar se-kaliber OBE. Bahkan, hanya Pele, Jesper Blomqvist, Arsene Wenger, dan Gerrard Houllier yang menjadi tokoh sepakbola non-Inggris Raya lain yang mendapat kehormatan Ratu Inggris untuk meraih gelar itu atau yang lebih tinggi kelasnya
Read More..

Rafa Ingin Yossi Bertahan

Sudah bukan rahasia jika kesempatan Yossi Benayoun untuk menjadi pemain inti di Liverpool sangat kecil. Rafael Benitez masih memercayakan pemain seperti Dirk Kuyt dan Albert Riera daripada menurunkan pemain asal Israel tersebut.
Saat membela timnas, Benayoun pun menyatakan keengganannya berada di bangku cadangan untuk waktu yang lebih lama. Januari mendatang ia berencana akan pindah klub.

Hanya saja, manajer Liverpool menyatakan keinginan yang berbeda dari sang pemain. Ia masih menginginkan Benayoun di Anfield
"Jika ia mau menetap di sini hingga akhir kontraknya berakhir, saya akan sangat senang," ujar Rafa seperti yang diwartakan oleh The Press Association. "Kami ingin Yossi di sini," tambahnya.

Benitez juga menampik rumor, Benayoun dan pemain bertahan Martin Skrtel tidak bahagia di Anfield.
"Jika Anda ditanya apakah Anda ingin bermain lagi, jelas Anda akan menjawab "iya". Dan, jika Anda ditanya apakah Anda tidak bahagia di sini, Anda juga akan menjawab "iya"."
Read More..

Gerrard bicarakan gelar

Kapten Liverpool Steven Gerrard menimpal balik omongan bek Manchester United Nemanja Vidic yang menganggap remeh The Red. Menurutnya, Liverpool telah kian dekat ke tangga juara Premier League.
Sebelumnya, Vidic mengklaim The Reds bisa saja terjatuh dalam persaingan meraih gelar Premier League musim ini. Entah iri atau apa, yang pasti, Vidic berharap skuad Rafael Benitez terjatuh. Vidic menilai Liverpool akan kelimpungan di paruh musim kedua nanti.

Namun, Gerrard membantah pandangan tersebut. Kendati mengamini jika tekanan kian besar, Gerrard meyakini The Reds bakal mampu melewatinya dan keluar sebagai juara.
“Ini Liverpool Football Club! Anda harus menerima kenyataan ini. Setiap pertandingan yang kami masih, selalu ada tekanan untuk menang. Saya hidup dengan itu sejak saya masih skuad utama. Tapi semakin lama semakin besar, karena penantian gelar Liga Primer semakin lama,” tegas Gerrard.

”Menyenangkan, tapi bisa meningkatkan harapan. Yang paling penting tetap merendah. Kami tahu, kami tim yang bagus. Kami tahu kami semakin dekat dengan gelar juara, kami bisa mengatakan hal itu. Tapi kami harus membuktikan kami bisa bertahan di perburuan gelar hingga musim ini berakhir,” pukasnya.
Read More..

Fabio tatap gelar

Bek Liverpool Fabio Aurelio ingin mengulang sukses seperti saat dirinya masih berkostum Valencia. Kala itu, di bawah sentuhan Rafa Benitez, Valencia sukses menggondol gelar La Liga Spanyol.
Kini, ia ingin kembali mengangkat trofi kompetisi domestik dengan berkostum Liverpool. Yakni, dengan menjuarai gelar Premier League.

“Kami akan terus mempertahankan penampilan kami. Tantangan ini sangat berat, karena sulit bermain selama sembilan bulan dalam satu musim di komeptisi yang berbeda namun di level yang sama” ujar Aurelio dalam situs resmi The Reds.
Menurut Aurelio, mentalitas timnya bagus dan semuanya sama ketika dirinya masih berada di Valencia. Aurelio menyatakan, kala itu, Valencia harus menunggu cukup lama untuk meraih gelar La Liga dan Aurelio yakin, Liverpool akan meraih gelar Liga Primer karena memiliki kualitas yang sama dengan Valencia.

”Satu yang membedakan adalah saat kami memenangkan gelar untuk pertama kalinya di Valencia, kami tidak tampil bagus di awal musim. Sekarang, kami penuh percaya diri, berada di puncak klasemen dan sekarang kami ingin terus memastikan hingga akhir musim ini,” papar Aurelio.
”Kami yakin, kami bisa menuai sesuatu yang besar musim ini. Jika itu terjadi alangkah mengesankan jika kami meraih gelar Liga Primer,” pukasnya. Read More..

Skrtel masih di anfield

Sebelumnya, tersiar desas-desus, jika Martin Skrtel bakal segera meninggalkan Liverpool. Akan tetapi, kabar ini langsung mendapat sanggahan dari pelatih The reds Rafa Benitez.
Skrtel dikabarkan merasa bosan dengan kehidupan di Inggris. Lewat teman dekatnya, pemain berusia 23 tahun ini mengungkapkan niatnya ingin meninggalkan Liverpool dan kembali bergabung ke Zenit St Petersburg.

Saat ini, Skrtel masih dalam tahap penyembuhan cedera yang didapatnya pada awal Oktober lalu saat bersua Manchester City. Ia diperkirakan masih belum pulih dari cedera ligamen lututnya hingga tahun baru nanti.
Benitez pun tampak tenang menanggapi rumor tersebut. Menurutnya, tak ada alasan bagi Skrtel untuk meninggalkan Anfiled.

“Cerita seperti ini selalu muncul di saat laga internasional. Saya berbicara dengan Martin di Melwood kemarin dan jelas dia sangat bahagia dan ingin kembali bermain,” kata Benitez seperti dilansir Goal.

“Dia bekerja dengan keras untuk bisa fit kembali dan dia sangat nyaman di Liverpool, baik mengenai kota dan juga di klub,” pukasnya.
Read More..

Kamis, 13 November 2008

Sepuluh Hal Menarik Tentang Raul

Fabio Capello, mantan pelatih Real Madrid, sempat menyebut Raul sebagai juara. "Dia adalah warisan dari Real Madrid," paparnya pada November 1999.
Tentu bukan tanpa alasan bila Capello berpendapat demikian. Apa yang ditorehkan Raul, baik sebagai individu atau sebagai bagian dari tim , bisa menjadi bukti tersendiri.
Di antara berbagai macam prestasi yang ditorehkannya, ada sepuluh catatan yang membuatnya pantas disebut sebagai pribadi yang spesial.

10. Real Madrid adalah satu-satunya tim yang dibelanya. Ia bergabung di tim senior pada 1994 hingga sekarang dan telah dipercaya menjadi kapten.

9. Raul memulai karirnya di timnas senior Real Madrid saat berumur 17 tahun empat bulan. Adalah Jorge Valdano yang mempromosikannya dan sejak itu tak tergeser dari skuad utama El Real.

8. Raul menempati urutan ke-12 untuk pencetak gol terbanyak di sejarah sepak bola Spanyol dengan 210 gol dari 492 penampilan dan catatan tersebut akan terus bertambah. Semua gol tersebut adalah untuk Real Madrid, dan itu membuat ia menempati urutan ketiga sebagai pencetak gol terbanyak di Real Madrid sepanjang waktu.

7. Nomor tujuh di Real Madrid sudah menjadi miliknya. Sejauh ini belum ada pemain yang bisa menggusurnya dari nomor tersebut, termasuk Luis Figo dan David Beckham.

6. Raul memiliki gaya bermain yang fleksibel. Meski lebih senang diposisikan sebagai striker murni, ia juga tidak menolak saat diposisikan sebagai penyerang lubang bahkan sebagai gelandang serang. Penampilannya bahkan tidak mengecewakan dan layak mendapat pujian.

5. Pada 28 September 2005, ia menjadi pemain pertama yang mencetak 50 gol di turnamen Liga Champions pada penampilannya yang ke-97, melewati torehan legenda Real Madrid Alfrado Di Stefano. Saat itu ia mencetak gol ke gawang Olimpiakos, tim asal Yunani.

4. Raul Juga mengukir prestasi di timnas Spanyol. Selain menjadi pencetak gol terbanyak untuk Spanyol dengan 44 gol dari 102 caps, di pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2006 pada tanggal 12 Oktober 2005 saat Spanyol menghadapi San Marino, ia melebihi rekor Fernando Hierro sebagai kapten Spanyol yang paling banyak tampil dalam sejarah Spanyol.

3. Pada tanggal 19 juni, dengan gol saat melawan Tunisia, Raul menjadi pemain no 18 yang mencetak gol di 3 Piala dunia. Sebelumnya ia telah mencetak gol di Piala dunia 1998, Piala Dunia 2002 dan Piala Dunia 2006.

2. Selebrasi gol Raul tak pernah berubah, yaitu dengan cara mencium cincin kawing yang melingkar di jari manisnya untuk menghormati istrinya, Mamen Sanz. Mereka memiliki 4 anak laki-laki. Jorge (lahir 25 Februari 2000), Hugo (lahir 20 November 2002) dan si kembar Hector dan Mateo (lahir 17 November 2005).

1. Selama 14 tahun lebih berkiprah di dunia sepakbola profesional, 16 gelar dipersembahkannya untuk Real Madrid, baik di event domestik maupun Internasional. 15 titel atas namanya sendiri juga ditorehkannya karena penampilan impresifnya bersama Real Madrid dan timnas Spanyol.

Selain Fabio Capello, tak sedikit individu yang mengapresiasi kemampuan Raul, termasuk dari legenda sepakbola Jerman Franz Beckenbauer dan manajer Manchester United sir Alex Ferguson. Ini adalah salah satu kutipannya.

Franz Beckenbauer (legenda Jerman): "Raul adalah salah satu yang terbaik di Eropa. Ia adalah jiwa Real Madrid. Dia seperti [Lothar] Matthaus bagi kita." (09/05/2000)

Sir Alex Ferguson (manager MU): "Real membeli banyak pemain besar seperti Figo, Zinedine Zidane, dan Ronaldo. Tapi menurut saya pemain terbaik di dunia adalah Raul." (08/04/2003)

Ottmar Hitzfeld (mantan manager Bayern Muenchen): "Saya akan membeli Raul pada menit ini jika itu memungkinkan. Dia adalah seseorang yang dapat mengubah jalannya pertandingan dan saya suka semua tentang dia. Ia memiliki karier yang hebat dibelakangnya. Menurut saya, sekarang adalah waktu terbaik untuk membeli dia. Ia memiliki kedewasaan yang sama banyak dengan pengalamannya."
Read More..

PENNANT DILEPAS THE REDS?

MANAJER Rafael Benitez telah memutuskan untuk menjual Jermaine Pennant pada bursa transfer Januari mendatang.
Meski sempat menjadi starter di dua laga awal Premier League, Pennant tidak lagi dimainkan oleh Benitez di beberapa pertandingan terakhir Liverpool. Pennant absen saat timnya dikalahkan Tottenham Hotspur pada Piala Liga Inggris, Rabu (12/11). Pemain berusia 25 tahun itu juga absen saat Liverpool mengalahkan West Brom akhir pekan lalu.

Kabarnya tidak diturunkannya Pennant ini dikarenakan ia tersangkut masalah indisipliner. Kendati demikian, Benitez toh tak pernah memberikan hukuman atau reaksi terhadap sikap Pennant tersebut. Benitez lebih memilih untuk melepaskan Pennant pada bursa transfer Januari mendatang.

Masalahnya, keputusan untuk menjual Pennant bisa mendatangkan kerugian finansial bagi Liverpool. Bagaimanapun juga Liverpool harus bisa mencari klub-klub potensial yang tertarik untuk membeli Pennant.

Pennant yang muali bergabung dengan Liverpool pada 2006 lalu akan berstatus bebas pada akhir musim depan. Ia masih diberikan kesempatan untuk tetap bertahan di Liverpool. Syaratnya Pennant harus tampil dan masuk skuad utama The Reds di 15 pertandingan.

Jika Pennant berhasil mencapai syarat tersebut, maka Liverpool secara otomatis akan memperpanjang kontraknya dengan tambahan satu musim lagi. Sayangnya, musim ini Pennant baru tampil sebanyak empat pertandingan saja.

Pada bursa transfer Agustus lalu, Pennant pernah menolak penawaran Stoke City sebesar 4 juta pounds atau Rp67,6 miliar. Kini kabarnya Blackburn Rovers tertarik untuk membeli Pennant.
Read More..

Selasa, 04 November 2008

Sepuluh Hal Menarik Tentang Alessandro Del Piero

Dalam beberapa tahun terakhir ini, tiap kali nama Juventus disebut hanya ada satu pemain yang langsung muncul di ingatan.
Ia adalah Alessandro Del Piero.
Del Piero telah membela Bianconeri lebih dari 15 tahun dan menjadi pemain terlama yang berada di Turin dari para pemain lainnya musim ini.

Dengan demikian secara otomatis ia telah mencatatkan dirinya dalam lembaran sejarah Juventus sejajar dengan legenda lainnya seperti Gaetano Scirea atau Giampiero Boniperti.
Mari kita simak sepuluh fakta menarik Il Pinturicchio yang akan genap berusia 34 tahun 9 November mendatang.

10. Del Piero lahir di Conegliano Veneto dari pasangan Gino dan Bruna

9. Kakaknya, Stefano, yang juga sempat menjadi pemain sepakbola di Sampdoria kini menjadi agennya.

8. Gol pertamanya bagi Juventus dicetak saat melawan Reggiana pada pertandingan keduanya.

7. Del Piero memegang rekor sebagai pemain yang paling banyak tampil dan juga yang paling banyak mencetak gol bagi Juventus.

6. Pasangan Del Piero dan istrinya Sonia Amoruso telah dikaruniai seorang putra yang diberi nama Tobias.

5. Selain sepakbola, Del Piero juga menyukai bola basket NBA dan menyukai permainan Steve Nash dari tim Phoenix Suns. Nash sendiri mengatakan kalau Del Piero adalah idolanya.

4. Hattrick pertama Del Piero dalam seragam Bianconeri dicetaknya saat ia tampil sebagai pemain inti untuk pertama kalinya waktu melawan Parma.

3. Ia sempat menjadi pemain dengan pendapatan tertinggi di tahun 2000 hasil kombinasi dari gaji, bonus pertandingan, dan bayaran membintangi iklan produk.

2. Dari semua gelar domestik dan internasional, hanya Piala Eropa yang tak pernah dimenangkannya bersama tim Azzurri.

1. Oasis merupakan salah satu band favorit Del Piero dan ia berteman baik dengan vokalis/gitaris Noel Gallagher. Gallagher dianggap oleh Del Piero sebagai maskot keberuntungan timnas Italia saat menjuarai Piala Dunia 2006. Del Piero juga sempat muncul di video klip lagu Oasis terbaru Lord Don't Slow Me Down.
Read More..